spot_img
26.5 C
Mataram
BerandaTopikOJK

Tag: OJK

OJK akan Naikkan Batas Maksimum Pendanaan Produktif Lewat LPBBTI

Jakarta (ekbisntb.com) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berencana meningkatkan batas maksimum pendanaan produktif lebih tinggi dibanding batas maksimum sebelumnya sebesar Rp2 miliar, untuk semakin memperkuat dukungan terhadap sektor usaha produktif, melalui Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi (LPBBTI). Untuk itu, OJK saat ini sedang menyusun Rancangan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan tentang...

Dukukuhkan, Kepala OJK NTB Baru Diminta Tetap Perkuat Pertumbuhan Ekonomi NTB

Mataram (ekbisntb.com)-Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan, sekaligus Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Republik Indonesia, Dian Ediana Rae mengukuhkan Kepala OJK Provinsi NTB, Rudi Sulistyo, disaksikan Pj. Gubernur NTB, Hassanudin, dan Forkopimda serta unsur lembaga keuangan lainnya. Pengukuhan dilakukan secara resmi, Jumat 12 Juli 2024 di Kantor OJK Provinsi NTB,...

OJK: Premi Kendaraan Bermotor hingga Mei 2024 Capai Rp9,39 Triliun

Jakarta (ekbisntb.com)-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat premi kendaraan bermotor hingga periode Mei 2024 mencapai sebesar Rp9,39 triliun atau naik sebesar 5,36 persen year-on-year (YoY), meskipun penjualan kendaraan domestik turun 13,29 persen di periode yang sama.“Secara umum, premi kendaraan bermotor tidak hanya bersumber dari asuransi atas kendaraan baru, namun juga...

OJK: Sebagian Besar Pelaku Pinjol Ilegal Gunakan Server Luar Negeri

Jakarta (ekbisntb.com) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan bahwa sebagian besar pelaku pinjaman online (pinjol) ilegal menggunakan server di luar negeri, berdasarkan data dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo). “Hal ini terindikasi adanya kemiripan nama pinjol ilegal yang telah diblokir dan dalam waktu singkat muncul kembali dengan identitas yang hanya...

Porsi Pendanaan P2P ke UMKM Capai 31,52 Persen per Mei

Mataram (ekbisntb.com)-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat porsi pendanaan yang disalurkan oleh perusahaan financial technology (fintech) peer-to-peer (P2P) lending kepada sektor produktif serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebesar 31,52 persen per Mei 2024. “Artinya masih sesuai dengan target di fase pertama tahun 2023-2024 ini, yaitu sekitar 30-40 persen. Jadi,...