HomeADVERTORIALJual Elpiji 3 Kilogram di Atas HET, Pangkalan Terancam Disanksi

Jual Elpiji 3 Kilogram di Atas HET, Pangkalan Terancam Disanksi

Mataram (EKBIS NTB) – Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram menemukan satu pangkalan elpiji 3 kilogram di kawasan Cemara yang menjual gas bersubsidi di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Atas pelanggaran tersebut, pangkalan diberikan teguran dan terancam dikenai sanksi hingga penutupan apabila tidak segera mematuhi ketentuan.

Temuan itu diperoleh saat Disdag melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pangkalan elpiji pada Selasa (28/7/2026).

Kepala Bidang Bahan Pokok dan Penting (Bapokting) Disdag Kota Mataram, Sri Wahyunida, mengatakan pangkalan tersebut menjual elpiji 3 kilogram seharga Rp19.000 per tabung, lebih tinggi dari HET yang telah ditetapkan sebesar Rp18.000 per tabung.

- Advertisement -

“Kami berikan teguran langsung. Pangkalan tidak boleh menjadikan alasan pasokan terbatas untuk menaikkan harga seenaknya tanpa dasar hukum yang jelas,” tegasnya, Rabu (29/7).

Menurut Nida, pihaknya telah berkoordinasi dengan agen yang menaungi pangkalan tersebut. Disdag memberikan waktu selama satu minggu untuk memperbaiki pelanggaran. Jika teguran tersebut tidak diindahkan, pihaknya akan merekomendasikan sanksi yang lebih tegas.

“Bahkan, pangkalan tersebut bisa ditutup melalui agen apabila tetap melanggar ketentuan,” ujarnya.

Ia juga meminta seluruh agen terus menyosialisasikan aturan mengenai HET kepada pangkalan binaannya agar pelanggaran serupa tidak kembali terjadi.

Nida menjelaskan, temuan itu diperoleh dalam kegiatan pengawasan distribusi elpiji 3 kilogram mulai dari tingkat agen hingga pangkalan menjelang peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Pengawasan dilakukan untuk memastikan distribusi berjalan lancar dan harga jual kepada masyarakat tetap sesuai ketentuan.

Meski menemukan pelanggaran harga di salah satu pangkalan, ia memastikan stok dan penyaluran elpiji bersubsidi di Kota Mataram masih dalam kondisi aman.

“Kami turun melakukan pengawasan ke beberapa pangkalan untuk memastikan pasokan menjelang Maulid tetap terjaga,” katanya.

Disdag juga mengantisipasi potensi peningkatan konsumsi elpiji menjelang peringatan Maulid Nabi. Untuk itu, hasil pengawasan lapangan akan dibahas bersama PT Pertamina pada pekan depan, termasuk kemungkinan pengajuan penambahan pasokan atau extra dropping apabila diperlukan.

“Menjelang momen seperti Maulid, kebutuhan masyarakat biasanya meningkat. Hasil sidak ini akan kami bahas bersama Pertamina. Jika diperlukan, kami akan mengoordinasikan pengajuan extra dropping,” pungkasnya. (pan)

Artikel Yang Relevan

IKLAN





Terkait Berdasarkan Kategori

Jelajahi Lebih Lanjut