Mataram (ekbisntb.com)- PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) menyatakan kesiapannya mendukung agenda transisi energi nasional melalui pengembangan proyek-proyek energi baru terbarukan (EBT), termasuk Program 100 GW Solar yang menjadi salah satu prioritas pemerintah.
Komitmen tersebut tampak dalam pelaksanaan Rapat Konsinyering Penyelesaian Proyek dan Kinerja 2026 yang mengangkat tema Strengthening Teamwork for the Successful Implementation of RUPTL 2025-2034, the Energy Transition Agenda, and the 100 GW Solar Program, Kamis, 16 Juli 2026.
Executive Vice President Manajemen Konstruksi Jawa, Madura, Bali, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua (MKJ), Widya Anggoro Putro, mengatakan kawasan Nusa Tenggara memiliki potensi energi surya yang sangat besar sehingga berpeluang menjadi salah satu wilayah pengembangan PLTS di Indonesia.
“Program 100 GW Solar merupakan agenda strategis nasional. Potensi energi surya di Nusa Tenggara sangat besar sehingga perlu dipersiapkan sejak sekarang,” ujarnya.
Menurut Widya, seluruh unit PLN perlu mulai memperkuat kesiapan proyek, mulai dari aspek perencanaan, konstruksi, hingga perizinan agar mampu menjawab kebutuhan pembangunan energi bersih di masa mendatang.
General Manager PT PLN (Persero) UIP Nusra, RDW. Manurung, mengatakan tema rapat konsinyering tahun ini sejalan dengan arah kebijakan pemerintah dan PLN dalam mempercepat transisi energi.
“Tugas kami adalah menerjemahkan program tersebut menjadi strategi yang dapat diimplementasikan melalui proyek-proyek yang sedang maupun akan dikembangkan di wilayah Nusa Tenggara,” katanya.
Ia menambahkan, kolaborasi dan kerja sama seluruh insan PLN menjadi modal penting dalam mewujudkan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan yang andal sekaligus mendukung target bauran energi nasional.(bul)






