26.5 C
Mataram
BerandaBerandaBupati Jarot Pastikan Proyek Rp1,3 Triliun Terealisasi

Bupati Jarot Pastikan Proyek Rp1,3 Triliun Terealisasi

Sumbawa Besar (ekbisntb.com) – Bupati Kabupaten Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, memastikan proyek Integrated Poultry Industry (Budidaya Unggas Terintegrasi) di Balai Pembibitan dan Hijauan Makanan Ternak (BPHMT) di Desa Serading, Kecamatan Moyo Hilir segera terealisasi.

“Jadi, berdasarkan jadwal tentatif rencananya tanggal 29 Januari akan dilakukan groundbreaking dan kami sudah siapkan yang berhubungan dengan persiapan lahan tinggal kita menunggu kepastian,” kata Haji Jarot kepada wartawan, Kamis (22/1/2026).

Haji Jarot melanjutkan, pemerintah pada prinsipnya sudah sangat siap termasuk lahan seluas 10-12 hektar maupun di lahan provinsi seluas 41 hektare juga tidak ada kendala. Penyiapan lahan itu dilakukan sebagai komitmen pemerintah dalam mendukung program strategis nasional (PSN) di daerah.

“Jadi, ada lima provinsi yang ditetapkan sebagai lokasi proyek yakni Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, Jawa Timur, Lampung, dan Nusa Tenggara Barat (NTB) sehingga harus kita dukung,” ujarnya.

Haji Jarot tidak menampik untuk mendapatkan program tersebut butuh perjuangan yang cukup berat. Karena banyak daerah yang ingin mendapatkan program ini, ia pun sangat bersyukur Sumbawa masih menjadi lokasi dengan poin tertinggi untuk merealisasikan program tersebut.

“Sumbawa masih dalam list pertama untuk mendapatkan program tersebut. Kami pun memastikan bahwa orang yang bekerja nantinya merupakan putra/putri terbaik Sumbawa,” ucapnya.

Kehadiran proyek ini bukan hanya menjadi kebanggaan daerah, tetapi membuka peluang besar bagi penguatan ketahanan pangan dan peningkatan nilai tambah sektor peternakan. Selain itu, sektor ini menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat lokal termasuk pengusaha baru.

“Konsep terintegrasi dari hulu ke hilir kami berharap proyek ini mampu mendorong efisiensi produksi, stabilitas pasokan, dan daya saing industri unggas nasional,” timpalnya.

Haji Jarot menjelaskan, khusus di Provinsi NTB, proyek Integrated Poultry Industry akan dikembangkan sebanyak 16 unit dengan total nilai investasi mencapai Rp1,37 triliun. Dari 16 unit itu, empat unit berada di Sumbawa dan menjadi salah satu daerah dengan kontribusi terbesar dalam pengembangan industri unggas terintegrasi.

“Salah satu unit strategis tersebut berlokasi di kawasan BPHMT di desa Serading yang kini sudah mulai kita lakukan persiapan lahan jelang pelaksanaan ground breaking,” ujarnya.

Pemkab Sumbawa akan memberikan dukungan penuh, baik dari aspek perizinan, kesiapan lahan, hingga koordinasi lintas perangkat daerah,sehingga pelaksanaan proyek ini bisa berjalan lancar dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

“Kami sangat bersyukur Sumbawa masuk dalam proyek tersebut. Ini juga akan mengukuhkan peran Sumbawa sebagai salah satu pusat pengembangan peternakan unggas terintegrasi di Indonesia Timur,” tukasnya. (ils)

Artikel Yang Relevan

IKLAN


Terkait Berdasarkan Kategori

Jelajahi Lebih Lanjut