Mataram (EKBIS NTB) – Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) NTB terus mematangkan persiapan program SMK Mendunia. Langkah ini diambil untuk memastikan pendidikan kejuruan mampu menjawab kebutuhan dunia usaha dan dunia industri, sekaligus meningkatkan daya saing lulusan di tingkat internasional.
Kepala Bidang SMK-PK Dikpora NTB, Hasbi mengungkapkan bahwa pihaknya sedang menyusun rancangan kurikulum sebagai pedoman utama pelaksanaan program tersebut di sekolah. “Rancangan kurikulum ini sudah 80 persen. Ini berkaitan dengan bagaimana kita mempersiapkan kompetensi anak-anak yang kita coba targetkan ke luar negeri,” ujarnya, belum lama ini.
Untuk menjalankan program ini, terdapat dua skema yang dapat dijadikan rujukan. Pertama, adalah pola 3+1 seperti pada pola SMK Go Global.
Artinya, siswa mendapatkan pelatihan intensif tambahan selama satu tahun setelah lulus. Namun, Pemprov NTB memilih menerapkan skema 3+0, yaitu mengintegrasikan pelatihan kompetensi dan bahasa asing secara langsung ke dalam kegiatan pembelajaran di sekolah.
“Kalau kita rencanakan itu sebisa mungkin diselipkan dengan menggunakan 3+0. Jadi jam ekstra itu mungkin berapa kali seminggu mereka ada pertemuan untuk Bahasa Jepang dan budaya lain-lainnya,” terangnya.
Berbagai pilihan bidang pekerjaan yang disiapkan untuk para siswa antara lain pengelasan (welding), perhotelan, house keeping hingga barista.
Secara keseluruhan, Provinsi NTB mendapatkan kuota sebanyak 2.000 lulusan untuk mengisi lowongan pekerjaan di luar negeri. Kuota tersebut akan dibagi antara lulusan SMK dan Balai Latihan Kerja (BLK).
Pada tahap awal, Dikpora NTB menyiapkan sekitar 400 siswa untuk dilatih kompetensi serta kemampuan bahasa sebelum ditempatkan. Hasbi menegaskan pihaknya terus mempercepat persiapan agar target yang realistis dapat terpenuhi.
“Jadi kita siapkan seberapa yang kita mampu. Target kita mungkin di angka realistis 600–700 itu kita ikhtiarkan,” pungkasnya. (sib)






