Mataram (Suara NTB) – DAMRI Cabang Mataram memastikan kesiapan hampir penuh dalam mendukung layanan transportasi jemaah haji Embarkasi Lombok Tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi. Sebanyak 10 unit bus utama serta dua truk box disiapkan untuk melayani mobilisasi jemaah dari Asrama Haji menuju Bandara Internasional Lombok.
General Manager DAMRI Cabang Mataram, Zuryani, mengatakan seluruh persiapan operasional telah mencapai 99 persen dan saat ini memasuki tahap finalisasi, termasuk pemeriksaan kesehatan bagi seluruh petugas angkutan haji.
“Untuk angkutan haji alhamdulillah 99 persen sudah selesai. Hari ini kami melaksanakan pemeriksaan kesehatan untuk tim-tim petugas haji dari Cabang Mataram,” ujarnya, Senin (20/4/2026) di kantornya.
Menurutnya, aspek keselamatan menjadi perhatian utama dalam penyelenggaraan transportasi jemaah haji tahun ini. Seluruh armada yang ditugaskan telah menjalani ramp check atau pemeriksaan kelayakan kendaraan secara menyeluruh.
“Bus yang kami siapkan sudah mendapat ramp check keseluruhan oleh tim kami, termasuk petugas-petugasnya juga harus memiliki legalitas sehat untuk melaksanakan angkutan haji,” katanya.
Zuryani menjelaskan, jumlah kloter jemaah haji Embarkasi Lombok tahun ini meningkat dibanding tahun sebelumnya. Jika sebelumnya hanya melayani 10 kloter, tahun ini bertambah menjadi 15 kloter.
“Untuk angkutan jemaah haji ini memang dari tahun sebelumnya ada kenaikan. Yang tadinya pelaksanaannya hanya 10 kloter, tahun ini sampai 15 kloter,” jelasnya.
Total jemaah haji yang akan dilayani mencapai 5.805 orang, termasuk petugas pendamping. Dengan peningkatan jumlah jemaah tersebut, DAMRI menambah kesiapan armada dan personel pendukung.
Setiap kloter diperkirakan berisi sekitar 393 jemaah. Untuk mendukung kebutuhan itu, disiapkan sembilan bus reguler dan satu bus cadangan di setiap keberangkatan.
Menurutnya, DAMRI bertanggung jawab melayani rute utama dari Asrama Haji NTB menuju Bandara Internasional Lombok sebagai bagian dari penugasan nasional dalam mendukung kelancaran ibadah haji.
Sementara untuk penjemputan jemaah dari kabupaten/kota menuju Asrama Haji, sebagian dilakukan melalui kontrak pemerintah daerah masing-masing.
“Kalau pengantaran jamaah haji dari dari Asrama Haji ke bandara, dan baliknya nanti, itu penugasan nasional. Kalau dari daerah seperti Lombok Timur, Lombok Barat, Lombok Tengah, dan Kota Mataram, itu ada yang dikontrak pemerintah daerah,” terangnya.
Zuryani menambahkan, untuk memberikan kenyamanan kepada calon jemaah, DAMRI menyiapkan armada dengan spesifikasi khusus. Salah satunya, bus yang digunakan telah dilengkapi fasilitas toilet.
“Jenis bus harus ada toilet. Kita pakai itu karena kita khawatir apabila tiba-tiba calon jemaah ingin ke toilet, sudah tersedia di dalam bus,” kata Zuryani.
Meski jarak tempuh dari Asrama Haji ke bandara relatif singkat, fasilitas tersebut dinilai penting mengingat proses naik penumpang dan sterilisasi kendaraan membutuhkan waktu.
Setelah jemaah masuk ke dalam bus, kendaraan akan disegel dan steril sesuai prosedur keberangkatan. Hanya sopir dan jemaah yang diperbolehkan berada di dalam armada.
Selain armada, DAMRI juga menyiapkan pengemudi berpengalaman yang telah diseleksi khusus. Para sopir diwajibkan mampu bekerja dalam tim dan memahami standar pelayanan jemaah.
“Kami membentuk tim yang solid. Driver yang paling depan harus bisa berkoordinasi dengan yang di belakang,” ujarnya.
Untuk menjamin kelancaran perjalanan, DAMRI juga berkoordinasi dengan kepolisian guna mendapatkan pengawalan khusus dari Patroli Jalan Raya (PJR).
“Kami juga sudah koordinasi dengan tim PJR untuk mendapatkan pengawalan khusus,” tambahnya.
Ia berharap seluruh rangkaian layanan angkutan haji tahun ini dapat berjalan aman, lancar, nyaman, dan berkeselamatan.
“Harapan kami jemaah haji merasa nyaman mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, baik dari asrama haji sampai pengantaran ke bandara. Semoga calon jemaah haji dari proses keberangkatan dan kepulangan berjalan lancar dan mendapat haji yang mabrur dan mabruroh,” tandasnya.(bul)






