Dompu (Suara NTB) – Pemerintah Kabupaten Dompu menggelar kegiatan Karnaval Budaya dalam rangka Hari Jadi Dompu ke 211, Rabu (1/4) sore. Kegiatan karnaval yang mengambil titik awal di RTH Karijawa hingga Jalan Soekarno Hatta depan kantor Dinas Dukcapil Dompu ini, sempat diguyur hujan deras. Kendati demikian, karnaval itu sebagai simbol kebersamaan masyarakat Dompu.
Kegiatan ini diikut oleh peserta dari perwakilan perangkat daerah, kecamatan, sekolah, paguyuban dan kelompok masyarakat budaya yang ada di Kabupaten Dompu. Sebanyak 52 peserta yang terlibat dan mengenakan pakaian adat masing–masing. Ada yang hadir dengan pakaian adat Dompu, Sasak, Bali, Jawa, Minang, dan Flabomora NTT.
Namun derasnya hujan, hanya sebagian peserta yang sampai pada titik finis. Kendati demikian, peserta yang sudah mempersiapkan diri tetap tampil di tengah guyuran hujan dan menampilkan atraksi budayanya di hadapan Bupati Dompu, Kajari Dompu dan pimpinan perangkat daerah bersama pejabat lainnya.
Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Dompu, Zaenal Afrodi, M.Si., menyampaikan karnaval budaya ini sebagai simbol kebersamaan masyarakat Dompu yang terdiri dari berbagai etnik budaya yang ada di Indonesia.
“Perayaan ini sebagai simbol kebersamaan semua etnik yang ada di Kabupaten Dompu. Tidak hanya mengusung budaya lokal Dompu, tetapi budaya–budaya etnik yang sudah tumbuh dan berkembang bersama masyarakat di Kabupaten Dompu,” ungkap Zaenal Afrodi.
Ia pun menyampaikan apresiasi atas kebersamaan semua etnik budaya yang turut berpartisipasi dalam kegiatan karnaval budaya. Kendati diguyur hujan, tidak menyurutkan semangat peserta untuk menyelesaikan etape. “Situasi hari ini begitu hidmat, karena diiringi rintikan hujan, tapi tidak menyurutkan semangat peserta untuk menyelesaikan etape,” katanya. (ula)






