Tuesday, April 7, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 639

Mutiara Identik dengan Lombok

0
Dessy Hassanudin saat mengunjungi sentra budi daya mutiara Autore Pearl Farm & Showroom di Pemenang Lombok Utara, kemarin. (ekbisntb.com/ist)

KETUA Dekranasda NTB, Dessy Hassanudin meninjau budidaya mutiara serta hasil laut yang berada di Kabupaten Lombok Utara, Senin 5 Agustus 2024 kemarin. Dalam kunjungannya Dessy sangat takjub dengan mutiara Lombok menjadi salah satu produk unggulan yang dipasarkan hingga ke manca negara.

‘’Mutiara identik dengan Lombok. Luar biasa harus dijaga ekosistemnya jangan sampai terputus,’’ pesan Dessy saat mengunjungi sentra budi daya  mutiara Autore Pearl Farm & Showroom di Pemenang Lombok Utara.

Dessy mengatakan, tidak kalah penting untuk diperhatikan yakni menjaga lingkungan laut. Salah satu yang dapat dilakukan adalah melakukan edukasi kepada masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan di area laut. ‘’Agar ekosistem laut tetap terpelihara, edukasi wisata laut harus tetap digalakan sebagai langkah preventif,’’ katanya.

Direktur Autore Pearl Farm & Showroom, Bakri menyebutkan budi daya mutiara yang ia kelola sangat diminati dan berhasil dalam dua tahun terkakhir mengekspor ke beberapa negara seperti Australia, Hongkong, Jepang hingga China. “Alhamdulillah, dalam dua tahun terkahir ada peningkatan ekspor”. katanya.

Sentra budi daya mutiara yang ia kelola selama empat tahun terakhir telah berhasil memproduksi 150 ribu butir mutiara dengan siklus panen sebanyak dua kali dalam setahun. Perusahaan yang dipimpinnya melibatkan sekitar 20 orang tenaga kerja yang mayoritas tenaga lokal.

“Sebagian besar kita menggunakan pekerja lokal yang sudah kompeten, mereka sudah terlatih. Sering kita kirim ke unit produksi kami lainnya seperti Australia,’’ katanya. (r)

Harga Beras Mulai Naik, Penjualan Gabah Keluar Daerah Perlu Dikendalikan

0
H Fathul Gani (ekbisntb.com/dok)

Lombok (ekbisntb.com) –  Harga beras mulai terjadi kenaikan sejak beberapa pekan terakhir. Berdasarkan data di SP2KP Kementerian Perdagangan, harga beras medium di Provinsi NTB terpantau di harga sekitar Rp13.200 per kg, sementara harga beras premium sekitar Rp15.300 per kg.

Terkait dengan hal tersebut, Asisten II Setda NTB Dr. H Fathul Gani mengatakan, pihaknya segera melakukan koordinasi dengan Perum Bulog guna mengantipasi lonjakan harga kebutuhan pokok masyarakat tersebut di pekan-pekan yang akan datang.

“Seberapa besar cadangan pangan kita, termasuk juga produksi kita. Namun laporan terakhir kan produksi padi kita normal, bahkan di atas target Dinas Pertanian. Kalau untuk stok lokal Insya Allah aman,” ujar Fathul Gani kepada Ekbis NTB usai mengikuti Rakor Pengendalian Inflasi yang berlangsung secara hibrid 5 Agustus 2024 kemarin.

Meskipun stok beras cadangan lokal dalam kondisi aman, namun yang perlu diperhatikan adalah beras yang keluar daerah. Beras yang keluar daerah karena permintaan para pengusaha itulah yang memang perlu dikendalikan untuk menjamin kecukupan stok lokal.

“Terutama gabah ya, gabah yang dibawa keluar, ini yang perlu dikendalikan. Dengan cara apa, tentu dengan imbauan kepada teman-teman para pelaku usaha di bidang pertanian untuk memperhatikan stok lokal,” katanya.

Kepala Biro Perekonomian Setda NTB H. Wirajaya Kusuma sebelumnya mengatakan, terkait dengan harga beras yang dikhawatirkan akan merangkak naik di bulan ini, stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dimiliki oleh Bulog NTB cukup besar yaitu sekitar 46 ribu ton. Sehingga masyarakat tak perlu khawatir terkait dengan cadangan beras di daerah ini.

“Kalau aspek ketersediaan sudah tak ada masalah kita. Cuma HPP yang naik, ini kan merata secara nasional. Tapai kalau masalah ketersediaan kita aman, bahkan kita memiliki cadangan yang terbesar,” kata Wirajaya.(ris)

Tren Positif hingga Akhir Tahun, Ekonomi NTB Tumbuh 11,06 Persen di Triwulan II

0
H. Lalu Gita Ariadi dan Wahyudin (ekbisntb.com/ist)

Mataram (ekbisntb.com) – Ekonomi Provinsi NTB di Triwulan II-2024 terhadap Triwulan II-2023 mengalami pertumbuhan sebesar 11,06 persen (y-on-y). Data Badan Pusat Statistik (BPS) NTB menunjukkan pertumbuhan terjadi pada 17 lapangan usaha. Lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan signifikan adalah Pertambangan dan Penggalian sebesar 46 persen, Jasa Keuangan dan Asuransi sebesar 18,64 persen dan Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum sebesar 10,17 persen.

Selanjutnya, lapangan usaha Industri Pengolahan tumbuh 9,88 persen, Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial tumbuh 6,78 persen, Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib tumbuh 6,07 persen dan Jasa lainnya tumbuh 5,61 persen.

Sementara itu, lapangan usaha Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan yang memiliki share paling dominan terhadap perekonomian NTB tumbuh sebesar 5,17 persen. Sedangkan lapangan usaha Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor yang share-nya tertinggi ketiga tumbuh sebesar 4,83 persen.

Sekda NTB, Drs H.Lalu Gita Ariadi, M.Si mengatakan, Pemprov NTB berharap tren positif pertumbuhan ekonomi akan tetap muncul di semester III dan semester IV tahun ini. Sehingga muaranya adalah pertumbuhan ekonomi secara komulatif tahun 2024 yang menggembirakan.

Ia mengatakan, lapangan usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan yang memiliki share paling dominan terhadap perekonomian NTB tumbuh sebesar 5,17 persen memiliki tren yang positif hingga akhir tahun. Sebab ada program pompanisasi dari Kementerian Pertanian yang diharapkan tetap bisa meningkatkan produktivitas. Di tambah lagi dengan musim kemarau basah yang masih menyediakan air bagi petani.

“Manakala saatnya triwulan III jika terjadi produksi masih tetap stabil bahkan meningkat, patut kita asumsikan bahwa program pompanisasi pemerintah efektif. Artinya untuk lahan-lahan tadah hujan yang pada musim kemarau dia tak produktif, namun masih berkontribusi memberikan sumbangan produksi. Artinya lahan tadah hujan juga terjadi pola tanam,” kata Lalu Gita Ariadi saat menemani kepada BPS NTB Wahyudin dalam kegiatan rilis pertumbuhan ekonomi NTB yang berlangsung di kantor BPS NTB Senin 5 Agustus 2024 kemarin.

Ia mengatakan, tipologi sungai di NTB sangat tergantung dengan musim hujan. Pada saat musim kemarau, debit air sungai di Lombok maupun Sumbawa akan berkurang. Sehingga daerah tadah hujan tak produktif. Namun jika hujan masih terus turun di musim kemarau ini, diharapkan aspek pertanian tidak terganggu.

“Sehingga strategi teknologi modifikasi cuaca di tahun 2024 belum perlu dilakukan karena hujan masih turun, bendungan masih terisi, kelebihan debit air bendungan, turun ke sungai dan sungai disedot untuk pertanian,” katanya.

Sekda berharap sektor pertanian yang tetap produktif di triwulan ke III dan ke IV-2024 ini akan memberikan dampak pada konsistensi pertumbuhan ekonomi NTB di tahun 2024. Begitu juga jika melihat tren peningkatan angka kunjungan wisatawan di triwulan III dan IV, maka pertumbuhan ekonomi secara komulatif tahun ini diperkirakan akan bagus.

“Jika mengacu ke jumlah penumpang, triwulan III dan IV kami asumsikan akan terjadi kenaikan juga. Akhir Juli ada event ARRC, kemudian September ada MotoGP. Arus penumpng di triwulan III kita prediksi akan positif, sehingga ada tren positif pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.

Begitu juga dengan belanja-belanja pemerintah, jika di triwulan I-2014 angka pertumbuhan ekonomi tak signifikan lantaran anggaran pemerintah baik pusat maupun APBD belum berjalan, sehingga agenda MICE juga relatif belum jalan.

“Semoga angka ini masih bersahabat terus, jika tak terjadi anomli cuaca, tak ada kerusuhan, tak ada bencana, arus kunjungan meningkat maka pertumbuhan ekonomi NTB tetap positif,”katanya.(ris)

Tarif Hotel Jelang MotoGP Mandalika 2024 Tetap Ramah

0
Lalu Sungkul (ekbisntb.com/opsintb.com)

Lombok (ekbisntb.com) – Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) mengingatkan para pengelola hotel untuk memberikan tarif sewa kamar penginapan dengan ramah. Artinya, tidak menaikkan harga terlalu tinggi menjelang ajang MotoGP di Sirkuit Mandalika 2024.

‘’Harga sewa kamar hotel maupun homestay harus tetap ramah. Sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan pemerintah,’’ kata Kepala Dinas Pariwisata Loteng, Lalu Sungkul di Praya, Senin 5 Agustus 2024.

Ajang MotoGP maupun kegiatan yang digelar di Kawasan Ekonomi Khusus (KEI) Mandalika atau Sirkuit Mandalika telah memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Oleh karena itu, semua pihak harus mendukung dan menyukseskan ajang MotoGP di Sirkuit Mandalika tersebut. “Semua harus terlibat untuk menyukseskan ajang MotoGP,” katanya.

Ia mengatakan ajang MotoGP Mandalika 2024 ini digelar pada musim libur, sehingga wisatawan yang datang itu cukup banyak termasuk di Lombok Tengah. Menurut dia,  wisatawan yang datang itu tidak hanya untuk liburan, mereka juga bisa menyaksikan balapan MotoGP.

“Bisnis pariwisata di Lombok Tengah tetap tumbuh setelah pandemi dengan adanya ajang MotoGP di Sirkuit Mandalika,” katanya.

Ia mengatakan tarif sewa hotel di Lombok Tengah khususnya di KEK Mandalika saat ini paling rendah Rp500 ribu per malam. “Mari dijaga kondusivitas wilayah ini tetap aman dan nyaman, agar investasi terus mengarah di Lombok Tengah,” ajaknya.

Sebelumnya, persiapan Pertamina Mandalika International Street Circuit menjelang satu bulan perhelatan MotoGP pada 27-29 September 2024 sudah mencapai 75 persen. “Untuk persiapan secara persentase sirkuit sudah 75 persen. Tinggal menyapu, sikat, bilas dan melakukan pengecatan,” kata Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA) Priandhi Satria di Sirkuit Mandalika. (ant)

Capaian PAD Galian C Lobar Melejit 500 Persen

0
H. Muhammad Adnan (ekbisntb.com/her)

Lombok (ekbisntb.com) – Capaian PAD pajak Galian C atau Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB) Lombok Barat (Lobar) naik 500 persen. Itu bersumber dari satu lokasi proyek yakni Mega Proyek Strategis Nasional Bendungan Meninting yang menyetorkan Rp117 juta. Untuk memaksimalkan pajak dan retribusi daerah ini, Badan Penerimaan Pendapatan Daerah turun intens melakukan uji petik sejumlah potensi.

Kepala Bapenda Lobar H. Muhammad Adnan mengatakan realisasi pajak MBLB tahun 2025 sudah di atas target bahkan mencapai Rp142  juta  dari target Rp 25 juta tahun 2024. “Capaiannya sudah 500 persen, makanya nanti ini yang akan kita sesuaikan,” katanya, kemarin.

Tingginya capaian PAD dari pajak MBLB ini, karena sudah dilakukan pembayaran pajak oleh pihak perusahaan untuk proyek Bendungan Meninting, yang nilainya mencapai Rp 117 juta, sehingga capaian PAD menjadi Rp142 juta. “Tagihan pajak di Bendungan Meninting sudah dibayar Rp117 juta,” tegasnya.

Sementara, di sektor hiburan pajak hiburan pada tahun ini ditargetkan cukup tinggi mencapai Rp 4 miliar lebih, target ini naik beberapa kali lipat dibandingkan target pajak hiburan pada tahun 2023 yang hanya sebesar Rp 700 juta lebih. Dari target pajak hiburan sebesar Rp 4 miliar lebih, hingga saat ini target ini baru tercapai sekitar Rp 203 juta atau baru 4,22 persen.

Dibandingkan tahun lalu target PAD pajak hiburan sebesar Rp 700 juta lebih, hingga bulan Juli  tahun 2023 capaian PAD pajak hiburan sebesar Rp 184 juta. Masih tinggi capaian PAD tahun ini, meski target lebih tinggi. Dengan target 4 miliar ini diakui Adnan targetnya terlalu tinggi, sehingga diupayakan akan dilakukan penurunan target dalam APBD Perubahan nanti.” Target terlalu tinggi, di APBD perubahan kita sesuaikan lagi,” tegasnya.

Penyesuaian target pajak hiburan akan disesuaikan dengan hasil uji petik yang sudah dilakukan, di mana nantinya dari hasil uji petik, dinas dapat melihat bagaimana potensi pajak yang bisa didapatkan dari pajak hiburan.  Pihak Bapenda saat ini sedang melakukan uji petik. Di mana sejak beberapa pekan ini petugas Bapenda sudah menempatkan sejumlah pegawainya di tempat-tempat hiburan yang ada di Lobar terutama kawasan Senggigi, pihak Bapenda diturunkan untuk melihat bagaimana kondisi kunjungan para tamu di tempat hiburan yang ada di kawasan pariwisata. Apakah ramai atau seperti apa?. “Sedang turun, melihat secara langsung kondisi tempat hiburan,” katanya.

Hingga akhir bulan Juli 2024, capaian PAD di Bapenda secara umum capaian PAD khususnya di Bapenda dari target PAD tahun ini sebesar Rp 139 miliar lebih, yang sudah terealisasi mencapai Rp 65 miliar atau sekitar 46,84 persen sampai tanggal 31 Juli 2024. “Capaian PAD sudah mencapai 46,84 persen atau Rp 65 miliar lebih,” ujarnya.

Dibanding tahun lalu, lebih tinggi saat ini di tanggal yang sama, devisiasinya sampai Rp 5 miliar di mana pada tahun 2023,capaian PAD hingga akhir bulan Juli masih berada pada angka Rp 60 miliar lebih atau 37,75 persen. ” Ada peningkatan dibandingkan tahun 2023 lalu,”ujarnya. (her)

Penerima Bantuan Pangan Loteng Hanya Berkurang Satu Orang

0
Para kades di Loteng mendapat sosialisasi penyaluran bantuan pangan tambahan tahap ketiga di ball room kantor Bupati Loteng, Senin 5 Agustus 2024. (ekbisntb.com/kir)

Lombok (ekbisntb.com) – Pemerintah pusat memutuskan melanjutkan program bantuan pangan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) bagi warga kurang mampu selama tiga bulan hingga akhir tahun 2024 ini. Untuk Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) jumlah penerima program tersebut berkurang satu orang saja. Dari 154.127 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menjadi 154.126 KPM.

“Untuk penyaluran tambahan bantuan pangan yang tiga bulan ini direncanakan mulai pekan ini,” terang Kepala Cabang PT Jasa Prima Logistik  (JPL) NTB Bambang Hernawan, kepada Ekbis NTB di kantor Bupati Loteng, Senin 5 Agustus 2024.

Dengan jumlah beras yang akan diterima tetap sama yakni 10 kg per KPM per bulan. Hanya saja, penyaluran tidak dilakukan setiap bulan. Tapi dilakukan dua bulan sekali, yakni bulan Agustus, Oktober dan terakhir bulan Desember 2024, sehingga genap tiga bulan.

Tambahan bantuan pangan untuk tiga bulan tersebut diharapkan bisa meringankan beban keluarga sasaran dalam memenuhi kebutuhan pangan, khususnya beras. Terkait tambahan alokasi bantuan pangan tersebut sudah disampaikan ke semua kepala desa di Loteng.

Disinggung soal jumlah penerima bantuan, Bambang menegaskan itu semua keputusan dari pemerintah pusat. Jadi pihaknya ataupun pemerintah daerah tidak bisa merubah data penerima program. Dalam hal ini pihaknya hanya ditugaskan untuk menyalurkan bantuan pangan tersebut pada KPM yang sudah ditetapkan oleh pemerintah.

“Jadi soal berkurang atau bertambah jumlah penerima bantuan pangan itu menjadi kewenangan pemerintah pusat,” terangnya seraya menambahkan, pihaknya akan berupaya semaksimal mungkin menyalurkan bantuan pangan tersebut agar bisa diterima kepada KPM sasaran, sehingga bantuan tersebut bisa dirasakan manfaatnya oleh KPM sasaran.

Terkait pola penyaluran beras sendiri bisa dikatakan tidak ada perubahan. Hampir sama dengan pola penyaluran sebelum-sebelumnya. Kalaupun ada kekurangan saat penyaluran bantuan untuk bulan Januari sampai Juni kemarin, itu semua menjadi bahan evaluasi pihaknya. Untuk bisa lebih baik lagi pada penyaluran alokasi tambahan ini. (kir)

Laksanakan Pertambangan Bertanggung Jawab, AMMAN Peroleh The Copper Mark

0
Acara peluncuran buku Berdamai Dengan Bencana yang diselenggarakan di Lombok Raya, Senin, 5 Agustus 2024 di Mataram. (ekbisntb.com/era)

Jakarta (ekbisntb.com) – PT Amman Mineral Nusa Tenggara (“AMNT”), anak usaha dari PT Amman Mineral Internasional Tbk (“AMMAN”), memperoleh The Copper Mark untuk tambang Batu Hijau di Kabupaten Sumbawa Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat.

AMNT telah memenuhi sebagian besar dari kriteria The Copper Mark, yang merupakan sertifikasi terkemuka untuk praktik produksi tembaga yang bertanggung jawab .

Presiden Direktur AMNT, Rachmat Makkasau dalam keterangan resmi yang diterima media ini, Senin, 5 Agustus 2024 mengatakan, bahwa The Copper Mark menjadi bukti komitmen perusahaan untuk menerapkan standar internasional dalam hal pengelolaan lingkungan, sosial dan tata kelola (ESG).

“AMNT selalu mengedepankan prinsip keberlanjutan dalam seluruh aspek operasional. Capaian ini bisa kami dapatkan berkat dedikasi dan kerja sama seluruh karyawan yang mendukung strategi keberlanjutan Perusahaan dan implementasinya. Kami terus meningkatkan strategi untuk mencegah, mengurangi, dan mengatasi dampak buruk pada manusia dan lingkungan yang mungkin ditimbulkan dari kegiatan operasi kami. Upaya ini akan terus kami lakukan untuk memastikan kepatuhan penuh terhadap kriteria The Copper Mark” jelas Rachmat.

Penilaian The Copper Mark didasarkan pada berbagai kriteria produksi bertanggung jawab di lokasi produsen tembaga yang berpartisipasi. Kriteria tersebut ditentukan oleh Penilaian Kesiapan Risiko yang dibuat dan dimiliki oleh Responsible Minerals Initiative. Penilaian Kesiapan Risiko mencakup harapan inti produksi yang bertanggung jawab di seluruh bidang permasalahan utama ESG.

Proses pengajuan The Copper Mark oleh AMMAN ini telah berlangsung sejak tahun lalu. Pada September 2023, AMMAN menandatangani Letter of Commitment (LoC) bersama The Copper Mark, yang merupakan organisasi independen dan multipemangku kepentingan yang didirikan dan dikembangkan oleh International Copper Association sejak Desember 2019. Organisasi ini dipimpin oleh Dewan Direksi dan Dewan Penasihat Multi-pemangku kepentingan, termasuk pakar di bidang lingkungan dan hak asasi manusia.(r)

Mengenang Enam Tahun Gempa Lombok, SIAP SIAGA Rilis Buku “Berdamai Dengan Bencana”

0
SIAP SIAGA bersama forum Pengurangan Risiko Bencana (PRB) NTB meluncurkan buku berjudul Berdamai Dengan Bencana(ekbisntb.com/r)

Lombok (ekbisntb.com) – Enam tahun sudah gempa berkekuatan Magnitudo 7.0 mengguncang Lombok pada tahun 2018. Dalam upaya memperingati gempa yang masih membawa trauma ini, SIAP SIAGA bersama forum Pengurangan Risiko Bencana (PRB) NTB meluncurkan buku berjudul Berdamai Dengan Bencana.

Sekretaris Daerah (Sekda) NTB, Drs. H. Lalu. Gita Ariadi.,M.Si menyambut baik peluncuran buku ini, menurutnya dengan diterbitkan buku ini, dapat membantu masyarakat berdamai dengan bencana sehingga mengurangi rasa trauma yang masih dirasakan oleh sebagian orang.

“Berdamai dari bencana merupakan upaya kita untuk melawan lupa. Bukan untuk mengawetkan rasa traumatis,” ujarnya pada acara peluncuran buku Berdamai Dengan Bencana yang diselenggarakan di Lombok Raya, Senin, 5 Agustus 2024 di Mataram.

NTB merupakan daerah ring of fire atau daerah rawan bencana, sehingga, masyarakat perlu untuk mengetahui antisipasi dini serta penanganan ketika terjadi bencana. Oleh karenanya, buku ini diterbitkan untu mengedukasi masyarakat perihal bagaimana langkah yang harus dilakukan saat sebelum dan pasca bencana.

Untuk terus mengenang gempa Lombok enam tahun lalu, mantan Pj Gubernur NTB ini mengatakan bahwa pihaknya telah mengirim surat kepada BNPB dan lembaga terkait untuk membangun museum gempa. Seperti halnya dengan museum tsunami yang ada di Aceh, NTB ingin adanya museum gempa untuk mengingat peristiwa tersebut, sekaligus sebagai destinasi wisata.

“Bila perlu ada museum gempa, di Aceh ada museum tsunami untuk mengingatkan peristiwa itu. Sambil terus kita waspada dan bisa juga menjadi destinasi pariwisata,” terangnya.

Pihaknya mengatakan telah menyiapkan lokasi untuk pembangunan museum gempa ini, yang mana daerah tersebut merupakan pusat gempa Lombok 2018 yakni Lombok Timur dan Lombok Utara.

Selain membangun museum, diharapkan juga setiap tanggal 5 Agustus, dilakukan gladi terkait bagaimana penanganan pasca gempa.

Pun saat ini, NTB telah memiliki early warning system atau sistem peringatan dini bencana, namun, ia mengatakan SDM daerah perlu mengetahui bagaimana cara mengoperasikan alat tersebut.

“Early warning system propertinya ada, bagaimana SDM nya mengoperasikan alatnya tetap dalam keadaan siaga atau tidak, ini perlu kita ketahui dan diminta bersurat untuk BNPB untuk menyiapkan surat terkait dengan museum atau gladi tersebut,” tutupnya.

Hal serupa disampaikan oleh Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB, Ahmadi, ia mengatakan bahwa adanya buku ini untuk memperingati masyarakat agar selalu waspada terhadap bencana. Apalagi daerah NTB termasuk dalam ring of fire.

Menurutnya, buku ini bisa menjadi dokumen dan bahan edukasi kebencanaan di NTB. Selain itu penting untuk kembali mencatat dan mendokumentasikan berbagai pengalaman berharga yang dihadapi NTB dalam 6 tahun terakhir. (era)

Semester I 2024, Ekonomi NTB Tumbuh 7,90 Persen

0
Wahyudin (Ekbis NTB-Ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Ekonomi Nusa Tenggara Barat pada semester I-2024 (enam bulan pertama) dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi pada semester I-2023 mengalami pertumbuhan sebesar 7,90 persen (c-to-c).

Hal ini disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB, Drs. Wahyudin, MM di kantornya, Senin, 5 Agustus 2024.

Menurutnya, pada semester I tahun 2024 ini, pertumbuhan terjadi pada 17 lapangan usaha. Lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan signifikan adalah Pertambangan dan Penggalian sebesar 27,17 persen. Jasa Keuangan dan Asuransi sebesar 11,63 persen. Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib sebesar 7,28 persen.

Selanjutnya, lapangan usaha Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum tumbuh 7,16 persen. Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial tumbuh 6,58 persen. Industri Pengolahan tumbuh 6,11 persen. Pengadaan Listrik dan Gas tumbuh 5,56 persen. dan Jasa Lainnya tumbuh 5,42 persen.

Sementara itu, lapangan usaha Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan yang memiliki share paling dominan terhadap perekonomian NTB hanya tumbuh sebesar 0,62 persen. Sedangkan lapangan usaha Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor yang share-nya tertinggi ketiga tumbuh sebesar 4,33 persen.

Sementara itu, Ekonomi NTB Triwulan II-2024 mengalami pertumbuhan 5,90 Persen (q-to-q) dibanding triwulan I 2024. Selanjutnya, ekonomi NTB Triwulan II-2024 jika dibandingkan dengan triwulan II 2023 mengalami pertumbuhan sebesar 11,06 Persen (y-on-y).

“Semua faktor pendukung pertumbuhan ekonomi pertumbuhannya cukup bagus. pada triwulan I, sektor pertanian mengalami pertumbuhan negative, karena terjadinya pergeseran musim panen, masuk ke triwulan II sehingga cukup positif tumbuhnya sektor pertanian sampai 5,17 persen,” tambahnya.

Selanjutnya pertumbuhan ekonomi NTB diperkirakan akan akan semakin positif, seiring dengan akan terselenggaranya event internasional, salah satunya MotoGP Mandalika yang akan digelara pada 27-29 September 2024.

“BPS tidak boleh meramal, memprediksi, kecuali kita menghitung. Tapi akan ada event-event internasional, kemudian ditambah kegiatan-kegiatan poolitik bersamaan dengan momentum Pilkada, rasanya akan cukup mendorong pertumbuhan konsumsi rumah tangga. Tapi berapa efeknya terhadap pertumbuhan, ya harus dihitung nanti,” tandasnya.

Turut hadir dalam kesempatan ini, Sekda NTB, Drs. H. Lalu. Gita Ariadi. M.Si. ia juga menyampaikan optimisnya terhadap pertumbuhan ekonomi NTB kedepannya.

“Musim politik (Pilkada) bisa jadi akan banyak bagi-bagi sembako, dan lainnya. Kita berharap pertuumbuhan ekonomi NTB yang cukup positif ini akan konsisten selama tahun 2024,” demikian Lalu Gita.(bul)

BI NTB: Konflik Timur Tengah Tak Ngefek

0
Berry A Harahap(ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – Konflik di Timur Tengah semakin memanas. Selain perang di Palestina, Iran diprediksi akan melakukan serangan balasan ke Israel, pasca tewasnya pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh.

Pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri bahkan mengimbau masyarakat tidak bepergian ke tiga negara ini, Libanon, Iran, dan Israel. Alasannya supaya tidak terdampak situasi keamanan yang berpotensi memburuk.

Menanggapi kondisi di negara Timur Tengah saat ini, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Berry A Harahap mengemukakan, imbuan yang dikeluarkan Kementerian Luar Negeri lebih terkait dengan keselamatan warga negara RI.

Dari sisi perekonomian nasional, menurutnya konflik Timur Tengah tidak memiliki dampak yang terlalu besar. Saat ini ekonomi global lebih menyoroti kuatnya permintaan di Amerika Serikat dan lemahnya pertumbuhan di Eropa dan Jepang.

Masalah terakhir ini menyebabkan surutnya modal masuk ke negera2 berkembang termasuk Indonesia dan menguatnya USD, tercermin dari melemahnya nilai tukar termasuk Rupiah.

“Secara ekonomi, dampaknya lemah,” tegas Berry dihubungi di Mataram, Senin 5 Agustus 2024.

Berry melanjutkan, cargo dari negara-negara barat ke timur sudah lama menghindari jalur ini, karena faktor keamanan sehingga tidak ada lonjakan biaya lagi. Selain itu, hubungan ekonomi langsung Indonesia ke negara-negara tersebut menurutnya sangat rendah.

Dikemukakan, perekonomian global diprakirakan tumbuh 3,20% (yoy) sesuai prakiraan didorong oleh Amerika Serikat (AS) dan Eropa. Pertumbuhan ekonomi AS tetap baik ditopang oleh konsumsi dan stimulus fiskal.

Sementara ekonomi Eropa diprakirakan tumbuh lebih tinggi didorong perbaikan ekspor dan investasi. Di sisi lain, ekonomi Tiongkok belum kuat dipengaruhi oleh lemahnya permintaan domestik.

Sementara itu, ketidakpastian pasar keuangan global yang belum mereda mengakibatkan aliran modal ke negara berkembang relatif terbatas sehingga penguatan respon kebijakan perlu terus dilakukan untuk memitigasi dampak negatif rambatan.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I 2024 sebesar 5,11% (yoy), meningkat dari triwulan sebelumnya di tengah masih tingginya ketidakpastian global. Tetap kuatnya pertumbuhan didukung oleh terakselerasinya konsumsi RT seiring dengan momentum HBKN.

Pertumbuhan ekonomi keseluruhan 2024 diprakirakan tetap baik didukung konsumsi rumah tangga dan investasi, serta kinerja ekspor yang meningkat dengan kenaikan permintaan dari mitra dagang utama. Sejalan dengan itu, kredit perbankan tumbuh tinggi sebesar 12,36% (yoy) pada triwulan II 2024, ditopang oleh sebagian besar sektor ekonomi. Sejalan dengan itu, DPK tumbuh kuat (8,45% yoy) dan mendorong pertumbuhan kredit lebih tinggi.

Sementara itu, Ekonomi NTB pada Tw-I 2024 tumbuh sebesar 4,75% (yoy), lebih tinggi dari triwulan sebelumnya. Akselerasi pertumbuhan ditopang oleh kinerja investasi yang juga tumbuh meningkat, serta tetap tingginya konsumsi RT di tengah momentum HBKN Ramadhan.

Pertumbuhan ekonomi pada Tw-II 2024 diperkirakan lebih tinggi sejalan dengan optimalisasi ekspor konsentrat tembaga pasca relaksasi oleh Pemerintah, tercermin dari pertumbuhan ekspor Tw-II 2024 yang sangat signifikan. Lebih lanjut, bergesernya panen raya padi turut mendorong pertumbuhan kinerja sektor pertanian.

Adapun kinerja positif pertumbuhan ekonomi turut didukung oleh stabilitas barang dan jasa. Pada bulan Juni 2024, deflasi kembali terjadi sebesar -0,26% mtm sejalan dengan sumbangan deflasi dari komoditas hortikultura. Adapun inflasi tahunan Provinsi NTB tercatat sebesar 2,12% (yoy), terjaga dalam rentang sasaran 2,5±1%.(bul)