Sumbawa Besar (EKBIS NTB)– Pemkab Sumbawa akan mengkaji pemberlakuan kuota wisatawan ke destinasi wisata konservasi hiu paus (whale shark) di Desa Labuhan Jambu, Kecamatan Tarano. Hal itu dilakukan untuk memastikan keberlangsungan ekosistem hiu paus bisa terjaga dan tidak rusak.
“Salah satu rumus yang sedang kita kaji dengan pembatasan kuota,sehingga hiu pausnya tetap lestari, ekosistem terjaga dan destinasi wisatanya bisa dinikmati,” Kata Kabid ekonomi sumber daya alam, Bapperida Kabupaten Sumbawa, Andi Kusmayadi kepada Suara NTB, Senin (3/8).
Andi melanjutkan, pola pendekatan yang dilakukan nantinya dengan masyarakat yakni pendekatan partisipatif. Sebab pelaku ekonomi di ekosistem hiu paus ini adalah masyarakat,sehingga masyarakat juga harus menjaga demi keberlangsungan ekonomi.
Dikatakan, ekosistem pariwisata yang sudah terbangun di wilayah tersebut sudah cukup kuat,sehingga pemilik bagang perikanan, pemilik kapal dan operator memiliki jaringan ke perusahaan wisata untuk menjual destinasi tersebut.
“Ekosistem yang sudah ada inj tetap akan kita maksimalkan, karena mereka penggerak utamanya. Ekosistem ini juga semuanya warga dan masyarakat lokal setempat,” ujarnya.
Menurut Andi, pemberlakuan kouta eh pemerintah maka daya saingnya akan cukup tinggi. Selain itu, antrian wisatawan yang akan berkunjung ke destinasi wisata hiu paus akan panjang,sehingga harga yang harus dibayar untuk mengunjungi destinasi itu juga akan mahal.
“Sekarang kan dengan harga Rp5 juta per satu kali kunjungan sudah sangat padat. Makanya pemberlakuan kuota ini diharapkan bisa meningkatkan biaya kunjungan,” ucapnya.
Berdasarkan data terakhir untuk daya dukung untuk konservasi hiu paus hanya 10 unit kapal saja. Tetapi faktanya jauh lebih tinggi dari jumlah kapal yang dipersyaratkan. Hal ini tentu dikhawatirkan akan merusak ekosistem hiu paus itu sendiri.
“Pemberlakuan kuota ini justru akan menguntungkan masyarakat bukan merubah ekosistem yang ada saat ini. Pelaku utamanya tetap masyarakat sehingga ekosistem yang ada saat ini bisa terus terjaga,” demikian kata dia. (ils)






