26.5 C
Mataram
HomeBerandaSerap Ribuan Tenaga Kerja, MBG di Lotim Diklaim Mampu Gerakkan Ekonomi

Serap Ribuan Tenaga Kerja, MBG di Lotim Diklaim Mampu Gerakkan Ekonomi

Selong (ekbisntb.com) – Kehadiran program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) diyakini mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat. Pasalnya, program yang mengoperasikan lebih dari 200 dapur di 255 desa dan kelurahan se-Lotim ini telah menyerap ribuan tenaga kerja lokal.

Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Lombok Timur, H. Moh. Edwin Hadiwijaya, saat melaksanakan Safari Ramadan di Desa Teko, Kecamatan Pringgabaya, Kamis malam (12/3/2026). Ia memaparkan bahwa program MBG memberikan dampak ekonomi yang signifikan, terutama dari sisi penyerapan tenaga kerja dan perputaran uang di masyarakat.

“Lima puluh orang di dapur itu sudah terserap. Tenaga kerja lebih dari 10.000 orang, gajinya rata-rata minimal Rp2,4 juta per bulan. Itu uang yang beredar di masyarakat kita dari Pemerintah Pusat,” ujar Edwin.

Ia menambahkan, perputaran uang tidak hanya berasal dari gaji para pekerja dapur, tetapi juga dari pembelian bahan pokok untuk keperluan program. Setiap harinya, dapur-dapur tersebut membelanjakan uang untuk membeli bahan makanan senilai delapan hingga sepuluh ribu rupiah per porsi, belum lagi untuk kebutuhan bahan lainnya dan jaringan pendukung.

Wabup Edwin menekankan pentingnya peran desa dalam rekrutmen tenaga kerja untuk dapur MBG. Pihaknya mewajibkan agar pengelola dapur merekrut tenaga kerja dari desa setempat, dengan kuota minimal 30 persen dari total kebutuhan.

“Kalau yang dibutuhkan standarnya 47 orang, berarti 30 persennya itu 15 orang dari masyarakat desa. Yang saya sebut tadi, mereka yang paling bawah, yang miskin. Ketika dia bekerja di dapur, gajinya sudah di atas UMR. Berarti dia keluar dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), tidak berhak lagi menerima bantuan,” jelasnya.

Kondisi ini, menurut Edwin, membuka peluang bagi desa untuk mengusulkan masyarakat miskin lainnya agar masuk dalam DTKS dan menerima bantuan sosial. Ia menilai skema ini sebagai salah satu dampak paling spektakuler dari program pemerintah pusat tersebut.

Wakil Bupati juga mengungkapkan besarnya nilai anggaran yang digelontorkan untuk program serupa di tingkat provinsi. “Yang diborong pemerintah pusat itu, kalau tidak salah tiga provinsi, satu pesawat itu sehari Rp1,2 juta,” ungkapnya.

Oleh karena itu, ia mengajak semua pihak, terutama tokoh agama dan pejabat daerah, untuk bersama-sama mengamankan program MBG. “Kita berkepentingan, karena jumlah penduduk kita paling besar di kawasan timur, sekitar 500 ribu jiwa lebih. Program ini harus kita kawal agar terus berjalan dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat Lotim,” pungkasnya.

Sebelumnya Bupati Lotim, H. Haerul Warisin menyebut pada tahun 2025 lalu, pertumbuhan ekonomi NTB mencapai 6 persen. Angka ini diatas raga data nasional. Hal ini jelas salah satu penyebabnya karena geliat ekonomi cukup bagus di tengah masyarakat Lotim. (rus)

Artikel Yang Relevan

IKLAN




Terkait Berdasarkan Kategori

Jelajahi Lebih Lanjut