HomeTagsDapur MBG

Tag: Dapur MBG

Dana Tersendat, 18 Dapur MBG di Bima Hentikan Layanan

Bima (ekbisntb.com) – Persoalan pencairan dana operasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berdampak pada layanan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Bima. Dari sekitar 40 dapur yang belum menerima pencairan anggaran, 18 diantaranya terpaksa menghentikan pelayanan sejak 8 Juni 2026, karena tidak lagi memiliki biaya operasional.Sekretaris Satuan Tugas...

Seandainya Jadi Objek Pajak, Potensi Pajak Makan Minum dari Dapur MBG di Lotim Rp300...

Selong (ekbisntb.com) - Sebanyak 240 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) saat ini tidak masuk dalam kategori objek wajib pajak makan minum. Padahal, program Makan Bergizi Gratis (MBG) tersebut berpotensi menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga minimal Rp300 juta setiap harinya jika...

Juru Masak Hotel dan Restoran Eksodus ke Dapur MBG

Mataram (ekbisntb.com) – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memberi dampak signifikan terhadap industri kuliner dan perhotelan, khususnya di Nusa Tenggara Barat. Salah satu fenomena yang kini muncul adalah berpindahnya sejumlah tenaga juru masak (chef) dari hotel dan restoran ke dapur-dapur mitra MBG.Ketua Asosiasi Chef Indonesia Provinsi NTB, Anton Sugiono,...

Untuk Operasional Dapur MBG di NTB, Uang Turun Bisa Mencapai Rp8 Triliun Setahun

Mataram (ekbisntb.com) – Badan Gizi Nasional (BGN) menghitung aliran dana untuk operasional dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Provinsi Nusa Tenggara Barat dapat mencapai hingga Rp8 triliun per tahun. Angka ini jauh lebih tinggi dibanding APBD NTB.Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola BGN, Dr. Ir. Tigor Panggaribuan menyebutkan, perputaran...

Ribuan Anak Terdampak, Bupati Lotim Kecewa Penutupan 106 Dapur MBG

Selong (ekbisntb.com) - Bupati Lombok Timur (Lotim), H. Haerul Warisin, menyatakan kekecewaan mendalam menyusul kebijakan penutupan 106 dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari total 243 dapur yang ada di Lotim."Sangat keberatan dan kecewa. Mestinya ada cara lain. Sambil menunggu perbaikan, tetap berjalan. Bagaimana anak-anak didik yang sebelumnya dapat...