spot_img
26.5 C
Mataram
BerandaBerandaPompa Pertanian Sudah di Distribusikan

Pompa Pertanian Sudah di Distribusikan

Mataram (Ekbis NTB) – Dalam upaya menghadapi musim kemarau yang berpengaruh pada pertanian, Kementrian Pertanian RI mensiasati dengan melakukan pemompaan air supaya stok air irigasi di musim kemarau tercukupi.

Dalam hal ini, menurut Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Kadistanbun) provinsi NTB, Muhammad Taufiek Hidayat, S.Sos.,M.T mengatakan bahwa provinsi NTB mendapat jatah pompa dari Kementan sebanyak 5.100 yang sudah mulai di distribusikan kepada petani.

“Jadi pemompaan sudah mulai distribusi, sekarang kan kita dapat jatah pompa 5.100, nah itu sudah dalam proses, sudah ada yang terkirim,” katanya pada Senin, 20 Mei 2024.

Selain pompa, NTB juga mendapat irigasi pemompaan sebanyak 251 unit yang mana dana untuk irigasi ini di transfer langsung kepada petani untuk membeli pompa, pipa, rumah pompa, dan untuk bak penampung.

Menurut Taufik, karena sudah dilakukan pemompaan Indeks Pertanaman (IP) pertanian meningkat dari yang awalnya IP 100 menjadi IP 200 bahkan dengan ketersediaan air yang cukup bisa mencapai IP 300.

Adapun dengan kondisi cuaca yang kering-basah seperti saat ini, dinilai bisa memudahkan petani dalam melakukan pompanisasi.

“Nah dengan ada hujan cekungan-cekungan itu bisa terisi air dan itu bisa di pompa, di pompa dengan sumur-sumur dangkal, dengan embung atau bendungan yang ada bisa di pompanisasi,” lanjutnya.

Selanjutnya, Taufiek mengatakan bahwa meskipun jatah NTB hanya 5.100 pompa, namun apabila ada kabupaten/kota yang masih membutuhkan pompa, maka pihaknya akan minta kepada Kementan untuk menambah jatah pompa bagi NTB.

“Bahkan kita kalau masih ada kabupaten/kota yang minta, masih ada lahannya, kita bisa nambah lagi,” tambahnya.

Sementara itu, terkait dengan pemberian dana irigasi pompanisasi kepada petani, Taufiek mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan survey lokasi terlebih dahulu juga berkoordinasi dengan TNI dalam rangka mengetahui lokasi yang tepat untuk melakukan pemompaan.

Adapun diketahui bahwa irigasi perpompaan membutuhkan air sepanjang tahun, sehingga petani yang berhak mendapatkan dana irigasi ini merupakan petani yang memiliki lahan sebanyak 20 hektar dan memiliki sumber air di sepanjang musim.

“Dilakukan verifikasi bersama, jadi ada sumber airnya, jadi untuk perpompaan itu dia kan tiga in, nah bisa dari sumur-sumur dangkal, tapi kalau dari irigasi perpompaan kan harus tersedia air sepanjang tahun, bisa dari sungai. Sungai kita kan panjang sekali alirannya,” tandasnya. (era)

Artikel Yang Relevan

Iklan





Terkait Berdasarkan Kategori

Jelajahi Lebih Lanjut

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini