Kota Bima (suarantb.com) – Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata Kota Bima hingga pertengahan 2026 baru mencapai 28 persen dari target Rp1,269 miliar. Capaian ini berasal dari lima jenis retribusi yang dikelola Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bima, dengan kontribusi yang belum merata antarpos penerimaan.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bima, Sukarno, S.H., menyebut kondisi tersebut masih tergolong wajar karena tahun anggaran baru berjalan setengah periode. Namun ia menegaskan, performa tiap komponen retribusi menunjukkan capaian yang berbeda-beda.
“Target PAD tahun 2026 sebesar Rp1,269 miliar. Realisasi saat ini masih sekitar 28 persen. Tetapi dari 28 persen ini ada elemen komponen lima ini yang kita capai sudah ada yang 45 persen dan 40 persen,” paparnya pada Senin (8/6).
Dari rincian yang ada, retribusi tempat penginapan, villa, dan pesanggrahan dengan target Rp502,45 juta baru terealisasi Rp62,05 juta atau 12,35 persen. Retribusi tempat kegiatan usaha dari target Rp69 juta sudah mencapai Rp21,45 juta atau 31,09 persen. Retribusi penyediaan tempat parkir di luar badan jalan tercatat Rp58,032 juta dari target Rp141,6 juta atau 40,98 persen.
Retribusi pelayanan tempat rekreasi, pariwisata, dan olahraga menjadi salah satu yang tertinggi dengan capaian Rp220,548 juta dari target Rp489,1 juta atau 45,09 persen. Sementara retribusi pemanfaatan aset daerah masih sangat rendah, baru Rp500 ribu dari target Rp67,82 juta atau 0,74 persen.
Sukarno menegaskan masih ada waktu untuk mengejar target hingga akhir tahun anggaran. “Ini rendah karena sekarang baru masuk periode hampir semester pertama, masih ada sisa waktu, dan akan kita genjot disisa waktu sampai akhir tahun,” katanya.
Meski belum optimal, jika dibandingkan periode yang sama tahun 2025, terdapat tren peningkatan PAD sektor pariwisata. Kondisi ini dinilai sebagai sinyal perbaikan kinerja, meski beberapa pos retribusi masih perlu penguatan.
Di sisi lain, Pantai Lawata sebagai destinasi utama mencatat kenaikan kunjungan signifikan. Data Januari hingga Mei 2026 menunjukkan seluruh kategori pengunjung mengalami peningkatan. Wisatawan dewasa naik dari 38.317 menjadi 52.320 orang, anak-anak dari 7.244 menjadi 11.885 orang. Kendaraan roda dua meningkat dari 14.574 menjadi 20.269 unit, sedangkan roda empat dari 2.673 menjadi 3.302 unit.
Kenaikan tersebut turut mendorong peningkatan pendapatan retribusi kunjungan. Namun dampaknya terhadap PAD secara keseluruhan masih belum maksimal. (hir)






