Wednesday, April 8, 2026
26.5 C
Mataram
HomeBerandaPerang Timur Tengah Bikin Wisatawan Dubai Eksodus ke Bali, NTB Dapat Apa?

Perang Timur Tengah Bikin Wisatawan Dubai Eksodus ke Bali, NTB Dapat Apa?

Mataram (ekbisntb.com) – Gejolak konflik di kawasan Timur Tengah memicu pergeseran arus wisata global. Sejumlah wisatawan dari Dubai dilaporkan mulai melirik destinasi alternatif yang lebih aman, termasuk Bali akibat perang yang dilakukan oleh AS dan Israel ke Iran. Namun, pertanyaannya: apakah momentum ini juga akan berdampak signifikan bagi Nusa Tenggara Barat, khususnya Lombok?

Ketua Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Mataram, Dr. Halus Mandala, M.Hum, menilai situasi ini justru lebih banyak menghadirkan tantangan ketimbang peluang bagi daerah.

- Iklan -

“Kalau dilihat sepintas, kita berharap ada peluang karena kawasan Teluk sedang tidak aman, sehingga wisatawan mencari alternatif ke Bali atau Lombok. Tapi kenyataannya, peluang itu tidak mudah ditangkap,” ujarnya, Selasa, 7 April 2026.

Menurutnya, peningkatan kunjungan wisatawan Timur Tengah memang mulai terasa di Bali. Namun, dampaknya ke Lombok belum terlihat signifikan. Selama ini, kata dia, wisatawan dari negara-negara Arab belum menunjukkan tren peningkatan berarti ke NTB.

“Pengalaman selama ini, kunjungan wisatawan Timur Tengah ke Lombok masih rendah. Itu yang menjadi kekhawatiran kita,” katanya.

Ia menjelaskan, salah satu penyebabnya adalah faktor pengalaman wisata yang ditawarkan. Wisatawan, khususnya dari Timur Tengah, cenderung mencari sesuatu yang berbeda dan spektakuler dari keseharian mereka.

“Wisatawan itu ingin pengalaman yang lain dari yang lain. Sementara Lombok sering dianggap tidak terlalu berbeda dengan lingkungan mereka, terutama karena sama-sama berbasis budaya muslim,” jelasnya.

Berbeda dengan kawasan seperti Puncak di Jawa Barat yang menawarkan suasana dan pengalaman unik, Lombok dinilai masih perlu mengembangkan diferensiasi produk wisata agar lebih menarik bagi pasar Timur Tengah.

Karena itu, Halus menekankan pentingnya riset pasar untuk memahami preferensi wisatawan dari kawasan tersebut. NTB didorong untuk tidak hanya mengandalkan potensi yang ada, tetapi juga menciptakan paket wisata baru yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

“Kita harus cari tahu apa yang mereka inginkan di luar kebiasaan mereka. Itu yang harus kita jual,” tegasnya.

Di sisi lain, momentum eksodus wisatawan dari kawasan konflik dinilai tetap bisa dimanfaatkan. NTB perlu lebih agresif melakukan promosi, termasuk menegaskan aspek keamanan dan kedekatan akses dengan Bali.

“Kita harus manfaatkan peluang ini. Sampaikan bahwa Lombok aman, dekat dengan Bali, dan punya alternatif destinasi yang menarik,” ujarnya.

Namun, tantangan lain juga muncul dari kebijakan pemerintah yang memperbolehkan maskapai menaikkan harga tiket pesawat hingga 9–13 persen. Kenaikan ini dinilai dapat menekan minat wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.

“Dengan harga sekarang saja kita sudah relatif mahal dibanding destinasi lain. Kalau naik lagi, tentu akan semakin berat,” katanya.

Ia menambahkan, mengandalkan wisatawan domestik juga tidak mudah di tengah kondisi ekonomi yang fluktuatif. Karena itu, strategi menarik wisatawan mancanegara, termasuk dari Timur Tengah, menjadi semakin penting.

“Ini yang harus jadi perhatian serius. Kita tidak bisa hanya berharap, tapi harus benar-benar menyiapkan strategi yang tepat,” tandasnya.(bul)

IKLAN

Artikel Yang Relevan

IKLAN





Terkait Berdasarkan Kategori

Jelajahi Lebih Lanjut