Wednesday, April 1, 2026
26.5 C
Mataram
HomeBerandaImbas Perang, Banyak Jemaah Umrah Asal Lotim Terjebak di Arab Saudi

Imbas Perang, Banyak Jemaah Umrah Asal Lotim Terjebak di Arab Saudi

Selong (ekbisntb.com) – Konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel berdampak luas hingga ke jemaah umrah asal Lombok Timur (Lotim). Banyak di antara mereka yang belum bisa pulang ke Tanah Air karena terhambat masalah tiket dan rute penerbangan yang terpaksa dialihkan karena tidak aman.

Pemilik Zara Tour and Travel, TGH. Muzayyin, mengungkapkan bahwa para jemaah tersebut sebenarnya sudah menyelesaikan pembayaran tiket. Namun, tiket yang dipegang bukanlah rute langsung Jeddah-Jakarta, melainkan transit di sejumlah negara seperti Dubai, Singapura, hingga Brunei Darussalam.

- Iklan -

“Mereka banyak yang meminta tolong kepada saya agar dibantu pulang,” ujar TGH Muzayyin saat dihubungi media, Selasa (31/3/2026).

Khusus untuk jemaah Zara Tour Travel dipastikan TGH Muzayyin tidak ada masalah karena pengembangan langsung dan semua bisa langsung pulang sesuai batas waktu yang telah dijadwalkan

Menurutnya, jalur transit via Dubai menjadi tidak aman akibat situasi perang. Rute yang relatif aman saat ini hanya penerbangan langsung Jeddah–Jakarta. Namun, tiket langsung tersebut harganya melonjak drastis.

“Kalau Saudi Arabia Airline Rp 23 juta, kalau Garuda bisa mencapai Rp 25 juta karena terbatasnya tiket. Itulah yang menyebabkan kepulangan jemaah tertunda. Bukan tidak bisa pulang, tetap bisa pulang asal ada biaya,” jelasnya.

TGH Muzayyin menambahkan, kondisi keuangan jemaah menjadi kendala utama. Karena tiket sebelumnya dibatalkan maskapai, mereka harus merogoh kocek lagi di tengah situasi darurat. Akibatnya, banyak jemaah yang terpaksa mencari apartemen murah sekitar Rp500 ribu per malam dan menanggung biaya makan minum sendiri, sambil menunggu kiriman uang dari keluarga di Lombok.

“Mereka yang paket murah, transit ke Singapura, Brunei, atau Dubai, itulah yang kelihatannya terlantar. Tapi jemaah dari travel saya, alhamdulillah, semuanya pulang aman. Bahkan ada yang datang lagi,” tegasnya.

Dia mencontohkan, pada 22 dan 23 Maret lalu, 109 orang jemaahnya berhasil dipulangkan langsung via Garuda rute Jeddah–Jakarta dengan selamat. Sedangkan rencana keberangkatan baru dari Lombok pada 1 April 2026 sebanyak 250 orang juga dipastikan aman.

Salah satu pihak keluarga jemaah umrah asal Sakra mengakui terpaksa mengirimkan dana setiap bulan kepada jemaah yang masih di Arab Saudi untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Lombok Timur, H. Makkinuddin, mengakui ada informasi mengenai warga Lotim yang tertunda akibat perang.

“Itu memang ada yang tertunda, pengaruh perang kemarin. Tapi datanya belum kami lihat secara pasti, orangnya siapa, dari travel mana, belum ada laporan resmi ke kami,” ujarnya.

Makkinuddin menambahkan, Pemerintah Arab Saudi telah memberikan kelonggaran terkati masa tinggal jemaah umrah, namun batas akhir tetap 18 April 2026 karena akan dimulainya musim haji.

Pemerintah pusat sudah berkomunikasi dan mengondisikan langkah-langkah. Untuk persiapan haji 2026 di Lombok Timur sendiri, insya Allah berjalan normal, visa haji hampir 100 tercetak dan dihadapkan terlaksana sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. (rus)

IKLAN

Artikel Yang Relevan

IKLAN





Terkait Berdasarkan Kategori

Jelajahi Lebih Lanjut