Friday, April 3, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 795

Disnakertrans NTB Tegaskan Pengiriman PMI ke Malaysia Tetap Jalan

0
I Gede Putu Aryadi (Suara NTB/ist)

Mataram (Ekbis NTB)- Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) NTB menegaskan bahwa pengiriman Pekerja Migran Indonesia (PMI) tujuan Malaysia tetap berjalan dengan lancar sesuai dengan job order dari perusahaan setempat.

Kepala Disnakertrans NTB I Gede Putu Aryadi MH mengatakan, pengiriman PMI ke Malaysia dilakukan melalui kesepakatan kedua negara melalui konsep One Channel System atau sistem satu kanal.

“Kemarin itu tetap jalan. Kan kita menunggu job order dan izin rekrut, itu saja,” kata I Gede Putu Aryadi kepada Suara NTB, Kamis (7/3/2024).

Ia mengatakan, ada banyak perusahaan di Malaysia yang mencari tenaga kerja ke Indonesia, termasuk NTB dengan menyediakan lapangan kerja yang beragam. Tak hanya di bidang perkebunan, namun juga di sektor konstruksi, peternakan, domestik dan lainnya.

“Kemarin itu kan sekian puluh ribu (pengiriman-red). Masing-masing perusahaan punya job order. Agency Malaysia bekerjasama dengan perusahaan di sini. Misalnya Sime Darby minta puluhan ribu PMI, dia akan kerjasama dengan P3MI,” katanya.

Selain ke Malaysia, PMI juga dikirim ke puluhan negara di dunia dengan tawaran gaji yang sangat bagus. Karena pekerja asal Indonesia yang memiliki skill banyak dikirim ke Korea, ke Jepang untuk magang dan lainnya. Dampaknya angka remitansi dari negara-negara penempatan tersebut cukup mendominasi.

Sebelumnya, Ketua Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (Apjati) NTB, H. Muhammadon menyampaikan bahwa pemerintah Indonesia diberikan kesempatan hingga Bulan Mei 2024 ini untuk memberangkatkan sisa kuota PMI yang diperbolehkan masuk ke Malaysia.

“Sejak bulan Maret tahun 2023 lalu, Pemerintah Malaysia sudah mengeluarkan kebijakan tidak lagi menerima pekerja Indonesia untuk pekerja ladang, bangunan, pabrik, khususnya di negara bagian Malaysia Barat. Sampai Mei 2024 ini diperbolehkan mengiriman PMI bagi teman-teman yang masih ada kuoata pengiriman tahun sebelumnya,” katanya.

Selebihnya, menunggu kembali kebijakan pemerintah Malaysia. H. Madon menambahkan, penyetopan sementara penerimaan PMI ini salah satunya dipengaruhi oleh kebijakan Kementerian yang membidangi Ketenagakerjaan di Malaysia yang sudah berkontrak dengan pemerintah negara-negara lain dalam hal penggunaan tenaga kerja luar negeri.

“Dan Malaysia masih kebanjiran pekerja dari Bangladesh, Myanmar, India,” tambahnya. Kebijakan pemerintah negara Malaysia ini menurutnya menjadi beban baru bagi peruusahaan-perusahaan penyalur tenara kerja di Provinsi NTB. Terlebih Malaysia adalah negara tujuan bekerja terbesar masyarakat NTB.(ris)

Pertamina Perkuat Stok Elpiji dan BBM di NTB Selama Ramadhan

0
kapal tanker penyuplai BBM ke Pertamina Depot Ampenan. (Ekbis NTB/ist)

Mataram (Ekbis NTB) – Konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) dan LPG diproyeksi mengalami peningkatan selama Ramadhan 1445H/2024 di NTB. Baik LPG subsidi maupun non subsidi. Area Manager Comm Rel amp CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatim Balinus, Ahad Rahedi menjamin untuk pasokan BBM dan LPG aman di setiap pangkalan dan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di NTB  selama bulan Ramadhan hingga pasca Idul Fitri.

“Berdasarkan proyeksi kami memang ada kenaikan. Proyeksi Konsumsi RAFI Gasoline (Pertalite, Pertamax, dan Pertamax Turbo) meningkat 2 persen terhadap konsumsi normal harian sebelum ramadhan 1650 KL perhari. LPG kenaikan 4,3 persen dari konsumsi normal harian sebesar 437,3 metrik ton perhari,” ungkap Ahad Rahedi, Kamis, 14 Maret 2024.

Biasanya permintaan akan mengalami kenaikan dibandingkan konsumsi di hari-hari biasanya. Pertamina akan memberikan pelayanan yang ekstra selama masa Ramadhan dan idul fitri nanti dan akan menambah stok BBM dan LPG. “Atas dasar proyeksi kenaikan konsumsi tersebut kami mempertebal stok tiap harinya tergantung prediksi lonjakan konsumsi harian,” ungkapnya.

Disis lain, meskipun konsumsi BBM dan LPG diakui ada kenaikan. Jenis bahan bakar lainnya justru konsumsinya mengalami penurunan. Diantaranya konsumsi untuk total Gasoil (Bio Solar, Dexlite, Pertamina Dex) diprediksi akan turun sebesar 9 persen terhadap konsumsi normal harian 460 KL perhari.

“Ada penurunan untuk Gasoil dikarenakan ada larangan melintas truk logistik dan libur aktivitas industri jelang dan pasca lebaran. Kalau avtur diprediksi akan naik 20 persen terhadap konsumsi normal harian 65 KL per hari,” jelasnya.

Sementara itu, stok BBM dan LPG sampai dengan 13 Maret, untuk LPG 2.473 Metrik Ton atau 5,7 kali lipat konsumsi normal. BBM Gasoline (bensin) mencapai  12.087 KL atau 7 kali lipat konsumsi normal harian. Sedangkan Gasoil (diesel) 12.044 KL atau 6 kali lipat konsumsi normal harian. Avtur 990 KL atau 11 kali lipat konsumsi normal harian. (bul)