Selong (ekbisntb.com) – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur (Lotim) terus mendorong percepatan pengentasan kemiskinan ekstrem. Salah satu strategi nyata adalah dengan memperbaiki rumah tidak layak huni (RTLH) menjadi rumah layak huni melalui kolaborasi dengan dunia perbankan dan lembaga zakat.
Bupati Lotim, H. Haerul Warisin secara simbolis menyerahkan 73 kunci rumah yang telah direhabilitasi kepada warga penerima manfaat. Bantuan ini merupakan hasil sinergi antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab), Corporate Social Responsibility (CSR) Bank NTB Syariah, dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Lotim dan Baznas NTB. Dari total 73 unit, 50 paket berasal dari CSR Bank NTB Syariah dan 23 unit dari Baznas Lotim.
Ia mengungkapkan, masalah RTLH di Lotim masih besar, dengan data mencapai sekitar 20 ribu unit yang tersebar di 21 kecamatan. Oleh karena itu, pemkab aktif berharap sebenarnya bisa menyentuh 3-4 ribu unit per tahun.
Untuk membangun Lotim, Bupati menyatakan tidak bisa berdiam diri dengan hanya menunggu. Saat datang ke kantor Kementerian Perumahan di Jakarta, Wamen Fahri Hamzah mengakui data perumahan dari Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Lotim adalah yang paling bagus secara nasional. Bantuan 3-4 ribu rehab rumah tidak layak huni diharapkan dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman.
Namun, dengan alasan Indonesia sedang dilanda musibah di Sumatra sehingga belum bisa terpenuhi dari target 3 juta perbaikan rumah se-Indonesia. Baznas Lotim diharapkan bisa sebagai solusi.
Baznas selain berikan bantuan modal. Diberikan juga bantuan untuk iuran kepesertaan BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan. BPJS ini diyakinkan Bupati memiliki manfaat yang sangat besar.
Ketua Baznas Lotim, H. Muhammad Kamli, menyatakan bahwa lembaganya berperan sebagai perpanjangan tangan pemerintah dalam kegiatan sosial, kemanusiaan, dan keagamaan.
“Atas kerja sama dan sharing dengan Pemkab dan Pemerintah Provinsi, kita bisa menangani kemiskinan ekstrem dengan membangun rumah layak huni. Selain rehab rumah, dalam program ini kita juga menyerahkan 20 paket gerobak siap pakai dan suntikan modal usaha senilai Rp1,5 juta untuk setiap penerima,” jelas Kamli.
Ia menegaskan komitmen untuk memastikan tidak ada lagi warga Lotim yang tidur di bawah rintik air hujan. “Apa yang dititipkan muzakki (pembayar zakat) di Baznas akan disalurkan tepat sasaran kepada delapan asnaf (golongan penerima zakat),” tambahnya.
Wakil Ketua I Baznas Provinsi NTB, Dr. Lalu Muhyi Abidin, menyoroti pentingnya peran kepala daerah dalam pengembangan zakat.
“Kami yakin zakat di NTB akan terus berkembang karena semua kepala daerah sangat bergairah dan akomodatif. Bupati dan Gubernur adalah bagian terpenting. Ketika mereka akomodatif mendorong masyarakat berzakat, itulah pelaksanaan kepemimpinan yang sesungguhnya,” papar Abidin.
Ia juga mengapresiasi kedisiplinan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Lotim dalam membayar zakat. “Zakat yang dikumpulkan secara kolektif melalui lembaga akan berdampak besar untuk pengentasan kemiskinan. Sedikit demi sedikit, jika dikumpulkan akan menjadi besar,” pungkasnya.
Kolaborasi multipihak ini menjadi harapan baru bagi percepatan penuntasan RTLH dan pengurangan kemiskinan ekstrem di Lombok Timur. Program ini juga menjadi bukti konkret pemanfaatan dana sosial keagamaan dan CSR untuk pembangunan berkelanjutan. (rus)






