Giri Menang (ekbisntb.com) – Pemerintah Kabupaten Lombok Barat (Pemkab Lobar) tahun 2026 ini menangani puluhan titik ruas jalan dan jembatan yang tersebar di berbagai wilayah strategis, mulai dari kawasan Sekotong hingga Gunungsari. Pembangunan infrastruktur ini menindaklanjuti instruksi dari Bupati Lobar H. Lalu Ahmad Zaini (LAZ) yang memprioritaskan infrastruktur jalan sebagai penggerak roda ekonomi daerah.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PUPRPKP) Lobar, Lalu Ratnawi, mengungkapkan, tahun ini pemerintah telah memetakan belasan titik jalan yang akan ditingkatkan statusnya menjadi jalan hotmix. Peningkatan kualitas aspal ini mencakup wilayah-wilayah yang selama ini menjadi jalur vital bagi masyarakat.
“Atas arahan dan instruksi Bupati, memang beliau memprioritaskan infrastruktur jalan. Di tahun ini, yang akan kita hotmix atau lakukan peningkatan jalan ada sekitar belasan titik,” ujarnya, Jumat (8/5/2026).
Beberapa titik yang menjadi fokus utama di antaranya adalah kawasan Sekotong 2, jalur Mareje-Kambeng, hingga wilayah Kuripan. Selain itu, pengerjaan tahap kedua juga dilakukan di jalur Terong Tawah hingga mencapai Puskesmas Labuan Tereng. Titik lain yang juga masuk dalam daftar pengerjaan adalah Bagik Polak Datar serta Banyumulek.
Selain melakukan peningkatan jalan baru dengan aspal hotmix, Pemkab Lobar juga memberikan perhatian khusus pada jalan-jalan yang mengalami kerusakan ringan hingga sedang. Metode overlay atau tambal sulam diterapkan pada puluhan ruas jalan untuk memastikan keamanan pengendara tetap terjaga. Setidaknya terdapat 25 hingga 30 titik ruas jalan yang masuk dalam program pemeliharaan ini.
“Alhamdulillah tahun ini Bapak Bupati sangat concern untuk infrastruktur, sehingga kami mendapatkan anggaran pemeliharaan untuk overlay jalan sekitar Rp2 miliar,” jelas Ratnawi.
Salah satu titik penting yang juga akan menerima perbaikan hotmix sepanjang 1,5 kilometer adalah kawasan Gunungsari. Secara keseluruhan, total anggaran yang digelontorkan untuk infrastruktur jalan dan jembatan pada tahun ini mencapai angka kurang lebih Rp90 miliar.
Tidak hanya jalan, infrastruktur jembatan juga menjadi prioritas yang tidak terpisahkan. Salah satu proyek besar yang menyedot perhatian adalah pembangunan Jembatan Prengge dengan anggaran mencapai Rp7 miliar. Jembatan Kambeng serta beberapa titik jembatan lainnya juga masuk dalam daftar penanganan guna memperlancar aktivitas sosial dan ekonomi warga.
Lalu Ratnawi juga menekankan bahwa penanganan infrastruktur ini tidak terbatas pada akses transportasi semata, tetapi juga menyentuh aspek mitigasi bencana. Melalui bidang Sumber Daya Air (SDA), pemerintah mengalokasikan sekitar Rp15 miliar untuk pembangunan talud dan perbaikan saluran irigasi guna mengantisipasi banjir dan tanah longsor.
“Kami lakukan penolutan dan perbaikan-perbaikan saluran irigasi yang ada, belajar dari pengalaman pasca banjir kemarin di titik-titik seperti Labuan Tereng, Gunungsari, Sekotong. Tujuannya agar masyarakat terbebas dari ancaman longsor,” tambahnya. Disamping itu penataan kawasan kuliner dan penyediaan air minum melalui bidang Cipta Karya, diupayakan tahun ini. (her)






