Wednesday, April 8, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 629

MGPA Gelar Mandalika Festival of Speed, Ajang Sport Tourism dan Entertainment

0
Priandhi Satria (ekbisntb.com/motorplusonline)

Lombok (ekbisntb.com) – Pertamina Mandalika International Circuit atau Sirkuit Mandalika diharapkan tetap ramai dengan sejumlah aktivitas olahraga dan hiburan. Yang terbaru, Mandalika Grand Prix Association (MGPA) akan melaksanakan kegiatan Mandalika Festival of Speed yang digelar mulai akhir Agustus 2024. Ini merupakan agenda tahun pertama, sehingga diharapkan bisa berlangsung sukses dan berkelanjutan.

Direktur Utama MGPA Priandhi Satria mengatakan, Mandalika Festival of Speed ini merupakan rangkaian kegiatan dari hari Jumat, Sabtu dan Minggu tanggal 30 Agustus sampai 1 September 2024 yang menghadirkan balapan motor sport baik roda 2 dan roda 4 yang digabung dengan kegiatan festival. Dalam festival ini dihadirkan UMKM yang menyediakan aneke kuliner, musik lokal, DJ dan lainnya.

“Jadi kegiatan motor sport itu bisa berupa balap, bisa kejuaraan nasional, kejuaraan daerah, bisa kejuaraan club, kegiatan komunitas. Nanti suatu saat bisa dijadikan kejuaraan internasional di Mandalika Festival of Speed,” kata Priandhi Satria kepada wartawan, Selasa 13 Agustus 2024 kemarin.

Priandhi Satria mengatakan, Mandalika Festival of Speed yang digelar akhir Agustus besok yaitu Porsche Sprint Challenge dengan menghadirkan 10 unit kendaraan, kemudian balapan yang dilakukan oleh ATPM (Agen Tunggal Pemegang Merek) dengan menghadirkan antara 6 – 8 kendaraan, dan Mini Cooper Jaksel sebanyak 40 kendaraan.

“Kemudian kita akan bikin versi Time Attack. Kalau tak salah jumlahnya 20 starter. Nanti di sini ada Time Attack kendaraan Jepang, kendaraan Eropa dan segala jenis kendaraan ditambah Time Attack kendaraan radical yang ada di Sirkuit Mandalika serta Time Attack Agya yang sudah ada di sirkuit. Jadi jumlah kendaraan di Mandalika Festival of Speed kurang lebih 60 kendaraan,” katanya.

Ia mengatakan, kegiatan ini memiliki banyak manfaat. Manfaat di internal yaitu melatih para kru di MGPA dalam menejalankan berbagai kegiatan otomotif. Kemudian ini bagian dari cara MPGA mengaptifkan berbagai peralatan di Sirkuit Mandalika seperti Digital Flight, Digital Timing, CCTV dan segala peralatan elektronik lainnya.

“Ini juga untuk menambah pendapatan MGPA untuk menyambung hidup. Bagi masyarakat manfaatnya cukup besar, karena dari 60 peserta yang hadir untuk pertama kali ini, kami sudah mendata ada beberapa yang akan menginap di hotel berbintang. Dari 60 perserta ini dikali lima orang, maka sekitar 300 orang yang datang, tentu mereka butuh penginapan. Ini akan menggerakkan ekonomi,” ujarnya.(ris)

Pemprov NTB Susun Peta Potensi Investasi Komprehensif

0
Wahyu Hidayat (Ekbis NTB/dok)

Lombok (ekbisntb.com) – Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi NTB menyusun peta potensi investasi untuk memberi gambaran komprehensif kepada setiap investor yang hendak menanamkan modal di wilayah tersebut.

“Peta potensi investasi untuk seluruh daerah di NTB itu kami targetkan selesai tahun ini,” kata Pelaksana tugas Kepala DPMPTSP NTB, Wahyu Hidayat di Mataram, Selasa 13 Agustus 2024.

DPMPTSP NTB mulai menyusun peta potensi investasi pada September 2024. Peta potensi investasi merupakan informasi detil tentang ekonomi dan peluang pengembangan berbagai sektor usaha di Nusa Tenggara Barat.

Peta itu turut memuat gambaran rencana tata ruang wilayah, potensi ekonomi dan perdagangan, potensi sarana dan prasarana infrastruktur, potensi sumber daya alam, potensi wisata hingga potensi energi dan pertambangan.

Pada semester I 2024, nilai realisasi investasi di Nusa Tenggara Barat tercatat mencapai Rp25,55 triliun. Sektor usaha yang mencatatkan angka realisasi investasi terbesar adalah pertambangan sebanyak Rp18,45 triliun, perindustrian Rp4,73 triliun, serta pariwisata dan ekonomi kreatif Rp1,21 triliun.

Daerah dengan realisasi investasi terbanyak terletak di Kabupaten Sumbawa Besar mencapai Rp21,91 triliun, Kota Mataram Rp654 miliar, dan Kabupaten Sumbawa sebesar Rp601 miliar.

Sedangkan, tiga daerah dengan angka realisasi investasi terkecil berada di Kabupaten Bima yang hanya berjumlah Rp57,89 miliar, Kota Bima Rp68,74 miliar dan Kabupaten Lombok Barat Rp268,89 miliar.

Wahyu menuturkan peta potensi investasi tersebut juga menjadi salah satu upaya Pemprov NTB untuk mendongkrak capaian realisasi investasi di Kota Bima dan Kabupaten Bima yang saat ini masih terbilang rendah.

“Dari sana (peta potensi investasi) kami berangkat untuk menawarkan potensi-potensi dan peluang-peluang yang ada di Bima supaya mereka bisa bangkit,” ujarnya.

Lebih lanjut dia menyampaikan bila melihat secara kasat mata dengan kontur geografi yang dimiliki oleh Kota Bima dan Kabupaten Bima maka peluang investasi yang paling kuat sejauh ini adalah sektor peternakan dan pertanian.

Pemerintah setempat kini mengkaji kontribusi pertanian dan peternakan yang disumbangkan kepada Kota Bima dan Kabupaten Bima.

Dengan demikian, DPMPTSP NTB mencari peluang baru yang dapat dikembangkan oleh pemilik modal untuk mendorong agar dua daerah yang berada berada di ujung timur Pulau Sumbawa tersebut bisa bersaing dengan delapan kabupaten/kota yang ada di Nusa Tenggara Barat. (ant)

Pemerintah Kembali Salurkan Bapang Tahap III

0
Pemkab Sumbawa, kembali menyalurkan Bantuan Pangan Cadangan Pemerintah (CBP) berupa beras 10 kilogram untuk tahap III bagi 49. 581 penerima bantuan selama 3 bulan.(ekbisntb.com/ils)

Sumbawa Besar (ekbisntb.com) – Pemerintah Kabupaten Sumbawa, kembali menyalurkan Bantuan Pangan Cadangan Pemerintah (CBP) berupa beras 10 kilogram untuk tahap III bagi 49. 581 penerima bantuan selama 3 bulan.

“Penyaluran bantuan pangan merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam menjaga kondisi masyarakat terutama di bidang pangan untuk menekan terjadinya inflasi,” kata Bupati Sumbawa, Drs. H. Mahmud Abdullah, kepada wartawan, Selasa 13 Agustus 2024.

Dikatakan Haji Mo, dengan adanya bantuan ini diharapkan kondisi masyarakat tetap stabil terutama di bidang pangan. Bupati juga meminta kepada semua pihak yang terkait dalam penyaluran Bapang harus tepat sasaran sesuai dengan data penerima.

“Penyaluran bantuan ini harus tepat sasaran, sehingga dampak dari inflasi bisa diminimalisir serta tidak terjadi hal yang tidak diinginkan di lapangan,” ucapnya.

Pimpinan Cabang (Pinca) Bulog, Zuhri Hanafi, menjelaskan, peluncuran ini merupakan bagian dari kegiatan bantuan pangan tahun 2024 yang sebelumnya juga telah diluncurkan pada bulan Januari lalu. Penyaluran tahap I dan II sudah selesai dilaksanakan, kini dilanjutkan untuk tahap III.

“Tahap pertama dan kedua sudah sukses kita salurkan dan kami berharap di tahap ketiga juga berjalan sukses dan lancar,” ucapnya.

Adapun pola penyalurannya melalui, jasa tranforter dengan mengambil beras di pintu gudang Bulog, kemudian diangkut hingga titik distribusi di Desa dan Kelurahan. Selanjutnya, disalurkan oleh Desa dan Kelurahan kepada PBP.

“Secara umum jumlah penerima tetap, hanya saja ada beberapa kecamatan yang bertambah maupun berkurang,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Irin Wahyu Indarni, mengatakan, penyaluran Bapang CBP ini bertujuan untuk mengurangi beban pengeluaran penerima bantuan pangan. Selain itu, bantuan itu juga dilakukan untuk menanggulangi kekurangan pangan, gizi dan mengendalikan gejolak harga pangan.

“Penyaluran Bapang sebagai upaya memitigasi dampak el nino yang menyebabkan kekeringan dan kerawanan pangan baik penduduk miskin maupun penduduk rentan miskin,” ujarnya.

Penerima Bantuan Pangan ditetapkan oleh Kepala Badan Pangan Nasional berdasarkan hasil rapat koordinasi tingkat menteri / kepala lembaga. Di Sumbawa ditetapkan sebanyak 49.581 PBP dengan jumlah bantuan 495.810 kg beras per bulan.

“Penerima akan memperoleh bantuan pangan beras sejumlah 10 kilogram per Kepala Keluarga setiap bulan selama 3 bulan yaitu Agustus, Oktober, dan Desember tahun 2024,” tukasnya. (ils)

Dispar Mataram Gelar “Festival Kota Tua Ampenan”

0
Seorang pengendara melintas di dekat salah satu penanda masuk ke kota tua, Ampenan. (ekbisntb.com/ant)

Lombok (ekbisntb.com) – Dinas Pariwisata Kota Mataram, menggelar kegiatan “Festival Kota Tua Ampenan” untuk mempromosikan kawasan wisata kota tua serta Pantai Ampenan sekaligus sarana melestarikan kesenian dan kebudayaan lokal.

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Mataram Cahya Samudra di Mataram, Selasa, mengatakan, kegiatan Festival Kota Tua Ampenan dijadwalkan pada Sabtu, 24 Agustus 2024. “Kegiatan kita pusatkan di Taman Jangkar Ampenan, mulai pagi hingga malam,” katanya kepada wartawan.

Dikatakan, kegiatan Festival Kota Tua Ampenan tersebut untuk menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 RI dan HUT ke-31 Kota Mataram pada 31 Agustus 2024. Dalam konsepnya, kegiatan Festival Kota Tua Ampenan akan menampilkan hiburan dengan berbagai atraksi seni dan budaya lokal serta menggelar bazar usaha mikro kecil menengah (UMKM).

“Kegiatan ini sekaligus untuk menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar,” katanya. Karena itu, UMKM yang akan dilibatkan dalam kegiatan Festival Kota Tua Ampenan itu merupakan UMKM dari warga sekitar yang ada di kawasan Kota Tua Ampenan.

Untuk kegiatan itu, Dispar berkolaborasi dengan Kecamatan Ampenan yang sudah setiap akhir pekan menggelar kegiatan di ruang kreatif Taman Jangkar dalam konsep “Ampenan Huis”.

Camat Ampenan, Muzakkir Walad sebelumnya mengatakan, Ampenan Huis merupakan wadah kreativitas tempat berkumpulnya para seniman terbaik Kota Mataram sehingga tidak pernah surut pengunjung. “Berbagai kegiatan di Ampenna Huis, menjadi daya tarik para wisatawan lokal hingga mancanegara untuk menyaksikan atraksi seni dan budaya yang ditampilkan setiap akhir pekan,” katanya.

Ampenan Huis saat ini menjadi ikon pusat seni dan budaya di Kota Mataram yang terus dilengkapi dengan berbagai fasilitas dan ornamen lainnya guna memudahkan para seniman mengakses sumber daya yang dibutuhkan untuk berkarya. “Selain seni dan budaya, kita juga menampilkan stand up comedy dan konser musik perkusi dari warga Ampenan khususnya dan Mataram umumnya,” katanya. (ant)

Pemprov NTB akan Bentuk Satgas, Imbas Pembakaran Camp Tambang Emas Ilegal di Sekotong

0
Asisten II Setda NTB, H. Fathul Gani (ekbisntb.com/era)

Lombok (ekbisntb.com) – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat mengatensi pembakaran camp-camp penambang emas illegal diduga milik Tenaga Kerja Asing (TKA) di Dusun Lendek Bare, Desa Persiapan Belongas, Kecamatan Sekotong, Lombok Barat.

Peristiwa pembakaran camp terjadi pada Sabtu, 10 Agustus 2024 ini mendapat perhatian Pemprov NTB.
Asisten II Setda Provinsi NTB, H. Fathul Gani, M.Si mengatakan akan membentuk satuan tugas agar peristiwa serupa tidak terjadi lagi.

“Segera kita bentuk kalau memang belum terbentuk. Kita akan panggil dan undang instansi terkait,” ujarnya kepada wartawan, Selasa, 13 Agustus 2024.

Menurutnya, penambangan illegal dapat merusak lingkungan dan ekosistem masyarakat, sehingga perlu diantisipasi supaya tindakan ini tidak terulang di Provinsi Nusa Tenggara Barat.

“Mau WNA mau WNI tambang illegal itu memang harus diantisipasi, dicegah, jangan sampai merusak lingkungan masyarakat setempat,” lanjutnya.

Sebelumnya, pada Senin, 11 Agustus 2024, Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) NTB, H. Sahdan mengatakan, pihaknya belum membentuk tim terpadu untuk penanganan tambang illegal karena tidak memiliki cukup anggaran.

Gani mengatakan, perlu dibentuk satgas untuk pencegahan pembangunan tambang illegal.

Oleh karena itu, ia mengatakan akan segera membentuk tim terpadu, berapapun anggarannya. Yang pasti, lingkungan dan ekosistem masyarakat aman dari penambangan liar.

“Anggaran akan kita siapkan kalau memang itu diperlukan,” tegasnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Komandan Korem 162/WB, Brigadir Jenderal TNI Agus Bhakti, S.I.P., M.I.P., M.Han juga mengatensi hal tersebut, yang mana TNI berkoordinasi dengan pihak Kepolisian untuk membantu mengatasi permasalahan yang terjadi di kawasan Sekotong .

“Setiap kejadian menonjol pasti kita berkoordinasi, kita selalu bersinergi dan mencatat permasalahannya apa, dan bagaimana solusi yang kita lakukan sama-sama dengan Polda, instansi terkait, dan semuanya lah,” ujarnya.(era)

Jaga Kestabilan Pangan Daerah, Korem 162/WB Distribusikan Total 6.297 Pompa

0
Komandan Korem 162/WB Brigadir Jenderal TNI Agus Bhakti (ekbisntb.com/era)

Lombok (ekbisntb.com) – Untuk membantu menjaga stabilitas pangan daerah, Komando Resor Militer (Korem) 162/WB menyalurkan total 6.297 unit pompa kepada petani.

Komandan Korem 162/WB, Brigadir Jenderal TNI Agus Bhakti, S.I.P., M.I.P., M.Han., mengatakan dari jumlah tersebut, terbagi menjadi empat jenis pompa yaitu sumur bor, pompa hidram, pompanisasi, dan irigasi perpompaan.

Bantuan sumur bor dan pompa hidram merupakan kegiatan dari pihak Korem sendiri, sedangkan irigasi perpompaan dan pompanisasi merupakan program Kementrian Pertanian (Kementan) yang berkoordinasi dengan pemerintah daerah.

“Dari kita ada sumur bor, kemudian ada pompa hidram. Dari Kementan ada pompanisasi dan irigasi pompa, itu beda. Irigasi pompa semacam sumur juga tapi ada rumahnya yang agak besar,” ujar Danrem saat menggelar diskusi dengan wartawan di Mataram, Selasa, 13 Agustus 2024.

Distribusi tersebut telah tersebar di 56 titik kawasan NTB. Dimana dari jumlah total pompa yang sudah disebar, 6.000 merupakan pompanisasi, 254 irigasi perpompaan, 36 sumur bor, dan 20 pompa hidram.

Bantuan pompa tersebut dinilai efektif untuk membantu menjaga kestabilan pangan NTB sebagai daerah lumbung pangan nasional.

Tidak hanya bantuan pompa, Kementrian Pertanian juga memebrikan bantuan bibit dan pupuk kepada petani. Untuk memaksimalkan bantuan tersebut, Korem 162/WB sedang mengajukan kepada Kementan agar NTB dapat mendapatkan tambahan bantuan tersebut.

“Pada saat Mentri pertanian ke NTB, banyak memberikan bantuan pupuk, bantuan bibit. Kami sendiri dari Korem sedang mengajukan, ada beberapa dari Kelompok Tani (Poktan) juga sedang mengajukan yaitu bantuan yang diberikan kepada kelompok tani yang belum menerima bantuan,” jelasnya.

Selain itu, untuk lebih memaksimalkan hasil pertanian NTB, beberapa daerah juga dikatakan telah mengajukan tambahan cetak sawah baru. NTB mendapatkan Anggaran Belanja Tambahan (ABT) dari pusat untuk membentuk sawah baru seluas 17.000 hektare. Beberapa daerah yang telah mengajukan di antaranya Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Lombok Barat. (era)

OJK Terbitkan Aturan Untuk Mendukung Penerbitan Dan Pelaporan Obligasi dan Sukuk Daerah

0
Kepala Departemen Literasi, Inklusi Keuangan dan Komunikasi OJK Aman Santosa. (ekbisntb.com/ant)

Jakarta (ekbisntb.com) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berupaya mendorong perluasan sumber pembiayaan fiskal pemerintah daerah melalui pemanfaatan sumber pendanaan di Pasar Modal dengan menerbitkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 10 Tahun 2024 tentang Penerbitan dan Pelaporan Obligasi Daerah dan Sukuk Daerah (POJK 10/2024).

POJK 10/2024 dikeluarkan untuk menyesuaikan dan menyelaraskan ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan yang mengatur mengenai Obligasi Daerah dan Sukuk Daerah dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah serta Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2024 tentang Harmonisasi Kebijakan Fiskal Nasional selaku peraturan perundangundangan yang diterbitkan sebagai upaya mengatasi kendala penerbitan Obligasi Daerah dan Sukuk Daerah.

Sebagaimana keterangan resmi yang disampaikan OJK NTB, Senin, 12 Agustus 2024, bahwa POJK ini juga diterbitkan dengan tujuan untuk meningkatkan keterbukaan informasi dan pengawasan atas penerbitan Obligasi dan Sukuk Daerah.

POJK 10/2024 ini mengganti, menggabungkan serta mencabut keberlakuan 3 (tiga) POJK telah diterbitkan sebelumnya pada tahun 2017, yaitu POJK Nomor 61/POJK.04/2017 tentang Dokumen Pernyataan Pendaftaran Dalam Rangka Penawaran Umum Obligasi Daerah dan atau Sukuk Daerah, POJK Nomor 62/POJK.04/2017 tentang Bentuk dan Isi Prospektus dan Prospektus Ringkas Dalam Rangka Penawaran Umum Obligasi Daerah dan atau Sukuk Daerah, dan POJK Nomor 63/POJK.04/2017 tentang Laporan dan Pengumuman Emiten Penerbit Obligasi Daerah dan atau Sukuk Daerah.

Adapun penyesuaian dalam POJK 10/2024 ini mencakup. Penambahan kewajiban memperoleh hasil pemeringkatan Obligasi Daerah dan/atau Sukuk Daerah.

Penyesuaian kewajiban penyampaian laporan Keuangan Pemerintah Daerah periode terakhir yang telah diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan menjadi tidak wajib disampaikan kepada OJK, namun wajib tersedia di situs web Pemerintah Daerah.

Penyesuaian persyaratan penyampaian dokumen Peraturan Daerah sebagai persyaratan Pernyataan Pendaftaran. Penghapusan ketentuan mengenai kewajiban penyampaian dokumen lain berupa pertimbangan Menteri Dalam Negeri.(bul)

Ratusan Anak Keluarga Pra Sejahtera dan Berprestasi Diberikan Sepatu Sekolah

0
Penyerahan secara simbolis bantuan Sepatu sekolah kepada anak-anak dari keluarga pra Sejahtera dan berprestasi di Provinsi NTB(ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – Ratusan anak-anak sekolah dari keluarga pra sejahtera dan berprestasi di NTB mendapatkan bantuan Sepatu sekolah gratis dari Alfamart. Bantuan ini diharapkan dapat memberikan semangat belajar kepada para siswa/i serta membantu mereka dalam menjalani kegiatan sekolah dengan lebih nyaman.

Bantuan sepatu sekolah ini diperuntukkan untuk para siswa/i dari kalangan keluarga pra sejahtera dan berprestasi di lima sekolah, yaitu SMPN 1 Gerung Lombok Barat, SMPN 1 Tanjung Lombok Utara, SMPN Satu Atap Aikmel Lombok Timur, SMPN 6 Lambu Bima, dan SMPN 1 Sape Bima.

Berkolaborasi dengan BenihBaik.com, bantuan ini diserahkan langsung secara simbolis oleh Corporate Communication GM Alfamart Rani Wijaya, PJ Bupati Lombok Barat H Ilham M.Pd yang diwakilkan Kadis Perindag H Maksum M.Pd, dan Chief Partnership Officer BenihBaik.com Al Greeny Dewayanti di SMPN 1 Gerung, Lombok Barat, Selasa, 13 Agustus 2024.

“Kami sangat senang dapat berkontribusi dalam mendukung kemajuan pendidikan di Indonesia dengan penyaluran bantuan sepatu untuk anak-anak di lima SMPN di Lombok. Ini merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) Alfamart di bidang pendidikan untuk membuat mereka nyaman dan lebih percaya diri di sekolah,” ujar Rani Wijaya.

Alfamart berharap, kolaborasi yang baik dengan BenihBaik.com dan didukung oleh pemerintah daerah setempat dapat memberikan manfaat langsung bagi para siswa/i di Lombok untuk lebih semangat dalam belajar dan meraih prestasi.

Sementara itu, Chief Partnership Officer BenihBaik.com Al Greeny Dewayanti menyebut kolaborasi bersama Alfamart merupakan kerja sama yang baik untuk membantu anak-anak di Indonesia mendapatkan perlengkapan sekolah yang layak.

“Kami bersama Alfamart menginisiasi program ‘Langkah Bersama’ untuk memberikan sepasang sepatu kepada 375 anak-anak sekolah di Lombok. Dengan begitu, kami berharap akan ada banyak yang terbantu dari kerja sama baik yang terjalin antara BenihBaik.com dan Alfamart, khususnya untuk anak-anak sekolah yang ada di Lombok,” terangnya.

Sementara itu, H Maksum M.Pd mengapresiasi langkah yang diambil Alfamart untuk berkontribusi positif pada sektor pendidikan khususnya di Lombok Barat.
“Mewakili bapak PJ Bupati, Pemerintah Lombok Barat menyambut baik kegiatan yang dilakukan Alfamart bersama BenihBaik.com untuk memberikan bantuan sepatu bagi anak-anak di pulau Lombok. Ini merupakan langkah yang baik dan menjadi contoh untuk perusahaan lain yang ada di Lombok untuk ikut berkontribusi membangun Lombok di berbagai sektor,” pungkasnya.

Kepala sekolah SMPN 1 Gerung, H Nurdin, sebagai salah satu sekolah penerima bantuan mengungkapkan terima kasihnya terhadap bantuan yang diberikan Alfamart dan BenihBaik.com.

“Pertama saya mengucapkan terima kasih kepada Alfamart dan BenihBaik.com yang telah memberikan bantuan sepatu gratis ini untuk para siswa/i kami yang memang layak terbantu. Kedua, kami merasa terhormat sekolah kami menjadi tempat acara simbolis penyerahan bantuan ini. Dan yang ketiga, semoga akan semakin banyak lagi anak-anak sekolah Indonesia yang bisa terbantu dari program kebaikan Alfamart. Sekali lagi terima kasih untuk Alfamart,” ucapnya.

Latifatun Nisa, siswi SMPN 1 Tanjung Lombok Utara, mengaku dirinya sangat senang menerima bantuan sepasang sepatu dari Alfamart.

“Saya senang dapat sepatu baru dari Alfamart, mau saya langsung pakai besok buat sekolah,” ujarnya.

Sama halnya yang diutarakan Abdi, siswa SMPN Satu Atap Aikmel Lombok Timur, ia sangat bersyukur dapat mengenakan sepatu baru pada upacara kemerdekaan.

“Senang sekali, dan nanti 17 Agustus akan saya pakai untuk menjadi petugas upacara kemerdekaan di sekolah,” kata Putra dengan semangat.(bul)

BI Kembangkan Padi Varietas Gamagora 7 di Lombok,Hasilkan 10,3 Ton Per Hektar

0
Penanaman perdana dan perluasan Padi Varietas Gamagora(ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – Penanaman perdana dan perluasan Padi Varietas Gamagora 7 pada 16 Mei lalu dirasakan keberhasilannya pada panen perdana demplot Varietas Gamagora 7 di Desa Pengembur, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Senin, 12 Agustus 2024.

Penerapan varietas padi unggulan ini ditempuh oleh Bank Indonesia dalam rangka peningkatan produktivitas hasil pertanian padi serta pengendalian inflasi komoditas beras. Bank Indonesia menggandeng kelompok remaja tani yang notabene digerakkan oleh generasi milenial dengan pendekatan pertanian semi organik di lahan demplot seluas 30 are.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, , Berry Arifsyah Harahap menyampaikan, produktivitas Gamagora 7 memiliki potensi produksi hingga 9,80 ton/ha dengan rata-rata produksi sebesar 7,95 ton/ha.

Bahkan dari hasil demplot Varietas Gamagora 7 berdasarkan hasil ubinan yang dilakukan Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Tengah, diperoleh gabah kering 10,3 ton/ha atau hampir dua kali lipat dari angka produksi varietas lainnya yang selama ini tercatat mampu menghasilkan 5-6 ton/ha.

“Pasca panen nanti, kami berharap varietas ini dapat dikembangkan lebih lanjut pada lahan tanam yang lebih luas,” ujar Berry.

Lebih lanjut, selain untuk mendukung pengendalian inflasi khususnya strategi ketersediaan pasokan, program ini juga ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya para petani melalui pengembangan pertanian organik dan optimalisasi pemanfaatan limbah sehingga dapat menekan biaya produksi petani serta peningkatan produktivitas hasil pertanian. Melestarikan varietas padi lokal Gogo Rancah atau yang sering disingkat dengan Gora.

Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Lombok Tengah Drs. H. Lendek Jayadi, M. Si menyampaikan apresiasinya kepada Bank Indonesia atas upaya yang dilakukan dalam menjaga laju inflasi dengan memperhatikan ketersediaan stok pangan melalui penggunaan Varietas Gamagora 7 kepada para petani khususnya kepada kelompok Remaja Tani di Desa Pengembur.

”Kedepannya, penggunaan varietas ini akan kita kembangkan di kawasan serupa yang ada di Lombok Tengah juga wilayah lainnya karena kemampuannya yang adaptif terhadap perubahan iklim dan terbukti berhasil menekan biaya produksi serta mampu meningkatkan jumlah produksi dengan kualitas padi yang lebih baik,” jelas H. Jayadi.

Diketahui bahwa Padi Varietas Gamagora 7 merupakan hasil pemuliaan oleh Pusat Inovasi Agroteknologi Universitas Gajah Mada. Varietas ini telah melalui tahap uji multilokasi di 8 lokasi lahan sawah dan 6 lokasi tadah hujan sehingga Gamagora 7 ini disebut juga Padi Amphibi yang Berdaya Hasil Tinggi serta Adaptif terhadap Perubahan Iklim.

Untuk itu, Apresiasi dan rasa terima kasih disampaikan kepada Prof. Dr. Ir. Taryono, M.Sc, perwakilan Pusat Inovasi Agroteknologi Universitas Gajah Mada selaku Pemulia Varietas Gamagora 7 yang telah hadir secara langsung dalam acara tersebut.(bul)

Dermaga dan Biaya Tambat Dikeluhkan Kapal Cepat Rute Senggigi-Padangbai Terancam Tutup

0
Kondisi fasilitas Dermaga Sengigigi ini tak sesuai standar, sehingga dikeluhkan operator. (ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Dermaga Senggigi Kecamatan Lombok Barat yang melayani rute penyeberangan kapal cepat Senggigi – Padangbai dikeluhkan, lantaran kondisi fasilitas dermaga yang diduga tidak sesuai dengan standar operasional dan tingginya biaya tambat kapal. Hal ini menjadi keluhan utama dari para operator kapal.

Selain itu, tidak adanya marka khusus yang menunjukkan keberadaan dermaga. Keluhan ini telah disampaikan melalui surat resmi kepada Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Lobar, namun hingga saat ini belum ada tanggapan serius dari pihak terkait. Fasilitas dermaga yang semakin yang tidak memadai inipun memaksa para pelaku usaha penyeberangan untuk mempertimbangkan pemberhentian operasional.

Hingga saat ini, hanya tersisa satu kapal cepat yang beroperasi di Dermaga Senggigi, yakni milik PT. Bali Eka Jaya. Kapal baru bernama Ekajaya Matra ini diluncurkan pada 20 Juli lalu dengan menggunakan teknologi Waterjet System yang memilik fitur berbeda dengan kapal biasanya yang baling-balingnya berada di dalam bagian kapal. Hal ini memungkinkan kapal untuk bertahan meskipun kondisi dermaga tidak optimal.

Saat ini kapal Eka Jaya Matra ini satu-satunya kapal yang masih beroperasi dengan jadwal keberangkatan kapal cepat PT. Bali Eka Jaya adalah dua kali sehari, yaitu pukul 11.30 dan 16.00 WITA. Harga tiket untuk rute interlokal adalah Rp550.000, sedangkan harga tiket lokal adalah Rp450.000. Rute yang dilayani kapal ini meliputi Senggigi, Terawangan, Senggigi, dan Padangbai.

Abdi salah satu pelaku usaha penyeberangan kapal cepat Ferry kepada media, mengatakan, ada dua faktor utama yang membuat para operator penyeberangan terancam berhenti beroperasi.  Pertama biaya pelabuhan yang lebih tinggi dari target perusahaan dan fasilitas yang semakin buruk, sehingga membahayakan kapal dan penumpang.

Kondisi ini memaksa para pelaku usaha untuk berjuang keras demi mempertahankan operasional mereka. “Saya berharap agar pemerintah dalam hal ini Dinas Perhubungan Kabupaten Lombok Barat dan pemerintah daerah Kabupaten Lombok Barat menanggapi keluhan dan harapan kami dengan serius,” katanya.

Ditegaskannya, dukungan dari pemerintah sangat diperlukan untuk memastikan Dermaga Senggigi dapat beroperasi dengan baik dan terus mendukung pertumbuhan ekonomi lokal. “Jika hal ini tidak mendapatkan respons baik dari pemerintah, maka dikhawatirkan akan menyebabkan efek domino. Mulai dari pihak operator yang terpaksa menghentikan penyebrangan dari Dermaga Senggigi, hingga berdampak pada matinya usaha di sekitar dermaga dan berkurangnya minat wisatawan,” ungkapnya.

Abdi menjelaskan, keluhan pihaknya bukan hanya sekedar masalah teknis, tetapi juga berdampak luas pada perekonomian dan pariwisata daerah Senggigi. Dermaga yang tidak memadai akan membuat wisatawan enggan berkunjung, yang pada akhirnya akan menurunkan pendapatan bagi pelaku usaha lokal, termasuk restoran, hotel, dan tempat wisata lainnya. Sebagai salah satu tujuan wisata utama di Lombok, Senggigi sangat bergantung pada kelancaran transportasi laut untuk mendatangkan wisatawan.

Lokasi Dermaga Senggigi yang begitu strategis, dekat dengan pusat kota dan tempat-tempat wisata utama, menjadikannya sangat penting untuk dipertahankan dan diperbaiki. Sehingga wisatawan yang tiba di dermaga ini tidak perlu menyewa kendaraan lagi untuk mencapai tempat penginapan, swalayan, atau bahkan pusat Kota Mataram. Ini adalah salah satu keunggulan yang membuat Dermaga Senggigi menjadi pilihan utama bagi para wisatawan.

Menanggapi keluhan pelaku usaha penyeberangan, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Lobar M. Najib mengakui kekurangan sarana dan prasaran di Dermaga Senggigi.

“Memang di Dermaga Senggigi kita perlu pembenahan, sambail jalan kita akan memperbaiki,” kata Najib.

Najib juga mengakui bahwa SOP pelayaran di Dermaga Senggigi masih ada yang belum dipenuhi. Kendati demikian pihaknya akan berusaha maksimal untuk memenuhi standar yang dibutuhkan.”InsyaAllah kita akan siapkan semua, mudahan hari-hari ini ke depannya kita sudah bisa penuhi,” kata Najib. (her)