spot_img
26.5 C
Mataram
BerandaBerandaMinim, Petani Ikuti Program AUTP di Sumbawa

Minim, Petani Ikuti Program AUTP di Sumbawa

Sumbawa Besar (ekbisntb.com) – Dinas Pertanian (Distan) Sumbawa, mencatat hingga saat ini jumlah peserta untuk program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) masih sangat minim meski sudah ada ratusan hektar lahan pertanian berpotensi gagal panen.

“Masih minim peminat yang mengikuti program AUTP, bahkan tahun ini tidak ada satupun lahan yang diasuransikan alias nol,” kata Kabid Perlindungan Tanaman, Pengembangan Usaha, Distan Sumbawa, Toni Hamdani, kepada Suara NTB, Jumat 7 Juni 2024.

Diakuinya, manfaat dari program itu sangat besar bagi petani jika mengalami gagal panen maupun kendala lainnya. Bahkan untuk satu hektar lahan yang mengalami gagal panen, petani bisa mendapatkan asuransi sebesar Rp6 juta.

“Banyak keuntungan jika mengikuti program AUTP, tetapi kita sangat sayangkan banyak petani kita yang enggan untuk mengikuti program tersebut,” ujarnya.

Toni pun menyebutkan, besaran biaya untuk asuransi ini hanya sekitar Rp36 ribu per hektar. Jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, maka petani bisa mendapatkan asuransi sekitar Rp6 juta jika kondisinya gagal panen.

“Biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan Rp6 juta sangat kecil. Tapi sangat disayangkan, hingga saat ini masih minim peserta yang mengikuti program tersebut,” ucapnya.

Ha ini tentu sangat berbeda dengan tahun sebelumnya, di tahun 2023 pihaknya mencatat ada sekitar 500 hektar lahan pertanian yang mengikuti program asuransi. Namun di tahun 2024 tidak ada satupun lahan yang diasuransikan dan itu tentu sangat disayangkan.

“Saya tidak tahu apa alasan petani tidak mengikuti program AUTP, padahal manfaatnya sangat besar ketiga terjadi gagal panen,” tambahnya.

Kendati demikian, pihaknya tetap mendorong para petani untuk bisa mengikuti program itu. Karena keuntungannya sangat besar, baik itu untuk menambah modal maupun untuk masalah lain.

“Namanya musibah tidak ada yang mengetahui kapan akan datang. Jika sudah siap asuransinya dan ada kejadian gagal panen bisa langsung diklaim ke penyedia asuransi,” timpalnya.

Tetapi jika tidak, harus menunggu anggaran dari Pemerintah barus bisa melanjutkan usaha dan itu butuh waktu yang cukup lama.

“Tidak ada salahnya kita persiapkan diri dengan mengikuti program asuransi karena biaya yang akan dikeluarkan juga sangat kecil. Makanya kami tetap akan melakukan sosialisasi kepada para petani agar bisa memanfaatkan program asuransi ini dengan baik,” tukasnya. (ils)

Artikel Yang Relevan

Iklan





Terkait Berdasarkan Kategori

Jelajahi Lebih Lanjut

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini