spot_img
26.5 C
Mataram
BerandaBerandaTuntutan Tak Terpenuhi, Warga Senggigi Kembali Datangi Hotel Svarga Resort

Tuntutan Tak Terpenuhi, Warga Senggigi Kembali Datangi Hotel Svarga Resort

Giri Menang (ekbisntb.com) – Warga Desa Senggigi, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat, NTB kembali mendatangi Hotel Svarga Resort, Rabu, 5 Juni 2024. Aksi ini sebagai buntut atas tuntutan soal Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) secara sepihak yang dilakukan oleh manajemen hotel terhadap belasan karyawan lokal belum dipenuhi pihak hotel.

Warga menuntut hak-hak karyawan yang di-PHK secara sepihak oleh manajemen hotel tersebut segera diberikan, salah satunya terkait uang pesangon. Selain itu, massa aksi juga meminta agar surat PHK segera dikeluarkan oleh perusahaan setempat.

“Kami minta manajemen hotel supaya uang pesangon bagi karyawan yang menjadi korban PHK segera dibayarkan secara merata tanpa dicicil. Dan juga, surat pemberhentian hubungan kerja segera dikeluarkan,” ungkap Kepala Dusun Kerandangan, Harnaum Minan Naum saat menggelar aksi.

Harnaum mengatakan, sikap manajemen hotel yang melakukan PHK secara sepihak ini sangat disayangkan. Pasalnya, kondisi terkini pasca gempa dan Covid-19 sejak tiga tahun terakhir sudah mulai membaik. Bahkan, tamu-tamu baik domestik maupun mancanegara sudah banyak yang berdatangan. “Ini yang sangat tidak masuk akal. Kondisi pariwisata Senggigi sudah membaik tapi pihak hotel mengaku kolaps dan melakukan PHK sepihak secara besar-besaran,” keluhnya.

Dalam orasi tersebut, Harnaum menyampaikan tiga hal yang menjadi tuntutan mutlak warganya yang harus dipenuhi oleh manajemen hotel. Di antaranya, yang pertama segera keluarkan uang pesangon bagi karyawan yang di PHK secara merata tanpa dicicil dan yang kedua segera mengeluarkan surat PHK.
“Ketiga, yang paling penting adalah HRD yang baru masuk di Svarga Resort supaya diberhentikan alias dipecat,’’ ungkapnya.

Hal serupa juga disampaikan Junaidi, salah satu peserta aksi. Dirinya mengecam sikap manajemen hotel yang dinilai tidak memihak terhadap karyawan lokal.”Kami cinta damai, kami ingin melihat daerah pariwisata ini aman dan warga kami merasa nyaman saat bekerja di hotel ini. Tapi kalau manajemen hotel seperti ini, kami merasa terusik di daerah sendiri. Kalau pihak hotel ingin hotelnya aman, satu permintaan penting kami yakni pecat HRD itu. Kalau permintaan kami tidak dipenuhi maka kami akan mengadakan orasi lagi dengan jumlah yang lebih banyak,” tegas Juna sapaan akrabnya.

Sementara itu, Kepala Desa Senggigi, Mastur yang hadir mendampingi warganya dalam aksi tersebut tak menampik apa yang menjadi tuntutan warga ini.”Intinya, kami minta HRD yang baru ini dikeluarkan dari Svarga Resort. Bahkan, dari seluruh wilayah Desa Senggigi dan Kecamatan Batulayar pada umumnya. Kalau pihak manajemen hotel tidak memenuhinya, saya tidak akan bertanggung jawab bilamana terjadi hal-hal yang tidak diinginkan di kemudian hari,” kata Mastur.

Menanggapi apa yang disampaikan oleh massa aksi, General Manager (GM) Svarga Resort, Zulpadli berjanji akan memenuhi tuntutan warga dan akan meneruskan ke pihak owner. “Kami menerima kedatangan bapak-ibu hari ini. Terkait apa yang menjadi tuntutannya, kami akan sampaikan ke owner,” jelas Zulpadli. (her)

Artikel Yang Relevan

Iklan





Terkait Berdasarkan Kategori

Jelajahi Lebih Lanjut

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini