HomeBerandaMasyarakat Kategori Miskin Ekstrem akan Diberikan Modal Usaha

Masyarakat Kategori Miskin Ekstrem akan Diberikan Modal Usaha


Sumbawa Besar (ekbisntb.com) – Pemerintah Kabupaten Sumbawa telah menyiapkan program khusus untuk mengintervensi masyarakat yang berada di desil 1 dan 2 dengan kategori kemiskinan ekstrem. Di tahap pertama, sekitar 1.000 kepala keluarga (KK) kategori miskin ekstrem akan diintervensi dengan pola pemberdayaan melalui pemberian modal usaha.


“Sasaran utama program ini adalah perempuan, sebab banyak wanita Sumbawa memilih menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI). Program ini menyasar perempuan sehingga mereka tidak perlu keluar rumah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” kata Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan dan Riset Daerah (Bapperida) Kabupaten Sumbawa, Dwi Rahayu Ratih Wulandari, kepada Suara NTB, Kamis (25/6).


Dwi melanjutkan, pola program ini bukan pemberian uang secara langsung dan bukan barang yang langsung jual. Tetapi berupa bibit ikan, sayuran, obat-obatan untuk menjaga ketahanan bagi mereka yang berada di posisi kemiskinan ekstrem.


Pemberian bantuan obat-obatan ini dianggap sangat penting, minimal masyarakat bisa melakukan penanganan pertama ketika ada keluarga yang sakit. Jika ada sisa hasil panen tersebut, mereka bisa langsung menjual ke masyarakat sehingga akan menambah ekonomi bagi mereka dalam memenuhi kebutuhan lainnya.


“Kita juga bekerjasama dengan Dinas KUKMindag untuk pola pengemasan ikan, sehingga bisa langsung dijual ke sejumlah toko modern dan pasar,” ujarnya.


Pola pendampingan juga akan dilakukan pemerintah, sehingga pelaksanaan tidak terjadi penyalahgunaan. Selain itu, pemerintah juga mengharapkan pola pemberdayaan ini minimal pengeluaran masyarakat berkurang serta pendapatan akan bertambah. “Tantangan kita yakni keberlanjutan nantinya, kalau kita kasih barang maka akan habis termasuk uang. Jadi polanya mereka harus berusaha dulu baru mendapatkan hasil dari apa yang dilakukan,” jelasnya.


Program ini juga dihajatkan untuk merubah mindset bagi masyarakat yang berada pada kategori kemiskinan ekstrem. Karena biasanya jika mendapatkan hasil lebih dari program tersebut, maka akan dijual ke sejumlah pasar termasuk meningkatkan ekonomi bagi mereka.
Ia pun memastikan saat ini pendampingan terus dilakukan dengan menggandeng para akademisi dari Universitas Sumbawa (Unsa), Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) dan Stikes Griya Husada Sumbawa.


“Yang sudah melakukan sosialisasi yakni Stikes, Unsa. Sementara UTS dalam minggu ini juga akan melakukan sosialisasi termasuk pendampingan terhadap keluarga para penerima program,” sebutnya.


Pola intervensi yakni kepala keluarga akan mendapatkan bantuan senilai Rp2 juta termasuk bibit dan pakan. Pihaknya mengkhawatirkan jika warga diberikan uang secara langsung, maka tidak cukup dan pasti akan habis begitu saja tanpa memberikan manfaat lebih.


Oleh karena itu,program ini sebagai stimulus agar masyarakat bisa keluar dari kemiskinan ekstrem. Apabila program ini terjadi eror maka diklaim tetap memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan ekonomi masyarakat serta ketahanan keluarga.

“Kita sudah minta kepada tim pendamping untuk mendampingi secara intens, sehingga bisa berjalan sampai berhasil. Masyarakat yang lain juga bisa terpacu untuk mengikuti program tersebut meskipun tanpa bantuan pemerintah,” ujarnya. (ils)


Artikel Yang Relevan

IKLAN


Terkait Berdasarkan Kategori

Jelajahi Lebih Lanjut