Lombok (ekbisntb.com) – Perum Bulog Wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) terus memperluas akses masyarakat terhadap beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dengan menjual langsung di gudang Bulog yang tersebar di 16 titik di kabupaten dan kota se-NTB.

“Beras SPHP juga dijual di 16 titik gudang Bulog yang ada di setiap kabupaten/kota, jadi masyarakat lebih mudah untuk mendapatkannya,” kata Sri Muniati, Pimpinan Wilayah Perum Bulog NTB, Sabtu, 19 Juli 2025.

Menurut Sri Muniati, penjualan beras SPHP di gudang-gudang Bulog ini berlangsung sejak bulan Juli hingga Desember 2025, setiap hari kerja dengan jam operasional pukul 08.00 hingga 17.00 WITA.
Untuk memastikan distribusi merata, Bulog membatasi pembelian maksimal dua karung per orang dalam satu kali transaksi.
“Setiap orang bisa membeli maksimal dua karung. Ini untuk menghindari penimbunan dan memastikan semua masyarakat bisa memperoleh beras dengan harga terjangkau,” jelasnya.
Harga beras SPHP yang dijual langsung di gudang Bulog tetap mengacu pada harga eceran tertinggi (HET), yakni Rp12.500 per kilogram atau Rp60.000 per kemasan 5 kg.
“Harga tetap sama seperti di pasaran dan outlet resmi, yaitu Rp60 ribu per 5 Kg. Ini agar tidak terjadi disparitas harga dan masyarakat bisa memperoleh bahan pokok dengan harga stabil,” tambahnya.
Penjualan langsung di gudang-gudang Bulog ini, lanjut Sri Muniati merupakan bagian dari upaya pemerintah melalui Perum BULOG untuk menstabilkan pasokan dan harga pangan, sekaligus mencegah kelangkaan di tengah fluktuasi pasar yang kerap terjadi menjelang akhir tahun.
BULOG NTB juga akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan dinas terkait untuk memastikan distribusi SPHP tepat sasaran, termasuk menyasar pasar tradisional, warung pangan, hingga kegiatan pasar murah.
“Kami ingin masyarakat tidak kesulitan mendapatkan beras. Ini bagian dari komitmen kami menjaga ketahanan pangan di NTB,” ujar Sri Muniati.(bul)