BerandaEKONOMI & BISNISMenjaga Birunya Tiga Gili: Menyusuri Jejak Energi Hijau di Antara Debur Ombak...

Menjaga Birunya Tiga Gili: Menyusuri Jejak Energi Hijau di Antara Debur Ombak Lombok

Lombok Utara (Ekbis NTB) — Mentari baru saja merangkak naik, memantulkan sinarnya yang terik ke atas hamparan panel surya berderet rapi di pesisir Gili Trawangan. Di pulau tanpa suara kendaraan bermotor ini, denyut kehidupan pariwisata berjalan beriringan dengan napas alam. Tidak ada kepulan asap hitam, tidak ada deru mesin disesaki polusi. Yang terdengar hanyalah desir angin laut dan derap langkah wisatawan yang menikmati keindahan pasir putih.

Di balik ketenangan surga bahari Nusa Tenggara Barat (NTB) ini, tersimpan sebuah denyut energi yang tak terlihat namun vital. Kawasan wisata populer yang mencakup Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air kini menaruh asa pada pasokan listrik yang tidak hanya andal, tetapi juga ramah lingkungan.

Potret udara PLTS Gili Trawangan.

Harapan Baru dari Sinar Surya

Bagi PT PLN (Persero), mengaliri listrik di pulau-pulau kecil menuntut pendekatan yang berbeda dari daratan besar. Potensi terbesar di kepulauan ini bukanlah bahan bakar fosil, melainkan limpahan sinar matahari sepanjang tahun.

- Advertisement -

Pada tahun 2012, langkah besar dimulai melalui pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di ketiga pulau tersebut. Berdasarkan data operasional PT PLN UPK Lombok, PLTS Gili Trawangan berdiri kokoh di atas lahan seluas 12.218 meter persegi dengan kapasitas terpasang mencapai 600 kWp. Sementara itu, PLTS Gili Air membentang di lahan seluas 1.600 meter persegi berkapasitas 160 kWp, dan PLTS Gili Meno mengandalkan kapasitas 60 kWp di atas lahan seluas 4.192 meter persegi.

“Salah satu misi PLN adalah memproduksi energi listrik hijau sebanyak-banyaknya. Makanya, untuk daerah Gili Meno, Air, dan Trawangan, kami lebih fokus ke PLTS karena potensi terbesar dari pulau-pulau kecil ini adalah sinar matahari,” ujar Manager PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pembangkitan (UPK) Lombok, Doddy Rizqi, saat ditemui di kantornya pada Kamis, 5 November 2026.

Sinergi Kabel Bawah Laut dan Tantangan Perawatan

Meski matahari menjadi bintang utama di siang hari, menjaga keandalan listrik di destinasi internasional tentu memiliki tantangan tersendiri. PLTS di Tiga Gili beroperasi secara on-grid, terhubung secara real-time dan sinkron dengan sistem kelistrikan di Pulau Lombok melalui jaringan kabel bawah laut. Ketika surya meredup menjelang sore hari, pasokan dari sistem interkoneksi pulau besar langsung mengambil alih secara mulus.

Bagi Doddy dan timnya, tantangan terbesar menjaga performa PLTS terletak pada kedisiplinan pemeliharaan preventif menghadapi kondisi cuaca laut yang ekstrem. Faktor usia pakai yang telah melewati satu dekade membuat sejumlah modul surya rentan mengalami oksidasi, korosi pada bus wire, hingga penurunan performa (derating).

Guna menjawab tantangan tersebut, PLN secara agresif melakukan langkah pemeliharaan berkala—mulai dari pembersihan harian dari debu dan embun, perawatan inverter, hingga peremajaan komponen secara berkala. Sebagai bagian dari komitmen keandalan, PLN bahkan telah melakukan peremajaan dan penggantian modul surya baru berkapasitas tinggi (550 Wp) serta pembaruan inverter di Gili Trawangan dan Gili Meno guna mendongkrak kembali efisiensi daya mampu sistem.

Dari sisi kawasan, beban puncak kelistrikan di Tiga Gili saat ini bervariasi dengan total kebutuhan di Gili Trawangan mencapai 9,6 MW, Gili Air sebesar 4,22 MW, dan Gili Meno sebesar 1,05 MW. Dengan kombinasi pasokan kabel laut dari Pulau Lombok dan optimalisasi ketiga unit PLTS, suplai daya di kawasan destinasi super prioritas ini tetap terjaga untuk memberikan rasa aman bagi investor, hotel, kafe, dan ribuan wisatawan.

Lebih dari Sekadar Terang

Bagi pelaku wisata lokal, kehadiran energi bersih ini memberikan nilai tambah yang luar biasa. Sandy, seorang pemandu wisata senior di kawasan Tiga Gili, merasakan betul bagaimana wisatawan masa kini semakin peduli terhadap isu keberlanjutan lingkungan.

“Kawasan wisata sebagus ini tentu membutuhkan listrik yang tersedia andal, tapi tetap ramah lingkungan agar tidak mengganggu aktivitas wisatawan. Bahkan, PLTS ini mungkin saja bisa menjadi tambahan objek wisata edukasi jika dilihat dari luar,” tutur Sandy penuh antusias.

Mimpi besar pun belum berhenti di sini. Ke depan, PLN merencanakan kajian komprehensif untuk menghadirkan Battery Energy Storage System (BESS) atau sistem penyimpanan energi baterai. Langkah strategis ini disiapkan agar ke depannya pasokan listrik dari PLTS di Gili Trawangan, Meno, dan Air dapat dinikmati secara mandiri selama 24 jam penuh murni dari energi surya.

Di bawah langit Lombok yang cerah, Tiga Gili tidak sekadar menawarkan panorama bawah laut yang memukau, melainkan juga membuktikan bahwa pariwisata modern dan kelestarian alam dapat berjalan beriringan—ditenagai oleh kemurnian cahaya surya. (fan)

Artikel Yang Relevan

IKLAN









Terkait Berdasarkan Kategori

Jelajahi Lebih Lanjut