Sunday, April 5, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 656

BBPOM di Mataram Gagalkan Peredaran Obat Keras Oleh Sales Kanvas di Lombok Timur

0
Kegiatan operasi penindakan terhadap sales kanvas yang menjual obat keras jenis Antibiotika dan Analgetik di Kecamatan Selong - Kabupaten Lombok Timur(ekbisntb.com/bul)

Mataram (ekbisntb.com)-Komitmen BBPOM di Mataram dalam melindungi masyarakat di Nusa Tenggara Barat dari peredaran produk Obat dan Makanan ilegal yang beresiko terhadap kesehatan terus dilakukan, salah satunya melalui penegakan hukum (law enforcement).

Tanggal 10 Juli 2024 PPNS (Penyidik Pegawai Negeri Sipil) BBPOM di Mataram bersama Korwas PPNS Ditreskrimsus Polda NTB melakukan kegiatan operasi penindakan terhadap sales kanvas yang menjual obat keras jenis Antibiotika dan Analgetik di Kecamatan Selong – Kabupaten Lombok Timur.

Sebanyak 136 box (13.600 tablet) yang terdiri dari 36 box Supertetra, 30 box Ampicillin dan 40 box Metrolet dan 30 box Asam Mefenamat diamankan oleh Tim dari rumah pelaku.

“Merespon laporan masyarakat Tim segera bergerak, upaya ini juga untuk memutus mata rantai peredaran obat bukan pada jalur yang seharusnya. Obat hanya boleh dijual pada sarana berizin seperti Toko Obat, Apotek, Rumah Sakit, Puskesmas ataupun Klinik. Obat harus dikelola oleh Tenaga Kefarmasian, yaitu Apoteker dan Tenaga Teknis Kefarmasian, jika dikelola bukan ahlinya bisa beresiko terhadap kesehatan bahkan kematian” ujar Kepala BBPOM di Mataram, Yosef Dwi Setiawan.

Sebagian besar temuan merupakan obat golongan Antibiotik (Supertetra, Ampicillin dan Metrolet), yang berpotensi meningkatkan kejadian Resistensi Antimikroba (Anti Microbial Resistance-AMR), terlebih yang menjual per orangan tanpa keahlian dan kewenangan.

“Ini salah satu sebab obat keras sering kita temukan di sarana-sarana yang tak memiliki izin menjual obat seperti kios, toko dan lapak di pasar tradisional” ungkap Yosef

Saat ini resistensi antimikroba telah menjadi salah satu ancaman besar terhadap keamanan kesehatan secara global. Selain berpotensi menimbulkan dampak kematian, Resitensi Antimikroba (AMR) juga dapat menyebabkan kerugian ekonomi.

Pada tahun 2050 AMR akan menyebabkan sepuluh juta orang meninggal per tahunnya secara global. Selain itu, Resistensi Antimikroba juga diperkirakan menyebabkan reduksi GDP (Gross Domestic Product) sejumlah 2 – 3,5%. Total kerugian perekonomian dunia dilansir mendekati angka $100 triliun.

“Perlu kolaborasi dan komitmen bersama dalam pengendalian AMR ini, silent pandemik yang mengancam kesehatan dan finasial secara global. Masyarakat jangan sembarangan membeli antibiotik tanpa resep dokter, terlebih bukan pada sarana yang berizin seperti Apotek, Rumah Sakit, Puskesmas ataupun Klinik. Toko Obat juga dilarang menjual antibiotik karena masuk kategori obat keras. Jika masyarakat melihat atau menemukan adanya pelanggaran silahkan laporkan ke BBPOM di Mataram, bisa datang langsung di Jl. Catur Warga – Mataram atau melalui Telp / WA ke 087871500533 selain itu masyarkat juga dapat melaporkan ke Dinas Kesehatan terdekat” ujar Yosef

Berdasarkan hasil gelar terhadap kasus tersebut telah ditetapkan satu orang Tersangka dengan inisial MW umur 46 tahun.

Terhadap Tersangka dikenakan UU Nomor 17 Tahun 2023 Tentang Kesehatan Pasal 436 yaitu penjualan obat keras tanpa keahlian dan kewenangan dengan ancaman hukuman paling lama 5 tahun penjara atau denda Rp500 juta.

Penegakan hukum ini diharapkan dapat memberikan efek jera dan gentar terhadap pelaku kejahatan lainnya. Kepala BBPOM di Mataram mendorong masyarakat menjadi konsumen yang cerdas dengan CEK KLIK (Cek Kemasan, Label, Izin Edar dan Tanggal Kadaluarsa) sebelum membeli atau mengkonsumsi Obat dan Makanan.(bul)

Butuh Rp20 Miliar untuk Lengkapi Armada Pengangkutan

0
Nampak armada pengangkutan sampah yang dimiliki saat ini hanya 11 unit saja.(ekbisntb.com/ils)

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Dinas Lingkungan Hidup (LH) Sumbawa, membutuhkan anggaran sebesar Rp20 miliar untuk melengkapi sarana pengangkutan sampah yang saat ini kondisinya sangat memprihatinkan.

“Saat ini kita hanya mampu menangani sampah sekitar 67 persen didalam kota saja dari jumlah 75 ton per hari, sehingga kita butuh tambahan armada minimal 45 unit,” kata Kepala DLH Sumbawa kepada Suara NTB melalui Kepala UPTD persampahan Yulhaidir, kemarin.

Yul pun meyakinkan, terkait dengan kebutuhan anggaran itu sudah diusulkan ke Pemerintah namun hingga saat ini realisasinya masih minim. Bahkan di tahun 2024, hanya dua unit saja yang bisa terealisasi dari jumlah yang diusulkan sebanyak 5 unit.

“Kita sudah usulkan terkait kebutuhan itu, tetapi karena keterbatasan anggaran realisasinya masih sangat minim karena kita hanya diberikan dua unit saja,” ucapnya.

Dia pun melanjutkan, jika dihitung secara keseluruhan termasuk 24 Kecamatan maka sampah yang mampu ditangani hanya 14 persen. Artinya dari segi persentase masih sangat jauh, namun pihaknya tengah berupaya untuk menuntaskan persoalan itu di angka 48 persen.

“Memang sampah yang bisa kita tangani masih sangat rendah, tetapi kami tetap berupaya maksimal salah satunya dengan mendorong pemilihan sampah,” ucapnya.

Dia menjelaskan, rendahnya penanganan sampah yang dilakukan tidak terlepas dadi minimnya armada. Bahkan untuk kebutuhan dalam kota dibutuhkan sekitar 45 unit truk namun yang tersedia hanya 11 unit saat ini dengan wilayah cakupan Utan, Rhee, Sumbawa, Plampang serta sampah yang berada di pasar.

“Tentu dengan armada yang kita miliki hanya 11 unit, kami sangat terbatas sehingga penanganan yang dilakukan belum maksimal,” ucapnya.

Terkait dengan kondisi tersebut, pihaknya terus mendorong agar desa bisa memiliki kendaraan pengangkutan sendiri. Salah satunya yang dilakukan kades Langam, sehingga upaya penanganan sampah yang dilakukan nantinya bisa maksimal.

“Kita terus mendorong agar desa memiliki armada pengangkutan sampah tersendiri, karena jika hanya mengandalkan dari pemerintah tidak akan bisa maksimal karena anggaran yang dimiliki juga terbatas,” tukasnya. (ils)

BBPOM di Mataram Gencarkan Kampanye Pangan Aman di Sekolah hingga Pasar Tradisional

0
di Mataram terus mengkampanyekan keamanan pangan di lingkungan sekolah hingga pasar tradisional (Ekbis NTB/ist)

BBPOM di Mataram terus mengkampanyekan keamanan pangan untuk mewujudkan generasi emas yang sehat, cerdas dan berdaya saing. Kampanye digencarkan, dari sekolah-sekolah, hingga pasar tradisional.

Pada Selasa 16 juli 2024 lalu, BBPOM di Mataram menggelar kegiatan refreshment bagi kader Keamanan Pangan Sekolah di Kabupaten Sumbawa, sekaligus desk pengawalan Program PJAS aman.

Ketua Tim Program Nasional Keamanan Pangan BBPOM di Mataram, Dra. Winartutik, Apt mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari Program Prioritas Nasional Keamanan Pangan, yang bertujuan untuk memastikan implementasi Sekolah dengan Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS) Aman. Acara diikuti enam perwakilan lintas sektor terkait serta 12 sekolah di Kabupaten Sumbawa.

Kegiatan disusul pada Rabu 17 juli 2024 lalu, BBPOM di Mataram mengadakan penyuluhan dan kampanye keamanan pangan di Pasar Tanamira sebagai bagian dari program Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas Tahun 2024 di Kabupaten Sumbawa Barat.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan kemandirian pedagang pasar tentang pentingnya keamanan pangan. Pedagang pasar juga didorong untuk berperan aktif dalam memutus rantai distribusi pangan yang mengandung bahan berbahaya dengan tidak menjualnya dan melaporkannya kepada BBPOM di Mataram jika ditemukan.

Puluhan pedagang di Pasar Tanamira dan pedagang keliling akan menjadi kader Gas Paman (Keluarga Sadar Pangan Aman). Gas Paman merupakan inovasi BBPOM di Mataram untuk menyebarkan informasi hingga ke level rumah tangga melalui pemberdayaan pedagang sayur keliling.

Diharapkan dengan ini, pengetahuan dan kesadaran masyarakat terkait obat dan makanan yang aman akan meningkat, serta meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Ia mengatakan, kampanye keamanan pangan pangan yang terus digencarkan untuk menekankan pentingnya partisipasi aktif komunitas sekolah.

 “Kepala Sekolah, Guru, Siswa, Komite Sekolah, penggelola kantin dan pedagang PJAS memiliki peran penting dalam mendukung terwujudnya ketersediaan pangan yang aman dan bergizi di sekolah” ujar Winartutik

Kepala BBPOM di Mataram, Yosef Dwi Irwan menyampaikan pentingnya PJAS dalam mendukung tumbuh kembang anak baik fisik dan intelektual.

 “Asupan gizi anak salah satunya dari jajanan sekolah, tentunya harus dipastikan bahwa PJAS memenuhi aspek mutu, keamanan dan gizi seimbang. Apa yang dikonsumsi anak-anak kita saat ini akan menentukan masa depan bangsa, terlebih visi Indonesia Emas 2045 harus didukung oleh SDM yang sehat, cerdas dan berdaya saing” ungkap Yosef.

Dengan mengintegrasikan upaya-upaya ini, BBPOM di Mataram senantiasa berkomitmen untuk memastikan Obat dan Makanan yang aman bagi masyarakat, untuk mendukung masa depan bangsa yang lebih berkualitas dan berdaya saing.(bul)

Kerjasama dengan Iduka, Siswa Kelas Industri di SMKN 1 Gerung Diseleksi

0
Seleksi siswa kelas Industri SMKN 1 Gerung kerjsama dengan pihak Iduka. (EKbis NTB/ist)

Siswa-siswi SMKN 1 Gerung Lombok Barat (Lobar) yang ikut dalam program kelas industri bekerja sama dengan Industri, Dunia Usaha dan Dunia Kerja (Iduka). Pihak sekolah bersama Mitra Iduka Hotel Lombok Astoria melakukan seleksi terhadap siswa siswi yang masuk sekelas industri pada tahun ajaran baru ini.

“Di tahun ajaran baru ini kami bekerjasama dengan pihak hotel Lombok Astoria menyeleksi langsung siswa yang akan masuk di kelas industri, karena harapannya bisa sesuai dengan yang dibutuhkan dengan industri, dunia usaha dan dunia kerja (Iduka),” kata Kepala SMKN 1 Gerung Hj Erni Zuhara, M.Pd., didampingi Wakasek Kurikulum Hasni Handini Tsurraya, SST.Par, M.Pd., akhir pekan kemarin.

Dijelaskan, Kelas Industri Jurusan Perhotelan hasil kerjasama dengan hotel Lombok Astoria. Kelas Industri ini merupakan hasil kerjasama sekolah dengan pihak Iduka (industri, dunia usaha dan dunia kerja) dalam rangka menyiapkan peserta didik agar lebih kompeten di bidangnya, sehingga siap untuk diserap oleh Iduka.

Kerja sama ini mencakup penyelarasan kurikulum, seleksi peserta didik dan program guru tamu termasuk program praktik kerja lapangan (PKL). “Termasuk  pengenalan dunia industri  melalui program One Week Training,” ujarnya.

Wakasek Kurikulum SMKN 1 Gerung Hasni Handini, mengatakan kegiatan ini lanjutan dari program kelas industri bersama mitra iduka Hotel Lombok Astoria. “Nah di tahun ajaran baru ini kami bekerjasama dengan pihak hotel Lombok Astoria menyeleksi langsung siswa yang akan masuk di kelas industri harapannya bisa sesuai dengan yang dibutuhkan dengan dunia industri,”kata Hasni.

Pihak hotel dalam hal ini GM Lombok Astoria Saeno Kunto beserta tim membantu menyeleksi langsung siswa kelas industri ini.

Beberapa kriteria penilaian kelas industri ini yaitu dari atitude, grooming, skill dalam berkomunikasi, kemampuan bahasa Inggris dan passion (keinginan) dan nantinya siswa yang masuk kelas industri akan melaksanakan  kegiatan PKL di Hotel Lombok Astoria. “Harapannya siswa siswi yang akan masuk kelas industri ini dapat langsung terserap ataupun direkomendasikan untuk bisa langsung bekerja di industri hotel atau kapal pesiar,” harapnya.

Dijelaskan, perbedaan kelas industri dengan kelas yang reguler, dimana siswa kelas industri akan mendapatkan banyak pengalaman di industri nantinya.

Dan lanjutan dari program ini, setelah selesai seleksi siswa yang terpilih akan diadakan Coaching Clinic oleh pihak Lombok Astoria sekaligus dengan orang tua siswanya. (her)

Komunitas Pecinta Lingkungan dan OPD Bersihkan Pantai Cemara

0
Ratusan orang dari unsur warga, komunitas dan jajaran OPD turun membersihkan sampah di Pantai Cemara Lembar, Minggu 21 juni 2024. (Ekbis NTB/ist)

Lombok merupakan sepuluh destinasi wisata di luar Pulau Bali yang menjadi destinasi tujuan wisatawan di Indonesia. Selain menawarkan berbagai macam budaya unik yang masih terjaga, Lombok sampai saat ini juga masih mengandalkan destinasi wisata alam sebagai objek wisata untuk dijual, khususnya objek wisata pantai.

Di Lombok Barat (Lobar), wisata pantai atau pesisir masih menjadi salah satu pilihan utama buat para wisatawan untuk dikunjungi. Hal tersebut membuat pantai-pantai di Lobar harus tetap diberikan perhatian lebih, baik dari segi keamanan, kenyamanan maupun kebersihan. Hal tersebut menjadi latar belakang diadakannya kegiatan ‘’Beriuk Persik Pesisir’’ (bersama bersihkan pesisir) yang dilakukan di Pantai Cemara, Desa Lembar Selatan, Kecamatan Lembar, Minggu (21/7/2024) pagi.

“Karena seperti kita ketahui bersama faktor kebersihan menjadi salah satu tolak ukur untuk kita bisa dilihat dan dinikmati oleh masyarakat,” jelas Ketua Panitia Beriuk Persik Pesisi, Lalu Kusnadi Anggrat pada saat membuka kegiatan.

Kegiatan ini bersifat edukatif dan melibatkan seluruh masyarakat Lembar Selatan, selain itu ada juga Komunitas, mahasiswa dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Lobar. “Sasaran utama dari kegiatan ini adalah bagaimana kita menyadarkan masyarakat untuk perduli akan kebersihan dan kesehatan.” tegasnya.

Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Lobar,  Agus Gunawan mengatakan kegiatan bersih-bersih pantai ini merupakan kegiatan Lombok sinergi di mana dalam kegiatan ini melibatkan berbagai stakeholder terkait seperti Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi NTB, Rumah Sakit Tripat Gerung serta beberapa komunitas pencinta lingkungan.

“Kita harapkan kegiatan ini sebagai momentum agar tidak hanya ada sadar wisata yang terkait dengan kebersihan bagi masyarakat, tetapi juga kepada para pengunjung yang berwisata di Pantai Cemara ini,” harapnya.

Setelah kegiatan ini, ke depannya harus ada tindak lanjut bagaimana kebersihan Pantai Cemara ini khususnya nantinya akan dibuatkan semacam Peraturan Desa (Perdes) terkait bagaimana dengan kebersihan di Pantai Cemara ini.”Misalnya seperti kegiatan Jumat bersih yang dilakukan oleh semua pedagang yang ada disini, kemudian sanksinya kalau ada yang buang sampah sembarangan akan mendapatkan sanksi, mungkin juga dari pemerintah nanti akan melakukan intervensi dengan menyediakan Tempat Pembuangan Sementara (TPS) yang ada di sini,” jelas Agus.

Hal senada diungkapkan oleh Kepala Desa Lembar Selatan H.M. Saleh. Dikatakannya bahwa Pemerintah Desa Lembar Selatan dan juga masyarakat sangat antusias dan berkomitmen agar Pantai Cemara selalu bersih demi kemajuan pariwisata di Lembar Selatan pada khususnya dan Lobar pada umumnya.

“Kami dari pemerintah desa selalu memberikan arahan kepada masyarakat agar jangan membuang sampah sembarangan, dengan cara menyediakan tong sampah di setiap lapak jualan yang ada di sepanjang Pantai Cemara ini,” ujarnya.

Sebagai bentuk tindak lanjut dari kegiatan ini nantinya RSUP NTB akan menjadikan Pantai Cemara menjadi salah satu binaan dari RSUP NTB tentunya dengan berkolaborasi dengan Rumah Sakit Tripat Gerung agar ke depannya Pantai Cemara bisa menjadi salah satu destinasi wisata yang bisa dibanggakan. Turut hadir dalam kegiatan kali ini Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda)  Lobar, H. Fauzan Husniady, Ketua Dharma Wanita Persatuan Provinsi NTB, Hj. Lale Prayatni, Direktur RSUD Provinsi NTB, dr. HL. Herman Mahaputra, Direktur Rumah Sakit Tripat dr. H. Suryadi serta Camat Lembar Agus Sutrisman. (her)

Event Alunan Budaya , Siswa SMAN 1 Pringgasela  Tampilkan Tenun Sasak

0
SMAN 1 Pringgasela ikut ambil bagian pada Event Alunan Budaya Desa Pringgasela pekan kemarin.  (Ekbis NTB/ist)

Event Alunan Budaya Desa Pringgasela merupakan acara budaya yang diselenggarakan setiap tahun oleh masyarakat Desa Pringgasela yang dipelopori oleh pemuda pemuda Desa Pringgasela. Event Alunan Budaya ke 8 Desa Pringgasela berhasil masuk kalender event nasional Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI. Dalam kegiatan Kharisma Event Nusantara 2024.

Hal ini  menjadi sejarah baru bagi pariwisata Lombok Timur (Lotim). Terlebih lagi dari sekian banyak event pariwisata yang diusulkan ke pemerintah hanya ini yang berhasil lolos  menjadi salah satu  event pariwisata tingkat nasional.

Alunan Budaya Pringgasela dinyatakan lulus kurasi oleh pemerintah pusat. Dari 3.450 event yang diajukan dari seluruh Indonesia.  34 event dinyatakan lulus kurasi. Dan Lotim dengan event Alunan Budaya Desa Pringgasela masuk dalam daftar ke 34 event tersebut.

Adapun rangkaian kegiatan yang dilaksanakan di antaranya pawai budaya, hiburan rakyat, bazar budaya, karnaval tenun, pertunjukan seni dan kolosal. Dalam event ini, SMAN 1 Pringgasela ikut ambil bagian dengan menampilkan busana hasil kerajinan tenun ikat.

Kepala SMAN 1 Pringgasela Taufik Fansuri mengatakan, sekolahnya ikut dilibatkan dalam rangkaian event tersebut. “Iya. Semua elemen lembaga pendidikan, unsur masyarakat dan lain-lain. Juga dari luar daerah,” katanya, dalam keterangan yang diterima, Minggu 21 juni 2024. (her)

Dua Bulan Jelang MotoGP, PHRI Minta Pergub Hotel Direvisi

0
Ni Ketut Wolini (Ekbis NTB/era), Sahlan M. Saleh (Ekbis NTB/ham)

 DUA bulan menjelang perhelatan MotoGP Mandalika 2024, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Ni Ketut Wolini meminta kepada pemerintah daerah untuk merevisi Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 9 Tahun 2022 terkait dengan harga hotel saat ada acara internasional di NTB.

Ia mengatakan dengan tingginya harga hotel tiap kali menjelang MotoGP ini dapat merusak citra hotel, karena menaikkan harga yang cukup tinggi.

“Pada waktu pembuatan Pergub, kami dari PHRI tidak dilibatkan, sehingga di situ memang Pergub itu perlu ada revisi karena biar tidak setiap ada perhelatan MotoGP selalu hotel yang menjadi kambing hitam. Artinya harga hotel terlalu tinggi,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Perlu diketahui dari Peraturan Gubernur nomor 9 tahun 2022 tersebut berisi tentang memperbolehkan menaikkan harga kamar hotel sampai tiga kali lipat untuk hotel yang berada di zona satu, atau hotel yang berada di kawasan pergelaran. Kemudian untuk zona dua, hotel boleh menaikkan harga kamar hingga dua kali lipat, dan bisa menaikkan satu kali lipat untuk zona tiga.

Ia melanjutkan sejak dibuatnya Pergub terkait dengan harga hotel, PHRI selalu menjadikan Pergub tersebut sebagai acuan dalam menaikkan harga kamar hotel. Namun, yang jadi permasalahan, pemerintah daerah tidak membuat peraturan terkait dengan broker atau pihak ketiga, yang mana tentu broker menaikkan harga kamar hotel untuk mendapat untung.

“Travel, broker dan sebagainya itu mereka tidak diatur berapa yang bisa menaikkan dari harga hotel. Nah di situ juga memicu terjadinya ada tinggi harga kamar hotel,” lanjutnya.

Meski demikian, tetap saja setiap menjelang gelaran MotoGP atau gelaran internasional lainnya di NTB, harga kamar hotel terus menjadi permasalahan karena dinilai cukup tinggi. Oleh karenanya diperlukan adanya revisi Pergub yang mana di dalam peraturan tersebut khusus membahas terkait harga bagi para travel ataupun broker.

“Perlu pemda menyikapi dengan cepat harga-harga pergub seperti itu biar tidak harga kamar hotel kelihatan tinggi padahal sesuai dengan pergub,” tukasnya.

Hal senada disampaikan Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) NTB Sahlan M. Saleh. Ketua Astindo ini mengharapkan ada sanksi lebih tegas terhadap penerapan Pergub ini, sehingga tidak ada pihak yang sembarangan menaikkan kamar hotel.

Meski demikian, ujarnya, pemberian sanksi terhadap penerapan Pergub Nomor 9 2022 itu merupakan ranah pemerintah. ‘’Bisa saja sanksinya izin tidak diperpanjang. Pergub hanya sebatas imbauan pada pengelola hotel. Kalau harga ada harga khusus berdasarkan zona. Zona 1 ada di Mandalika, 3 kali kenaikan. Namun harga hotel yang berlaku saat ini adalah harga promo bukan harga publish. Kalau harga publish jauh lebih tinggi. Tarifnya berdasarkan harga publish yang mereka dapatkan,’’ terangnya.

Sementara pada periode MotoGP, tambahnya, ketersediaan hotel masih banyak bagi wisatawan. Namun, yang calon penonton yang sudah booking tiket dan kamar hotel juga sudah banyak. Jumlah yang akan booking kamar hotel untuk menonton MotoGP jelang event akan semakin meningkat. (era/ham)

Kurangi “Capital Outflow” Saat MotoGP

0

EVENT MotoGP Mandalika selalu membawa harapan yang positif untuk perputaran uang dalam daerah. Sebab ratusan ribu penonton balap motor tersebut akan bertransaksi dan berbelanja untuk kebutuhan akomodasi, transportasi, makan minum hingga suvenir.

Namun yang perlu dikurangi yaitu capital outflow atau keluarnya dana atau modal dari dalam daerah atau dalam negeri baik secara langsung  maupun secara tidak langsung. Sebab keluarnya dana dari NTB saat perhelatan event internasional, seperti MotoGP akan mengurangi perputaran uang dalam daerah.

Hal tersebut disampaikan anggota DPRD NTB H. Ruslan Turmuzi kepada Ekbis NTB akhir pekan kemarin. Ia mengatakan, untuk meningkatkan uang yang beredar dalam daerah, maka pemerintah dan penyelenggara harus mengurangi uang yang keluar daerah atau keluar negeri dengan cara lebih banyak melibatkan SDM dan sarana lokal.

“Yang menjadi persoalan hari ini adalah banyaknya uang yang beredar di MotoGP itu terjadi yang namanya capital outflow. Karena mereka kan mencari uang di MotoGP. Pemodalnya dari luar, sehingga uang itu tak diinvestasikan kembali di Lombok,” kata Ruslan Turmuzi.

Uang banyak yang keluar dari NTB lantaran pemilik moda transportasi, pemilik akomodasi atau pengusaha restoran dan suvenir banyak yang berasal dari luar daerah. Uang yang diperoleh saat event besar terkadang tak diinvestasikan kembali ke NTB.

Dengan demikian, dampak ekonomi yang diperoleh saat MotoGP terbatas pada transaksi UMKM di dalam dan di luar kawasan Mandalika, penyewaan akomodasi yang dimiliki oleh warga lokal,  pajak hotel, restoran, pajak periklanan dan beberapa transaksi di sektor jasa lainnya yang angkanya relatif belum begitu besar.

“Tentu kita memberikan respons yang positif terhadap penyelenggaraan MotoGP di Lombok. Saat ini Lombok telah dikenal oleh lebih dari 1 miliar orang di dunia karena efek MotoGP. Namun saya rasa masih berbanding berbanding terbalik dengan pertumbuhan ekonomi dalam daerah,” ujar politisi PDIP ini.(ris)

Target 125.000 Penonton, MotoGP 2024 Dirancang Paling Spektakuler

0
Sirkuit Mandalika yang menjadi lokasi pelaksanaan MotoGP. (Ekbis NTB/ist),  Pihak yang terlibat dalam pelaksanaan MotoGP melakukan persiapan awal dalam mensukseskan event berskala internasional ini. (Ekbis NTB/bul)

Pelaksanaan MotoGP sebentar lagi digelar. Event MotoGP ini akan menjadi lebih spesial, karena rencananya akan dihadiri Presiden Joko Widodo (Jokowi), Wakil Presiden K.H. Ma’ruf Amin dan jajaran Kabinet Indonesia Maju. Akan hadir juga Presiden dan Wakil Presiden Terpilih Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka bersama calon anggota kabinetnya. Dengan target 125.000 penonton, MotoGP 2024 dirancang lebih spektakuler.

TANGGAL 27 hingga 29 September 2024 nanti, Sirkuit Mandalika akan menjadi lokasi pelaksanaan MotoGP. Kesiapan pelaksanaan diharapkan mampu memberikan kesan yang bagus bagi pembalap dan juga penonton dari luar daerah atau luar negeri.

Pihak Injourney Tourism Development Corporation (ITDC), Mandalika Grand Prix Asscociation (MGPA), pemerintah daerah dan stakeholder lainnya berusaha menyiapkan event nanti menjadi lebih baik, karena akan dihadiri langsung oleh petinggi penting di negara ini.  Bahkan, Sabtu, 13 Juli 2024 lalu dilakukan Meet and Greet dua pembalap MotoGP di Bali. Dilanjutkan dengan parade menuju salah satu objek wisata di Bali.

Vice President Commercial Injourney Tourism Development Corporation (ITDC), Mirsya Annisa Ibrahim menyampaikan, gelaran MotoGP Mandalika tahun 2024 ini akan dibuat paling spektakuler.

Sejumlah persiapan tengah dilakukan. Dengan kenaikan penonton ditargetkan minimal 125.000 dari jumlah penonton MotoGP tahun 2023 lalu sebanyak 102.000. atau dengan target pertambahan minimal 23 ribu lebih.

Menjadikan MotoGP Mandalika tahun ini paling spektakuler, kata Mirsya, dimulai dengan digelarnya road to MotoGP yang sudah dilaksanakan di Bali dengan mendatangkan dua bintang MotoGP, yakni Fabio Di Giannantonio dan Marco Bezzecchi yang disambut sangat ramai oleh penggemar MotoGP di Pulau Dewata.

“Selanjutnya kita akan lanjutkan road show di lima kota. Dan acara-acara pendukung lainnya bersama stakeholder. Dan Pemprov NTB serta Pemkab Lombok Tengah juga gencar melakukan promosi,” ungkapnya.

Road show pembalap MotoGP ini untuk pertama kali dilakukan di dunia, selama penyelenggaraan MotoGP. Puncaknya akan digelar parade para bintang dan pembalap MotoGP di Mataram pada tanggal 25 September diakhiri dengan Meet and Greet. “Para bintang balap MotoGP ini akan menyapa segenap masyarakat Lombok,” tambahnya.

Mirsya menambahkan, keyakinan akan spektakulernya MotoGP Mandalika tahun 2024 ini karena promosi yang dilakukan jauh-jauh hari sebelumnya dan jauh lebih besar. Gaung yang dilakukan tahun ini menurutnya jauh lebih besar. dimulai promosi Bulan Februari 2024, melalui media, road show-road show. Dukung oleh seluruh stakeholders, apalagi ini acara terbesar di Indonesia. “Dengan semua yang dilakukan, promosinya bisa mendatangkan target minial 125 ribu penonton,” katanya.

Selain itu, Presiden Joko Widodo direncanakan akan menonton langsung MotoGP, bersama dengan presiden terpilih Prabowo Subianto. Meski kehadiran dua presiden ini di Sirkuit Mandalika masih harus dikonformasi kembali.

“MotoGP musim ketiga ini, kita berkomitmen bersama untuk melanjutkan legacy Bapak Jokowi. Karena memang MotoGP ini juga diinisiasi oleh Bapak Presiden Jokowi. Dengan spirit melanjutkan legacy Pak Jokowi dan spirit membangun pariwisata Lombok, NTB, sehingga membuat gaungnya akan semakin besar,” katanya.

Kehadiran dua presiden ini diyakini akan menjadi magnet tersendiri untuk mendatangkan lebih banyak orang. Selain itu, tambah Mirsya, rencananya tahun ini ITDC akan membuat MotoGP Experience Gallery, atau semacam museum MotoGP yang bisa dikunjungi. Lokasinya di tempat parkir yang dilewati penonton, sangat strategis. Di tempat ini, penonton akan mendapatkan pengetahuan mengenai legenda – legenda MotoGP, sejarah MotoGP, sejarah Sirkuit Mandalika.

“Bisa lihat piala-piala MotoGP, kostum MotoGP, semua bisa dilihat. Rencananya akan diluncurkan saat MotoGP bersama festival-festival yang lebih waow dari sebelumnya. Sehingga MotoGP tahun ini menjadi pengalaman yang sangat berkesan bagi penonton,” demikian  Mirsya.

Sementara pengelola Sirkuit Mandalika, Mandalika Grand Prix Association ( MGPA ) memastikan kesiapan di dalam sirkuit untuk menyambut perhelatan balap motor paling bergengsi di dunia ini.

Direktur Utama MGPA, Priandhi Satria menyampaikan, sebetulnya tidak ada hal yang cukup substantial yang harus dipersiapkan di sirkuit. Apalagi sirkuit ini sudah beberapa kali digunakan untuk balap MotoGP.

“Pemeliharaan dilakukan secara harian dan mingguan untuk pembersihan, kerapian. Yang paling memakan waktu adalah proses pengecatan marka sirkuit. Agar terlihat cantik. Karena balapan ini akan diliput menggunakan helikopter dan disiarkan diseluruh negara. Untuk terlihat cantik, dilakukan pengecatan merah putih, dan hijau supaya terlihat cerah dan baik,” ujarnya.

Pengecatan marka jalan sirkuit adalah proses aplikasi cat khusus pada permukaan jalan sirkuit untuk memberikan petunjuk visual kepada pembalap. Marka-marka ini sangat penting untuk memastikan keselamatan dan kelancaran perlombaan.

Fungsi marka jalan sirkuit di antaranya, penunjuk jalur untuk batas lintasan, tikungan, dan area berbahaya lainnya. Memberikan informasi seperti nomor tikungan, zona pengereman, dan area pit stop. Meningkatkan visibilitas pada kondisi cuaca yang berbeda, terutama saat malam hari.

Event MotoGP ini juga mendapat atensi dari Penjabat (Pj) Gubernur NTB Hassanudin. Dalam beberapa kali kesempatan, baik saat bertemu dengan jajaran PT. MGPA hingga pengurus Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) NTB periode 2024-2028, mantan Pj Gubernur Sumatera Utara ini mengingatkan agar seluruh elemen serius dalam mempersiapkan pelaksanaannya. Terlebih, event ini nanti akan juga dihadiri Presiden Jokowi, Wapres K.H. Ma’ruf Amin dan jajarannya serta Presiden dan Wapres Terpilih Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.

Pj Gubernur Hassanudin juga meminta agar panitia di daerah memperbaiki dan menyempurnakan layanan atau fasilitas yang belum maksimal pada pelaksanaan MotoGP sebelumnya. “Sempurnakan yang belum sempurna pada penyelenggaraan tahun sebelumnya. MotoGP tahun ini diharapkan lebih baik dari segala aspek,” ujarnya saat menerima jajaran direksi MGPA, beberapa waktu lalu.

Selain itu, tambahnya, pada jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang memiliki tanggung jawab  agar lebih maksimal dalam mendukung pelaksanaan MotoGP. Apalagi event ini akan dihadiri langsung oleh Presiden Jokowi dan Presiden dan Wapres Terpilih Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. Hal ini, ujarnya, merupakan peristiwa yang langka, sehingga harus dipersiapkan dengan sebaik mungkin, sehingga menjadi kado manis bagi Presiden Jokowi dan Wapres K.H. Ma’ruf Amin di akhir masa jabatannya.

Tidak hanya itu, pada jajaran pelaksana, khususnya MGPA, Pj Gubernur mengingatkan, agar pada event MotoGP ini tetap mengedepankan kearifan lokal. Dicontohkan, ketika pelaksanaan MotoGP yang pertama, ketika saat balapan berlangsung turun hujan dengan  deras. Saat itu, tampil pawang hujan, Rara yang menarik perhatian pembalap dan menjadi pembeda dari pelaksanaan MotoGP di negara lain. Untuk itu, harapnya, kearifan lokal ada event MotoGP ini harus lebih banyak ditampilkan

Begitu juga saat menerima pengurus BPPD NTB, Selasa (16/7/2024), Pj Gubernur mengharapkan agar tim promosi daerah ini menjadikan sejumlah persoalan yang menjadi penghambat, seperti masalah tarif kamar hotel, tiket pesawat dan masalah lainnya bisa diatasi. Hal ini didasari keinginan agar dari sisi pelayanan dan promosi event MotoGP semakin banyak yang datang menonton dan memberikan yang terbaik bagi daerah, bangsa dan negara.

 Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi NTB juga langsung mengumpulkan seluruh stakeholder, di Aula Kantor Pusat Bank NTB Syariah, Rabu (17/7/2024). Tujuannya, untuk mempersiapkan suksesnya pelaksanaan MotoGP Mandalika.

Unsur tersebut terdiri dari unsur masyarakat transportasi, akomodasi, biro perjalanan wisata, perhotelan, maskapai penerbangan, pengelola Sirkuit Mandalika dan KEK Mandalika, bandara, kepolisian, stakeholder terkait di Pemprov NTB dan kabupaten/kota. Termasuk dari jajaran Kementerian Perhubungan dan Kementerian Koordinator Maritim dan Investasi.

Beberapa hal mengerucut dalam pertemuan ini terutama soal tingginya harga tiket pesawat dan masih perlunya dilakukan penambahan penerbangan, sehingga memudahkan akses orang datang dari berbagai penjuru untuk datang menyaksikan gelaran MotoGP.

Persoalan utama ini rencananya akan dibahas lagi secara secara berkelanjutan untuk mendapatkan titik temu. Sehingga target sukses penyelenggaraan dan sukses dampaknya terhadap ekonomi masyarakat lokal bisa diwujudkan.

Kepala Dishub Provinsi NTB, Lalu. Moh. Faozal mengemukakan, terhadap beberapa persoalan yang masih menjadi perhatian utama ini akan dibahas kembali, terutama dengan pimpinan maskapai.

“Kita akan tindaklanjuti lagi pertemuan ini dengan gathering bersama airline. Untuk memastikan komitmen airline, dalam rangka mendukung MotoGP. Bisa dengan extra flight, termasuk mahalnya harga tiket pesawat dari dan ke Lombok yang menjadi keluhan banyak pihak,” katanya.

Kesiapan-kesiapan lainnya, menurut Lalu Faozal relatif cukup siap, karena NTB sudah beberapa kali memiliki pengalaman melaksanakan event-event besar lainnya, selain event internasional MotoGP.

“Kita sudah punya pengalaman, tinggal kita matangkan saja sebenarnya. Misalnya soal konektivitas lait kan sudah kita bangun, tinggal kita mantabkan. Ini kita mengawali saja, persiapan kita akan terus berproses,” tegas mantan Kepala Dinas Pariwisata NTB ini. (ham/bul)

Koleksi Kebaya Tien Soeharto Bakal Ditampilkan di Acara HKN

0
Kebaya Raden Ayu Siti Hartina atau Tien Soeharto.

Jakarta (ekbisntb.com)- Koleksi kebaya mendiang istri dari Presiden ke-2 Soeharto, Raden Ayu Siti Hartina atau yang akrab disapa Tien Soeharto bakal ditampilkan pada peringatan Hari Kebaya Nasional (HKN) 2024 yang akan diselenggarakan di Istora Senayan, Jakarta pada 24 Juli mendatang.

“Sebanyak delapan kebaya legendaris koleksi Ibu Tien akan ditampilkan. Kowani sudah melakukan audiensi dengan anaknya yakni Ibu Titiek Soeharto. Beliau sangat mengapresiasi pelaksanaan Hari Kebaya Nasional yang akan diselenggarakan untuk pertama kalinya ini,” kata Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani) Giwo Rubianto Wiyogo dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin.

Giwo menuturkan delapan kebaya yang akan ditampilkan tersebut, merupakan kebaya model kutu baru yang dipasangkan dengan kain wiron, sebuah kain batik yang salah satu ujungnya dilipat-lipat seperti kipas.

Koleksi kebaya dan kain tersebut nantinya akan dipasang di manekin, sehingga pengunjung dapat berfoto bersama dengan kebaya koleksi Ibu Tien Soeharto.

Giwo menjelaskan dipamerkannya kedelapan kebaya tersebut merupakan bentuk kekaguman Titiek Soeharto akan adanya penyelenggaraan Hari Kebaya Nasional.

Alasan lainnya yakni adanya peran Ibu Tien Soeharto yang semasa hidupnya juga dikenal sebagai perempuan Indonesia yang mencintai kebaya secara konsisten karena selalu mengenakannya dalam berbagai kegiatan.

“Bahkan semasa menyandang status sebagai ibu negara, Tien Soeharto juga tetap konsisten menggunakan kebaya baik pada acara resmi kenegaraan dan acara lainnya,” katanya.

Peringatan Hari Kebaya Nasional 2024 dirayakan berdasarkan aturan yang tertuang dalam Keputusan Presiden Nomor 19 Tahun 2023 tentang Hari Kebaya Nasional. Hal tersebut dijadikan sebagai upaya sinergitas bagi perempuan Indonesia dan Asia Tenggara dalam mengajukan kebaya sebagai warisan budaya tak benda melalui joint nomination ke UNESCO.

Dengan mengusung tema “Lestarikan Budaya dengan Bangga Berkebaya”, Kowani bekerja sama dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, komunitas kebaya, media massa, dan berbagai mitra berupaya untuk memperkenalkan dan menggaungkan kembali kebaya sebagai bagian dan sejarah perjuangan para perempuan Indonesia.

Tujuan lainnya adalah meningkatkan wujud cinta, bangga pada identitas bangsa dan tanah air, melestarikan warisan budaya dengan menjadikan kebaya sebagai salah satu wadah kreativitas tanpa menghilangkan nilai pakem dari kebaya, serta menjadikan kebaya sebagai busana wanita yang dipakai dalam berbagai acara. (ant)

Foto: