Mataram (Ekbis NTB) — Bank Indonesia (BI) bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) dan Dekranasda NTB resmi membuka gelaran Karya Kreatif Nusa Tenggara Barat (KK-NTB) Tahun 2026 pada Jumat (15/5/2026). Mengusung tema “Harmoni Kreatif Sasambo”, ajang tahunan ini digelar selama tiga hari hingga 17 Mei 2026 di Lombok Epicentrum Mall, Kota Mataram.
Penyelenggaraan KK-NTB tahun ini membawa misi penting, yakni mendorong pelaku UMKM di sektor wastra, ready to wear, kriya, kuliner, home decor, hingga kopi agar mampu naik level melalui penguatan akses pasar dan pembiayaan.

Hapus Stigma ‘Pemain Lama’, 113 UMKM Terlibat
Ada yang berbeda pada perhelatan kali ini. Dari total 113 UMKM binaan dan mitra BI Provinsi NTB yang terlibat, panitia sengaja memboyong belasan pelaku usaha baru—disebut sebagai UMKM hidden gem—yang merupakan hasil kurasi dan bootcamp program Wirausaha Unggulan BI NTB 2026.
Langkah ini diambil sebagai upaya regenerasi dan pembaruan struktur UMKM daerah.
“Keikutsertaan UMKM baru atau hidden gem ini merupakan upaya regenerasi untuk menghapus stigma keikutsertaan berulang oleh UMKM yang itu-itu saja dalam setiap pameran,” tulis rilis resmi Bank Indonesia.
Melalui langkah ini, pelaku usaha baru tersebut diharapkan memiliki daya saing tinggi untuk menembus pasar nasional hingga pasar global.

Kawinkan Kopi Lokal dengan Kedai Kekinian
Selain regenerasi UMKM, terobosan strategis KK-NTB 2026 adalah kolaborasi antara Bank Indonesia NTB dengan Lombok Coffee Hub. Untuk memperkuat ekosistem dan memberi nilai tambah pada industri kopi lokal, enam varietas kopi unggulan NTB dikawinkan dengan enam coffee shop kenamaan di Kota Mataram.
Enam produk kopi lokal yang didorong untuk memperkuat branding menuju pasar global tersebut meliputi:
- Sajang Arabica
- Sapit Arabica
- Tambora Robusta
- Rarak Robusta
- Metrokosta Arabica
- Rempek Robusta
Transaksi Turis Asing Makin Mudah Lewat QRIS Cross Border
Guna mendukung akselerasi digitalisasi sistem pembayaran, seluruh transaksi di KK-NTB 2026 memprioritaskan penggunaan QRIS. Menariknya, para pelaku UMKM kini bisa langsung menerima pembayaran dari wisatawan mancanegara berkat perluasan layanan QRIS Cross Border.
Sistem ini mempermudah pelancong asal Malaysia, Thailand, Singapura, Korea Selatan, Jepang, hingga yang terbaru dari China (diresmikan 30 April 2026 lalu) untuk bertransaksi langsung dengan merchant lokal NTB. Langkah ini diyakini mampu mendongkrak omzet pelaku UMKM dan mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah.

Dukungan Penuh dari Pemprov NTB
Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, yang membuka langsung acara tersebut, menyampaikan apresiasi mendalam kepada BI NTB atas konsistensinya. Ia menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus berjalan beriringan memajukan ekonomi kreatif.
“Jaga kualitas produk, kuasai digital, dan berani go global,” pesan Lalu Muhamad Iqbal kepada para pelaku UMKM yang tampil di ajang tersebut.
Senada dengan Gubernur, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Hario K. Pamungkas, menegaskan bahwa KK-NTB 2026 bukan sekadar pameran kosmetik atau ajang promosi musiman.
“Melalui Karya Kreatif NTB 2026, kami berharap UMKM NTB semakin berkembang, mampu memperluas pasar, meningkatkan daya saing, serta menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan,” pungkas Hario.
Acara pembukaan ini turut dihadiri oleh jajaran penting seperti Kepala Koordinator BI Provinsi Balinusra Achris Sarwani, Sekda Provinsi NTB, Ketua Dekranasda NTB, perwakilan OJK, hingga kepala OPD setempat. Selama tiga hari, pengunjung disuguhkan berbagai agenda menarik mulai dari bazar kuliner, talkshow, business matching perbankan, hingga parade tenun dan fashion show. (r/fan)






