Monday, May 4, 2026
26.5 C
Mataram
HomeBerandaSektor Pertanian Kurang Diminati Generasi Muda

Sektor Pertanian Kurang Diminati Generasi Muda

Bima (Suara NTB) – Regenerasi petani di Kabupaten Bima menghadapi ancaman serius. Pekerjaan informal ini cendrung digeluti oleh orang tua. Sementara, generasi muda tidak memiliki minat bekerja di sektor pertanian. Siklus pendapatan yang tidak menentu dinilai menjadi penyebab utama.

Data Sensus Pertanian 2023 menunjukkan, petani nasional masih didominasi usia 43–58 tahun sebesar 42,39 persen, disusul kelompok 59–77 tahun 27,61 persen. Sementara usia 19–39 tahun hanya 21,93 persen. Di Nusa Tenggara Barat, petani milenial tercatat 30,37 persen dari total 742.343 petani, dengan sekitar 34.865 orang berada di Kabupaten Bima.

- Iklan -

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Bima, Ir. H. Muhammad Natsir, menilai kondisi ini berkaitan erat dengan belum menjanjikannya pola pendapatan di sektor pertanian. “Kalau tidak dipoles dalam kerangka itu (jaminan pendapatan berkelanjutan) sulit kita menarik milenial dalam dunia pertanian atau pangan,” ujarnya pekan kemarin.

Ia menegaskan, sistem pertanian yang bergantung pada siklus panen tiga hingga empat bulan membuat generasi muda enggan terjun. Karena itu, Distanbun menyiapkan desain baru agar petani memiliki pemasukan lebih rutin
Diawal upaya tersebut difokuskan pada peningkatan produktivitas lahan. Ia menargetkan produksi 7–10 ton per hektare melalui penguatan kesuburan tanah berbasis teknologi, termasuk pemanfaatan material sintetis dari oksidasi silika yang dapat diproduksi secara lokal.

“Dengan peningkatan produktivitas tersebut, nilai tukar petani diharapkan meningkat dan berdampak langsung pada kesejahteraan,” katanya.

Selain itu, skema pertanian terpadu mulai disiapkan dengan mengintegrasikan usaha tani, peternakan, dan perikanan darat. Salah satu model yang didorong adalah peternakan ayam petelur skala rumah tangga untuk menopang pendapatan harian.

Untuk memperkuat implementasi, pihaknya merencanakan menyiapkan pelatihan bagi petani, terutama generasi muda dalam penguasaan teknologi dan manajemen usaha. Kolaborasi lintas sektor juga dibuka guna memperkuat ekosistem pertanian terpadu.

“Langkah awal ini diharapkan mampu menjawab persoalan regenerasi petani sekaligus meningkatkan daya tarik sektor pertanian sebagai sumber pekerjaan dan pendapatan yang berkelanjutan,” tutupnya. (hir)

IKLAN

Artikel Yang Relevan

IKLAN


Terkait Berdasarkan Kategori

Jelajahi Lebih Lanjut