26.5 C
Mataram
BerandaBerandaFestival Rimpu Mantika Masuk KEN 2026

Festival Rimpu Mantika Masuk KEN 2026

Kota Bima (ekbisntb.com) – Festival Rimpu Mantika kembali masuk dalam Kalender Event Nusantara (KEN) tahun 2026. Kegiatan budaya ini dijadwalkan akan berlangsung pada 25–27 April 2026 di Kota di Halaman Asi Mbojo, bekas Istana Kesultanan Bima sebagai venue utama.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Bima, H.Sukarno, S.H., menyampaikan bahwa Festival Rimpu Mantika kembali masuk dalam KEN 2026 dan menjadi momentum penting bagi promosi budaya dan pariwisata daerah.

“Makna dan dampaknya, budaya lokal semakin dihargai, ekonomi masyarakat bergerak, dan identitas Kota Bima semakin kuat di tingkat regional maupun nasional sebagai kota yang maju tanpa meninggalkan karakteristik budaya,” ujarnya, Rabu, 5 Maret 2026.

Festival Rimpu Mantika dikenal sebagai agenda budaya yang mengangkat pawai rimpu, tradisi busana khas perempuan Bima yang menggunakan kain tenun sebagai penutup kepala dan tubuh. Pawai tersebut menjadi simbol identitas dan kebanggaan masyarakat Bima serta representasi nilai budaya lokal yang diwariskan secara turun-temurun.

Selain pawai rimpu, festival juga menghadirkan ragam kuliner tradisional Bima yang jarang ditemukan dalam keseharian masyarakat. Beberapa kuliner tersebut biasanya hanya disajikan dalam prosesi adat atau ritual tertentu, seperti uta mbeca sako, karawiti, hingga pangaha bunga. Kehadiran kuliner tradisional ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan budaya Bima kepada masyarakat luas dan wisatawan.

Pada penyelenggaraan tahun 2026, pemerintah daerah juga menyiapkan sejumlah penguatan konsep festival. Salah satunya dengan melibatkan pihak eksternal dalam manajemen acara.

“Pelibatan pihak eksternal akan semakin kuat. Ketua STIE Bima, Dr. Firdaus akan diminta kesediaannya menjadi ketua panitia sekaligus direktur tim teknis manajemen event,” jelasnya.

Pemanfaatan Asi Mbojo, bekas Istana Kesultanan Bima, sebagai lokasi utama festival juga diharapkan dapat mengoptimalkan potensi sejarah dan budaya daerah sebagai daya tarik wisata.

Selain itu, panitia menargetkan kehadiran diaspora Bima yang berada di berbagai daerah di Indonesia maupun di luar negeri.

“Diaspora Bima di seluruh Indonesia, juga di luar negeri, menjadi target undangan untuk hadir, khususnya sebagai peserta pawai Rimpu Mantika,” katanya.

Pada hari ketiga festival tepatnya tanggal 27 April 2026, panitia juga merencanakan kegiatan city tour berbayar bagi peserta dan tamu yang hadir. Program ini akan dikelola bekerja sama dengan biro perjalanan wisata di Bima.
“Peserta akan diajak bernostalgia di sejumlah spot wisata dalam kota serta menikmati santapan kuliner tradisional Bima,” ujarnya.

Dikatakan, untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan, pemerintah daerah juga mengupayakan supervisi dan pendampingan dari lembaga yang memiliki kompetensi di bidang manajemen event dan pariwisata.

“Supervisi dan pendampingan terbuka akan diajukan, baik secara offline maupun online, kepada lembaga yang memahami manajemen wisata, seperti Politeknik Pariwisata Lombok dan Asia Pacific Institute for Event Management (APIEM) di Inggris,” tambahnya.

Sejumlah konsep kegiatan lain akan diumumkan setelah struktur panitia dan tim manajemen event terbentuk serta melakukan rapat teknis penyelenggaraan festival. (hir)

Artikel Yang Relevan

IKLAN



Terkait Berdasarkan Kategori

Jelajahi Lebih Lanjut