Lombok Timur (ekbisntb.com)- Lombok Timur, 25 Mei 2026 – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) melalui Unit Pelaksana Proyek (UPP) Nusra 1 memastikan kesiapan Unit 1 Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Lombok FTP-2 (2×50 MW) menuju tahapan sinkronisasi hingga operasi komersial setelah berhasil melaksanakan Safety Valve Test atau Popping Test pada Rabu, 20 Mei 2026.
Safety Valve Test merupakan salah satu pengujian penting untuk memastikan safety valve pada sistem bertekanan, seperti boiler, steam drum, superheater, maupun pressure vessel, dapat bekerja secara otomatis sesuai tekanan desain yang telah ditetapkan.
Pada sistem boiler PLTU, safety valve berfungsi sebagai perangkat proteksi utama untuk membuang tekanan berlebih (overpressure) guna mencegah kerusakan peralatan maupun potensi kegagalan sistem yang dapat membahayakan keselamatan operasi.
Asistant Manager Proyek site PLTU Lombok FTP-2, Chandera Basuki, menjelaskan pengujian Safety Valve Test ini ini dampingi langsung oleh konsultan PLN Pusat Manajemen Proyek (Pusmanpro) guna memastikan semua proses pengujian sesuai dengan standar kualitas.
Dalam pengujian safety pressure valve, lanjut Chandera, tekanan boiler dinaikkan secara bertahap hingga mencapai setting pressure.
“Ketika tekanan mencapai batas yang ditentukan, katup akan terbuka secara otomatis dan membuang uap bertekanan tinggi ke atmosfer atau sistem pembuangan. Proses terbukanya katup ini dikenal dengan istilah popping,” jelas Chandera.
Manager PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Proyek (UPP) Nusra 1, Yogi Yohannes Siburian, menyampaikan bahwa Keberhasilan Safety Valve Test ini turut disaksikan dan mendapatkan persetujuan dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) NTB.
“Dengan tercapainya milestone ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk pencapaian milestone berikutnya,” ujar Yogi.
General Manager PT PLN (Persero) UIP Nusra, Rizki Aftarianto, mengatakan pembangunan PLTU Lombok FTP-2 Sambelia saat ini telah memasuki tahap akhir dan PLN terus mempercepat penyelesaian seluruh rangkaian pengujian agar unit dapat segera beroperasi.
“Pembangunan PLTU Lombok FTP-2 saat ini telah memasuki tahap akhir. Kami terus berkoordinasi dengan seluruh stakeholder agar proses menuju operasi dapat berjalan lancar. Harapannya, target COD tahun ini dapat terealisasi,” ujar Rizki.
Menurut Rizki, fokus PLN saat ini adalah menyelesaikan Unit 1 agar segera dapat berkontribusi terhadap sistem kelistrikan Lombok, sembari melakukan percepatan penyelesaian Unit 2.
“Kami berharap Unit 1 dapat segera menghasilkan daya untuk memperkuat sistem kelistrikan Lombok. Setelah sinkronisasi, unit ini diharapkan mampu beroperasi secara andal guna mendukung kebutuhan listrik masyarakat maupun sektor produktif di NTB,” tambahnya.
PLTU Lombok FTP-2 dirancang sebagai pembangkit baseload yang akan berperan penting dalam meningkatkan keandalan sistem kelistrikan Lombok.
Tambahan kapasitas sebesar 2×50 MW dari pembangkit ini diharapkan akan mampu menjaga stabilitas pasokan listrik sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi dan investasi di Nusa Tenggara Barat.(bul)






