HomeBerandaIdul Adha 1447H/2026, Bank Dinar Qurban 25 Sapi Limosin untuk Masyarakat NTB

Idul Adha 1447H/2026, Bank Dinar Qurban 25 Sapi Limosin untuk Masyarakat NTB

Mataram (ekbisntb.com)– BPRS Dinar Ashri atau Bank Dinar menyiapkan sebanyak 25 ekor sapi limosin pada momentum lebaran Idul Adha 1447H/2026 ini. hewan qurban ini diserahkan pengelolaannya kepada Lembaga Amil Zakat (LAZ) Metro Insan Mulia (MIM) Foundation untuk selanjutnya di distribusikan kepada masyarakat sasaran di seluruh daerah di Provinsi NTB.

Penyerahan hewan qurban ini secara simbolis dilakukan oleh Direktur Utama Bank Dinar, Mustaen, kepada Ketua MIM Foundation, M. Romi Sapeudin, di kawasan Mall Qurban, Jalan Gadjah Mada, Selasa, 26 Mei 2026. Kegiatan juga dirangkai dengan penyerahan santunan kepada anak yatim.

Direktur Utama Bank Dinar, Mustaen mengatakan, program qurban dan bantuan sosial merupakan bagian dari komitmen perusahaan yang secara konsisten menyisihkan 10 persen laba perusahaan untuk kegiatan sosial kemasyarakatan.

“Dari persetujuan pemegang saham, 10 persen laba perusahaan wajib dikeluarkan untuk kegiatan sosial, termasuk qurban. Karena perusahaan terus tumbuh, nilai manfaat yang diberikan juga meningkat. Tahun lalu sekitar Rp700 juta, sekarang sudah mencapai Rp1 miliar total nilainya. Kalau tahun lalu sebanyak 23 ekor sapi limosin, tahun ini bertambah menjadi 25 ekor sapi limosin,” ujarnya.

“Harapannya tentu akan terus meningkat dari tahun ke tahun,” katanya.

Menurut Mustaen, pertumbuhan Bank Dinar yang kini menjadi BPRS terbesar nasional turut memperbesar dampak sosial yang dapat diberikan kepada masyarakat. Saat ini, aset Bank Dinar disebut telah mencapai sekitar Rp2,5 triliun.

“Alhamdulillah, sekarang Dinar merupakan BPRS nomor satu terbesar nasional. Dari NTB untuk Indonesia. Jadi semakin besar Dinar, maka semakin besar pula manfaatnya bagi masyarakat,” katanya.

“Semakin besar masyarakat menggunakan jasa Bank Dinar, baik sebagai penabung, deposito maupun pembiayaan, maka semakin besar pula yang bisa kami kembalikan lagi ke masyarakat dalam bentuk program-program sosial,” tambahnya.

Mustaen menjelaskan, bahwa seluruh program sosial Bank Dinar disalurkan melalui MIM Foundation yang menjadi lembaga resmi pengelola bantuan sosial perusahaan. Ia berharap masyarakat terus memberikan dukungan dan doa agar Bank Dinar dapat terus memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat NTB maupun nasional.

“Kami berharap masyarakat bisa mendukung dan memberikan doa, bahwa meskipun kami berada di ujung Indonesia, kami tetap bisa memberikan dampak positif kepada masyarakat. Harapannya masyarakat ikut ramai-ramai menggunakan jasa perbankan yang diberikan Bank Dinar. Kemudian dari sisi foundation, ini adalah lembaga amil zakat dan wakaf, jadi masyarakat bisa bayar zakat termasuk penyalurannya, kemudian berwakaf baik produktif maupun tunai melalui MIM Foundation,” katanya.

Untuk distribusi qurban Idul Adha tahun ini, Mustaen memastikan penyaluran dilakukan merata hingga seluruh wilayah NTB melalui jaringan kantor cabang Bank Dinar.

Khusus wilayah Mataram dan Lombok Barat, distribusi ditangani langsung oleh MIM Foundation. Sementara untuk Lombok Tengah, Lombok Timur, Sumbawa, Dompu, Bima hingga wilayah paling timur NTB dilakukan melalui kantor cabang Bank Dinar di masing-masing daerah.

Mustaen menambahkan, makna qurban bukan sekadar menyembelih hewan, tetapi simbol pengorbanan terhadap sesuatu yang paling dicintai demi kepentingan masyarakat.

“Qurban itu simbol bahwa kita diminta menyembelih yang paling kita sayangi, termasuk hawa nafsu dan harta benda untuk disalurkan kepada masyarakat,” katanya.

Menurut dia, komitmen sosial Bank Dinar juga tercermin dari besarnya anggaran yang disiapkan untuk program qurban tahun ini.

“Makanya kami juga ‘menyembelih’ Rp1 miliar dari keuntungan untuk disalurkan kepada masyarakat. Karena qurban itu simbol memberikan sesuatu yang besar dan terbaik,” ujarnya.

Karena itu, Bank Dinar sengaja memilih hewan qurban berkualitas terbaik, bahkan disebut mampu bersaing dengan sapi qurban Presiden RI.

“Kami tidak ingin menyumbang sesuatu yang dipilih-pilih atau yang jelek. Kami ingin memberikan yang terbaik. Makanya saya minta dicarikan sapi yang bisa bersaing dengan sapi Presiden. Karena itu simbol bahwa kita memberikan yang terbaik, bukan yang sisa,” katanya.

Sementara itu, Ketua LAZ MIM Foundation, M. Romi Saepudin mengatakan, proses pengadaan hewan qurban dilakukan secara langsung dari peternak lokal di berbagai daerah di Pulau Lombok. Ia turun langsung ke lapangan untuk memastikan kualitas sapi sekaligus menjaga transparansi harga pembelian.

“Kami keliling Lombok, masuk pasar dan langsung ke peternak sebagai pembanding harga. Semua transaksi dilakukan langsung dengan peternak dan sapi ditimbang secara terbuka sehingga transparan sesuai berat hidupnya,” ujarnya.

Sapi limosin qurban yang dibeli tahun ini berasal dari Lombok Timur, Lombok Barat, Lombok Tengah, dan Lombok Utara. Salah satu sapi dengan bobot mencapai sekitar 950 kilogram dan pernah meraih juara dalam kontes sapi.

Ia memastikan distribusi daging qurban nanti, telah dipersiapkan secara matang dengan sasaran penerima meliputi panti asuhan, rumah singgah, mualaf, marbot masjid, hingga masyarakat yang membutuhkan di berbagai wilayah.

“Insyaallah pendistribusian tepat sasaran. Pemotongan dilakukan di rumah potong hewan dan seluruh proses distribusi ditangani langsung oleh MIM Foundation,” demikian Romi.(bul)

Artikel Yang Relevan

IKLAN


Terkait Berdasarkan Kategori

Jelajahi Lebih Lanjut