Friday, April 10, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 621

Pendapatan di APBD Perubahan NTB Meningkat Rp543 Miliar

0
Pj Gubernur NTB diwakili oleh Asisten III Setda NTB H. Wirawan Ahmad saat memberikan penjelasan Gubernur terhadap nota keuangan tentang perubahan APBD Provinsi NTB 2024 yang Jumat 23 Agustus 2024 kemarin.(ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – APBD Perubahan Provinsi NTB masih dalam proses pembahasan oleh eksekutif dan legislatif. Dalam postur anggaran perubahan, ada proyeksi peningkatan pendapatan sebesar 8,79 persen atau sebesar Rp543 miliar dibandingkan dengan APBD murni tahun 2024.

Pj Gubenur NTB H. Hassanudin diwakili oleh Asisten III Setda NTB H. Wirawan Ahmad mengatakan, pendapatan daerah pada APBD perubahan tahun 2024 direncanakan sebesar Rp6,72 triliun rupiah lebih, sementara di APBD murni tahun 2024 yang dianggarkan sebesar  Rp6,18 triliun lebih.

“Kenaikan ini merupakan akumulasi peningkatan komponen pendapatan seperti pendapatan asli daerah dan pendapatan transfer,” kata Pj Gubernur NTB saat memberikan penjelasan di rapat paripurna DPRD NTB dengan agenda penjelasan Gubernur terhadap nota keuangan tentang perubahan APBD Provinsi NTB Tahun Anggaran 2024 yang diwakili oleh Asisten III Setda NTB, H. Wirawan Ahmad Jumat 23 Agustus 2024 kemarin.

Ia mengatakan, beberapa saat yang lalu eksekutif dan legislatif telah menadatangani nota kesepakatan terhadap perubahan KUA dan perubahan PPAS tahun angaran 2024. Dokumen tersebut merupakan dasar bagi kedua lembaga untuk menyusun raperda perubahan APBD tahun anggaran 2024.

Menindaklanjuti nota kesepakatan terhadap KUA dan PPAS 2024, Pemprov NTB kata Pj Gubernur telah berusaha untuk meramu dan menyusun postur ranperda tentang perubahan APBD, yang menjadi arah kebijakan fiskal daerah, dalam melangsungkan pemerintahan di NTB.

“Kami terus berkomitmen bahwa segala kebijakan yang tertuang dalam raperda perubahan APBD ini, akan benar-benar berpihak bagi kemaslahatan seluruh warga Nusa Tenggara Barat,” ujarnya.

Pj Gubernur menjelaskan, Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada APBD perubahan tahun 2024 direncanakan sebesar Rp3,30 triliun lebih, meningkat sebesar 6,51 persen atau sebesar Rp201 miliar lebih dari APBD murni tahun 2024 yang dianggarkan sebesar Rp3,10 triliun lebih.

Pendapatan transfer pada APBD perubahan tahun 2024 direncanakan sebesar Rp3,42 triliun lebih, meningkat sebesar 11,10 persen atau sebesar Rp341 miliar lebih dari APBD murni tahun 2024 yang dianggarkan sebesar Rp3,07 triliun lebih.

“Sementara lain-lain pendapatan daerah yang sah pada APBD perubahan tahun 2024 dianggarkan nihil,” tambahnya.

Adapun komponen belanja daerah pada APBD perubahan tahun 2024 direncanakan sebesar Rp6,76 triliun lebih, meningkat sebesar 10,76 persen atau sebesar Rp657 miliar lebih dari APBD murni tahun 2024 yang dianggarkan sebesar Rp6,10 triliun lebih. Terjadi defisit sebesar Rp41,17 miliar lebih yang ditutupi dari komponen pembiayaan.

Sedangkan komponen pembiayaan daerah, pembiayaan netto bersumber dari penerimaan pembiayaan sebesar Rp213 miliar lebih, yang bersumber dari Silpa dan pinjaman daerah, dikurangi dengan pengeluaran pembiayaan berupa pembayaran cicilan pokok utang yang jatuh tempo sebesar Rp172 miliar lebih, sehingga jumlah pembiayaan netto sebesar Rp41,17 miliar lebih.

“Pembiayaan netto ini digunakan untuk menutup defisit anggaran sebesar 41,17 miliar rupiah lebih,” terangnya.

“Semoga nota keuangan raperda APBD perubahan tahun anggaran 2024 dapat menjadi instrumen fiskal yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah untuk mencapai kesejahteraan masyarakat,” tutupnya.(ris)

Investor Korsel Jajaki Kerja Sama Pengelolaan Sampah Berbasis Teknologi Smart Collection

0
Plt Kepala Brida NTB Lalu Suryadi saat menerima investor asal Korea Selatan yang menjajaki kerja sama pengelolaan sampah di NTB dengan teknologi smart collection system (ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Investor asal Korea Selatan (Korsel) yaitu PT.NEC Power KMU sedang menjajaki kerja sama pengelolaan sampah di NTB dengan teknologi smart collection system. Teknologi dari NEC Power berfokus pada pemanfaatan teknologi untuk mengubah sampah menjadi energi dan yang dapat memecahkan persoalan sampah di masyarakat.

Plt Kepala Brida NTB Lalu Suryadi MM mengatakan, pihaknya telah menerima perwakilan NEC Power KMU di kantornya tanggal 12 Agustus lalu dan melakukan presentasi terkait dengan teknologi yang ditawarkan ke NTB. Intinya pengelolaan sampah milik NEC berbasis teknologi yang ramah lingkungan.

“Dia menggunakan sistem pembakaran. Kalau kita selama ini membakar (sampah-red) ada polusi, asap. Namun dengan teknologi ini sudah tidak ada lagi karbon dioksida. Sistem penyaringannya sudah bagus,” kata Lalu Suryadi kepada Ekbis NTB, Jumat 23 Agustus 2024 kemarin.

Ia mengatakan, pihak NEC Power memang menyasar Indonesia sebagai marketnya di dalam pengelolaan sampah ramah lingkungan. Bahkan kabarnya perusahaan inilah yang melakukan pengelolaan manajemen sampah di Ibu Kota Kota Nusantara (IKN).

Terkait dengan penawaran tersebut, Suryadi mengatakan hal ini membutuhkan kebijakan dari pimpinan daerah. Karena itulah investor perlu bertemu langsung dengan Pj Gubernur NTB untuk mendapatkan arahan terkait dengan rencana kerja sama ini.

“Saya ingin mereka bersurat ke Pak Pj Gubernur, kita audinesi, nanti kita damping dari Brida NTB dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan baru kita minta arahan Gubernur seperti apa,” katanya.

PT.NEC Power KMU merupakan perwakilan dari pemerintah Korsel yang diminta datang ke NTB untuk menjabarkan manfaat melalui teknologi yang bisa  diaplikasikan ke negara atau daerah yang membutuhkan solusi dari persoalan sampah.

Lalu Suryadi mengatakan, Pemprov NTB sebenarnya sudah memiliki sistem pengelolaan sampah yang cukup baik, misalnya di Pusat Pengelolaan Sampah Terpadu (PPST) Regional Lemer Sekotong yang dikelola oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi NTB.

“Bedanya kalau teknologi Korsel ini tak ada polusi. Di sini ada residu hasil pembakaran yang bisa dijual di pabrik semen. Jadi ada manfaatnya juga itu. Intinya kedatangan mereka kemarin itu hanya menawarkan dan itu sudah banyak diterapkan di Korea dan beberapa tempat, termasuk di IKN. Jika nantinya akan diterapkan di NTB maka akan saling support dengan apa yang kita punya sekarang” katanya.(ris)

DRPKM ITB – Poltekpar Lombok, Perkuat Peran Film dan Video dalam Mempromosikan Desa Wisata di NTB

0
Tim DRPKM ITB – Poltekpar Lombok saat menggelar workshop di Fave Hotel Mataram Jumat 23 agustus 2024 kemarin.(ekbisntb.com/ris)

Lombok (ekbisntb.com)- Direktorat Riset dan Pengabdian Kepada Masyarakat (DRPKM) Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Lombok melanjutkan kolaborasinya dalam hal pemanfaatan teknologi digital dalam industri kreatif. Terutama bagaimana memperkuat peran film dan video dalam mempromosikan desa wisata di NTB.

Jumat 23 agustus 2024 kemarin, DRPKM ITB dan Poltekpar Lombok kembali menggelar workshop di Fave Hotel Mataram dengan mengambil tema “Peran Film dan Video Dalam Mempromosikan Desa Wisata”. Pesertanya adalah para mahasiswa Poltekpar Lombok yang nantinya diharapkan bisa berbuat banyak untuk memajukan desa wisata di NTB berbasis teknologi.

Sejumlah pemateri ikut dihadirkan seperti Dr. Nuning Yanti Darmayanti dan Dr. Nuning Yanti Darmayanti dari DRPKM ITB, Heri Darliana dari SMKN 1 Tasikmalaya dan dosen Poltekpar Lombok Isdar Wahim M.B.A.

Dr. Nuning Yanti Darmayanti mengatakan, tema ini dimunculkan dalam pertemuan ini sesuai dengan program terbaru dari ITB yaitu membangun dan membina desa-desa wisata di Indonesia. Ia melihat potensi Lombok sangat bagus untuk mengembangkan desa wisata. Terlebih alam Lombok yang lebih natural jika dibandingkan dengan Bali sebagai pulau tetangga.

“Masyarakat itu sekarang cari relaksasi, yang tenang serta pengalaman-pengalaman yang lebih spiritual dan Lombok masih punya itu. Saya pikir itu yang penting kenapa kami memilih Lombok sebagai lokasi pengabdian masyarakat kami,” kata Nuning Yanti Darmayanti kepada Suara NTB, Jumat 23 agustus 2024 kemarin.

Ia mengatakan, pihaknya mengedepankan media film dan video lantaran jenis media publikasi yang efektif saat ini yaitu melalui film dan video tersebut, terutama di kalangan milenial dan Gen Z. Para mahasiswa yang mengikuti workshop juga sangat antusias mengikusi sesi materi dan diskusi lantaran sangat sesuai dengan dunia mereka.

Nuning ingin agar anak muda mengangkat dan menggali seni, budaya, tradisi dan khazanah lokal menjadi konten-konten visual yang menarik untuk disimak. Dalam hal ini, penggunaan kecerdasan buatan atau AI diperlukan untuk menambah daya tarik dari konten yang dibuat.

Ketua Pengmas DRPKM ITB Hari Febriansyah mengatakan, salah satu perkembangan teknologi digital ini adalah sosial media. Dampak sosial media sangatlah besar, baik sekala mikro hingga makro. Bahkan kebijakan di daerah dan di pusat juga sering karena dorongan dari sosial media. Dan konten yang cenderung disukai saat ini adalah konten video-video pendek yang berbobot dan menarik.

“Karena itulah peran kita dari perguruan tinggi bagaimana kita dapat memanfaatkan sosial media ini untuk hal-hal yang positif dalam hal pembelajaran, salah satunya adalah bagaimana menggunakannya untuk promosi desa wisata,” kata Hari Febriansyah.

Ia mengatakan, pihaknya memberi edukasi kepada para mahasiswa untuk membuat video atau film pendek dengan durasi 1 hingga 3 menit, namun konten yang padat sehingga penonton akan semakin menarik. Diharapkan ilmu dan keterampilan yang mereka peroleh bisa diaplikasikan untuk mempromosikan desa-desa wisata di NTB dengan pendekatan teknologi digital.

Dosen Poltekpar Lombok Isdar Wahim M.B.A mengatakan, keterlibatan Poltekpar Lombok dalam pengembangan desa wisata di NTB akan terus ditingkatkan. Pihaknya ingin berperan dalam dalam mendongkrak pariwisata di daerah ini.

“Potensi desa wisata di NTB luar biasa, kami dari Poltekpar Lombok dan ITB akan berkolaborasi untuk mekajuan desa wisata ini, salah satunya melalui promosi dengan cara-cara yang kreatif,” katanya.(ris)

Dua Perwakilan Astra Motor NTB Melaju ke Tingkat Nasional AHMTSC 2024

0
Perwakilan dari dealer resmi Astra Honda di NTB berhasil meraih tiket ke tingkat nasional dalam kompetisi AHMTSC 2024.(ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Kabar  membanggakan datang dari Astra Motor NTB. Dua perwakilan dari dealer resmi Astra Honda di NTB berhasil meraih tiket ke tingkat nasional dalam kompetisi Astra Honda Motor Technical Skill Contest (AHMTSC) 2024. Kompetisi bergengsi tersebut dijadwalkan berlangsung di Safety Riding & Training Center, Jakarta, pada 20-23 Agustus 2024.

Dua nama yang berhasil melaju ke tingkat nasional adalah Rico Hermawan, seorang Service Advisor dari Astra Motor Ampenan, Kota Mataram, dan Naufal Herpan, seorang Technician dari Astra Motor Gerung, Kabupaten Lombok Barat.

 Keberhasilan mereka merupakan hasil dari dedikasi dan keterampilan yang telah teruji dalam menghadapi tantangan dan inovasi di dunia layanan service sepeda motor Honda.

AHMTSC 2024 adalah ajang tahunan yang bertujuan mengukur dan menilai keterampilan serta pengetahuan para tenaga ahli di jaringan Astra Honda Authorized Service Station (AHASS) di seluruh Indonesia.

Kompetisi ini tidak hanya menjadi sarana untuk menunjukkan keahlian teknis, tetapi juga sebagai wadah untuk mengevaluasi kesiapan dan kualitas layanan purna jual Honda.

“Dengan pesatnya perkembangan teknologi sepeda motor Honda, AHMTSC juga berperan penting dalam memastikan bahwa semua teknisi dan advisor di jaringan AHASS mampu mengimbangi inovasi terbaru dan memberikan pelayanan yang optimal kepada pelanggan,” kata Dicky Maulana Akbar, Technical Service Manager Astra Motor NTB.

Prestasi di tingkat nasional AHMTSC 2024 bukan hanya sekadar kebanggaan lokal, tetapi juga merupakan langkah awal menuju kancah internasional.

Pemenang dari kompetisi tersebut berkesempatan untuk mewakili Indonesia dalam Asia Oceania Tech Contest (AOC) yang akan dilaksanakan di Filipina.

Hal itu menjadi kesempatan emas bagi para perwakilan untuk bersaing di level yang lebih tinggi dan membawa nama baik Astra Motor serta Indonesia di pentas global.

Dukungan penuh dari manajemen Astra Motor NTB dan semangat juang dari Rico Hermawan dan Naufal Herpan diharapkan dapat membawa hasil yang gemilang. Kompetisi tersebut bukan hanya soal meraih gelar, tetapi juga tentang komitmen terhadap kualitas dan kepuasan pelanggan.

“Selamat kepada Rico Hermawan dan Naufal Herpan atas pencapaiannya. Semoga prestasi ini dapat menjadi inspirasi bagi seluruh tim di Astra Motor NTB dan AHASS di NTB,” tutup Dicky. (bul)

Harga Cabai Rawit Mulai Stabil

0
Salah seorang pedagang cabai di Pasar Pade Angen, Mandalika menunggu pembeli pada, Jumat 23 agustus 2024. Harga cabai rawit dan cabai merah besar mulai stabil. (ekbisntb.com/cem)

Lombok (ekbisntb.com) – Masyarakat tidak perlu khawatir memasak makanan pedas. Pasalnya, harga cabai di Kota Mataram mulai stabil. Stok di pengepul dipastikan masih melimpah.

Kepala Bidang Barang Pokok dan Penting Dinas Perdagangan Kota Mataram, Sri Wahyunida dikonfirmasi pada Jumat 23 agustus 2024 mengatakan, harga kebutuhan pokok terutama cabai rawit dan cabai merah besar mulai stabil. Dari harga sebelumnya Rp60 ribu per kilogram untuk cabai rawit, turun menjadi Rp32 ribu per kilogram. Sementara, cabai merah besar Rp23 ribu-Rp25 ribu per kilogram. “Alhamdulillah, sekarang sudah mulai turun untuk cabai rawit dan cabai merah besar,” kata Nida.

Stabilnya harga cabai ini sangat tergantung dari faktor cuaca. Nida mengatakan, kondisi cuaca di pulau Lombok pada umumnya masih panas, sehingga berpengaruh terhadap produktivitas tanaman hortikultura seperti cabai rawit dan lain sebagainya. Hasil produksi petani melimpah sehingga berimplikasi terhadap stabilitas harga di pasar. “Sebenarnya, cabai ini sangat tergantung cuaca. Kalau sekarang cuaca bagus pasti hasil panen petani juga ikut bagus,” tambahnya.

Namun demikian, perlu diantisipasi peluang naiknya salah satu bumbu dapur tersebut mendekati perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW. Tingkat kebutuhan masyarakat sangat tinggi untuk membeli kebutuhan makanan dan komoditas lainnya. Nida mengatakan, stok barang pokok dipastikan masih aman. “Perlu diantisipasi memang saat maulid,” jawabnya.

Pedagang cabai di pasar Pade Angen, Wati menyebutkan, harga cabai rawit dijual Rp30 ribu per kilogram. Harga mulai turun dibandingkan dua minggu terakhir. “Saya jual Rp30 ribu sekilo,” sebutnya,

Stabilnya harga cabai dipicu melimpahnya stok di pengepul, tetapi kondisi harga tidak bisa diprediksi terkadang secara tiba-tiba melonjak tanpa diketahui penyebab pastinya. “Saya tidak berani prediksi karena sering tiba-tiba melonjak harganya,” ujarnya.

Aulia bersyukur harga cabai rawit dan cabai merah beras mulai turun. Terkadang, ia harus mengurangi takaran cabai untuk membuat masakan di rumahnya. Saat ini, ia cukup leluasa membuat sambal dan masakan lainnya karena harga cabai mulai normal. “Saya beli cabai di tukang sayur sedikit sekali dapatnya. Jadi ndak berani masak pedas,” ujarnya.

Kondisi ini diharapkan tetap stabil memasuki perayaan maulid, sehingga masyarakat tidak kesulitan untuk memenuhi kebutuhan pokok. Ia berharap pemerintah mengambil langkah strategis mengantisipasi lonjakan harga. (cem)

Batu Lingga Peninggalan Abad 10 Masehi Dipajang di Museum Negeri NTB

0
Koleksi batu lingga yang dimiliki Museum Negeri NTB. Batu lingga ini ditemukan di Kecamatan Bayan dan diperkirakan peninggalan pada abad 10 Masehi. (ekbisntb.com/ham)

Lombok (ekbisntb.com) – NTB memiliki banyak peninggalan sejarah yang belum diungkap hingga saat ini. Apalagi, banyak benda bersejarah ini yang dipamerkan dan dipajang di museum.

Seperti batu lingga yang berukuran 1 meter dipajang di halaman Museum Negeri NTB. Batu lingga yang dibatasi besi di sekelilingnya ini menjadi salah satu perhatian pengunjung, karena bentuknya yang berbeda dengan koleksi yang dimiliki museum. Tidak hanya itu, batu lingga ini sering dijadikan sebagai objek untuk berswafoto ketika berkunjung ke Museum Negeri NTB.

Kepala Museum Negeri NTB Ahmad Nuralam, S.H., M.H., yang dikonfirmasi Suara NTB, menjelaskan, jika batu lingga yang sekarang ini dipajang di halaman Museum Negeri NTB ditemukan di Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara (KLU).

Menurutnya, batu lingga ini berukuran cukup besar dan otentik dibandingkan batu lingga sejenisnya.

“Jadi itu batu lingga yang memang cukup besar. Termasuk lingga Yoni yang paling besar yang ditemukan di NTB. Bahkan di Jawa sedikit sekali batu lingga sebesar itu,” ujarnya.

Menurutnya, keberadaan batu lingga ini menunjukkan bahwa abad 10 Masehi sudah ada komunitas Hindu dan Buddha di NTB yang membangun peradaban masyarakat. “Perkiraan kita se zaman dengan situs Wadu Pa’a di Teluk Bima,” ujarnya.

Diakuinya apa yang disampaikan setelah dilakukan penelitian oleh arkeolog dengan model seperti itu memiliki kemiripan dengan peninggalan agama Buddha di Bima.

Meski demikian, ujarnya, pihaknya  melakukan pengkajian lebih lanjut terkait temuan batu lingga ini, sehingga mampu memberikan pencerahan mengenai sejarah ditemukannya batu lingga di NTB.

Selain itu, pihaknya juga bertekad terus mencari koleksi benda-benda bersejarah yang ada di masyarakat. Pihaknya akan memberikan pemahaman dan edukasi kepada masyarakat mengenai cara perawatan benda bersejarah, sehingga tidak rusak karena kurang mendapatkan perawatan.

Tidak hanya itu, perawatan benda bersejarah yang telah berusia ratusan tahun berbeda dengan koleksi yang masih baru. Bahkan hingga sekarang koleksi benda bersejarah yang ada di museum tetap mendapatkan perawatan, seperti koleksi yang terbuat dari besi, kayu, kain hingga kertas. Hal ini penting dilakukan agar koleksi benda bersejarah ini menjadi salah satu pembelajaran tentang sejarah masa lampau bagi generasi sekarang ini. (ham)

Masalah Kesehatan Seksual dan Reproduksi Masih Sering Diabaikan

0
Pendidikan seksual sejak dini (ekbisntb.com/ist)

Jakarta (ekbisntb.com) – Topik kesehatan seksual dan reproduksi seringkali diabaikan serta dibatasi oleh stigma dan tabu yang membuat banyak orang enggan untuk membahas dan memeriksakan kesehatan seksual mereka.

Dalam survei BKKBN menunjukkan bahwa Indeks Pengetahuan Kesehatan Reproduksi Remaja di Indonesia hanya 53,4 persen. Padahal, pemahaman menyeluruh tentang kesehatan seksual dan reproduksi sangat penting untuk mencapai kesejahteraan hidup yang optimal.

“Masalah kesehatan seksual dan reproduksi seringkali dianggap hanya meliputi penyakit menular seksual saja. Padahal, masalah ini dapat dialami oleh siapa saja, tanpa memandang gender atau usia. Kurangnya pengetahuan serta anggapan tabu mengenai kesehatan seksual menyebabkan pemahaman di masyarakat masih minim. Akibatnya, penanganan medis sering terlambat,” dr. Monica C. Dewi, Medical Manager Halodoc dalam keterangan pers yang diterima, Jumat.

Oleh karena itu, pemahaman mengenai jenis-jenis masalah kesehatan seksual dan gejala awalnya sangat penting untuk mencegah penyakit yang lebih serius, katanya.

Berikut diantaranya masalah kesehatan seksual dan reproduksi

  1. Endometriosis

Tidak sedikit masalah kesehatan reproduksi wanita yang berkaitan dengan siklus menstruasi, salah satunya penyakit endometriosis yang merupakan kondisi medis akibat pertumbuhan jaringan endometrium di luar dinding rahim, seperti di ovarium, saluran tuba, atau organ panggul lainnya.

Penderita endometriosis biasanya mengalami volume darah yang banyak saat menstruasi, pendarahan di luar siklus menstruasi, nyeri haid yang hebat, nyeri saat berhubungan seksual, perut terasa kembung, darah pada urin. Beberapa wanita juga dapat mengalami keluhan seperti diare, konstipasi, mual, hingga infertilitas.

  1. Vaginismus

Vaginismus adalah kondisi medis yang ditandai dengan pengencangan otot-otot di sekitar vagina secara tidak sadar yang terjadi ketika adanya penetrasi seksual pada vagina. Penderita vaginismus tidak dapat mengatur atau menghentikan kontraksi otot-otot vagina.

Selain itu, penderita akan merasa nyeri saat berhubungan seksual yang disertai perasaan sesak, dan sensasi terbakar atau menyengat.

  1. Disfungsi ereksi

Menurut Jurnal Ilmiah Departemen Urologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 35,6 persen responden melaporkan mengalami disfungsi ereksi. Sayangnya, survei Global Study of Sexual Attitudes and Behaviors mengungkapkan bahwa 78 persen pria yang mengalami disfungsi seksual tidak mencari bantuan medis.

Ciri utama disfungsi ereksi adalah sulitnya mempertahankan atau mencapai ereksi. Adapun penyebabnya berkaitan dengan berbagai kondisi seperti penyakit jantung, diabetes, tekanan darah tinggi, dan masalah psikologis seperti kecemasan atau depresi.

  1. Varikokel

Varikokel adalah kondisi terjadinya pelebaran pembuluh darah balik (vena) di dalam kantung pelindung testis (skrotum). Varikokel umumnya dialami oleh pria dewasa sekitar 15 persen dan remaja pria sekitar 20 persen. Gejala yang seringkali dialami penderita yakni rasa sakit seperti terpukul benda tumpul saat berdiri dan ukuran testis yang berbeda. Kondisi varikokel ini dapat menyebabkan kemandulan atau penurunan kualitas sperma pada pria.

  1. Penurunan libido

Sering diabaikan, turunnya gairah seksual (libido) pada pria maupun wanita dalam jangka panjang ternyata dapat menjadi indikasi adanya penyakit seperti diabetes maupun penyakit jantung. Hal ini karena diabetes maupun penyakit jantung dapat mempengaruhi aliran darah, termasuk ke penis atau vagina yang dapat menyebabkan berkurangnya libido.

Selain itu, penurunan libido juga dapat dikaitkan dengan stress maupun depresi yang dialami oleh seseorang.

Monica mengatakan mengingat beragamnya masalah kesehatan seksual yang tidak hanya terbatas pada penyakit menular seksual, maka langkah pencegahan menjadi sangat krusial.

Oleh karena itu, selain berkonsultasi dengan dokter apabila terdapat keluhan, penerapan gaya hidup sehat telah menjadi sebuah keharusan.

“Pemeriksaan kesehatan secara rutin juga perlu dilakukan untuk menjaga kesehatan seksual. Dalam hal ini, Halodoc telah menyediakan layanan pemeriksaan yang dapat dilakukan secara home care, seperti check-up pranikah hingga skrining penyakit menular seksual,” ungkap dr. Monica.

Lebih lanjut, Halodoc juga mengusung kampanye #RahasiaCewek dan #RahasiaCowok sebagai bentuk komitmen untuk menyediakan komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) kesehatan yang kredibel terkait kesehatan seksual.

Kampanye ini bertujuan membantu pencegahan serta penanganan dini dalam kesehatan seksual dan reproduksi masyarakat.

“Halodoc terus berkomitmen untuk memperluas akses berkonsultasi dengan dokter spesialis terpercaya agar dapat memberikan rekomendasi penanganan yang tepat,” tutup dr. Monica. (ant)

Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam)

0
Emas Antam (ekbisntb.com/ant)

Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) yang dipantau dari laman Logam Mulia, Jumat pagi, turun Rp12.000 per gram menjadi Rp1.398.000 per gram.

Sebelumnya, harga emas Antam pada Kamis 22 Agustus 2024 berada di angka Rp1.410.000 per gram.

Adapun harga jual kembali (buyback) emas batangan pada Jumat, yakni sebesar Rp1.246.000 per gram.

Transaksi harga jual dikenakan potongan pajak, sesuai dengan PMK No. 34/PMK.10/2017.

Penjualan kembali emas batangan ke PT Antam Tbk dengan nominal lebih dari Rp10 juta, dikenakan PPh 22 sebesar 1,5 persen untuk pemegang NPWP dan 3 persen untuk non-NPWP.

PPh 22 atas transaksi buyback dipotong langsung dari total nilai buyback.

Berikut harga pecahan emas batangan yang tercatat di laman Logam Mulia Antam pada Jumat:

  • Harga emas 0,5 gram: Rp749.000
  • Harga emas 1 gram: Rp1.398.000
  • Harga emas 2 gram: Rp2.736.000
  • Harga emas 3 gram: Rp4.079.000
  • Harga emas 5 gram: Rp6.765.000
  • Harga emas 10 gram: Rp13.475.000
  • Harga emas 25 gram: Rp33.562.000
  • Harga emas 50 gram: Rp67.045.000
  • Harga emas 100 gram: Rp134.012.000
  • Harga emas 250 gram: Rp334.765.000
  • Harga emas 500 gram: Rp669.320.000
  • Harga emas 1.000 gram: Rp1.338.600.000

Potongan pajak harga beli emas sesuai dengan PMK Nomor 34/PMK.10/2017, pembelian emas batangan dikenakan PPh 22 sebesar 0,45 persen untuk pemegang NPWP dan 0,9 persen untuk non-NPWP.

Setiap pembelian emas batangan disertai dengan bukti potong PPh 22. (ant)

Menteri ATR Menekankan Pentingnya Tanah dalam Urusan Pembangunan

0
Agus Harimurti Yudhoyono(ekbisntb.com/ant)

Jakarta (ekbisntb.com) – Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Badan Pertanahan Nasional (BPN) Agus Harimurti Yudhoyono menekankan pentingnya tanah untuk urusan pembangunan.

“Mengapa tanah penting? Karena salah satu faktor produksi dan kita membutuhkan tanah dalam berbagai pembangunan, maka harus diyakinkan bahwa tanah tidak ada masalah, tata ruangnya jelas,” ujar Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY di Jakarta, Jumat.

Kejelasan tata ruang dalam hal ini menurut Menteri AHY, yaitu ruang yang dimaksud bagi semua kepentingan masyarakat.

“Mana zonasi buat industri, mana buat perkebunan, mana buat hunian, mana buat sawah. Tidak boleh semuanya dikonversi menjadi bangunan beton,” katanya.

Di samping itu, untuk mendukung jalannya pembangunan yang merata juga harus dipastikan tidak ada tanah yang telantar. Dikatakan Menteri AHY, pemanfaatan tanah oleh masyarakat juga harus optimal.

“Tanah kita sebagai aset juga harus bekerja, artinya harus berfungsi dengan baik,” ujarnya.

Oleh sebab itu, kepastian hukum hak atas tanah bagi masyarakat harus diwujudkan, salah satunya melalui sertifikasi tanah. Hal ini juga dapat mengantisipasi masyarakat dari konflik pertanahan yang salah satunya bisa disebabkan oleh mafia tanah.

“Tidak boleh ada masyarakat yang diperlakukan tidak adil. Misalnya ada tanah-tanah yang diserobot oleh mafia tanah. Ini semua harus kita tertibkan dan kita harus bertindak dengan tegas,” kata AHY.

Dengan kepastian hukum hak atas tanah itulah, diharapkan dapat menghadirkan investasi di Indonesia.

“Investasi hadir kalau ada kepastian hukum hak atas tanahnya. Jadi dengan demikian tentu elemen tata ruang dan tanah ini juga berkontribusi langsung terhadap pertumbuhan ekonomi dan transformasi ekonomi,” ujar AHY.

Pemerataan pembangunan terus digagas pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo. Dalam setiap urusan pembangunan, tanah menjadi faktor utama bagi berdirinya suatu infrastruktur. Oleh sebab itu, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) fokus mengatur bagaimana tanah di Indonesia tetap produktif dan sesuai dengan penataan ruang yang sudah direncanakan. (ant)

CTC Kembangkan Kawasan Konservasi Laut RI Dukung Ekonomi Biru

0
Tiga orang penyelam menunjukan terumbu karang (ekbisntb.com/ant)

Denpasar (ekbisntb.com) – Yayasan independen dan nirlaba Coral Triangle Center (CTC) Denpasar, Bali, mengembangkan kawasan konservasi laut (MPA) di Indonesia untuk mendukung program ekonomi biru.

“MPA kalau dikelola baik, maka akan terus menghasilkan manfaat ekonomi kepada masyarakat termasuk pariwisata dan perikanan,” kata Penasihat Konservasi Kelautan CTC Marthen Welly di Denpasar, Bali, Jumat.

Pihaknya saat ini bekerja di sembilan kawasan konservasi laut di Indonesia termasuk Timor Leste di antaranya Pulau Nusa Penida di Bali, kemudian di wilayah perairan Maluku di antaranya Pulau Banda dan Pulau Boano Seram bagian barat hingga di Kepulauan Sula di Maluku Utara.

Adapun kegiatannya yakni melakukan survei dan pengawasan terkait terumbu karang dan biota laut di dalamnya yang hasilnya menjadi masukan kepada pemerintah dan pemangku kepentingan terkait.

Selain itu, pihaknya juga melakukan edukasi dan pelatihan kepada masyarakat khususnya wilayah pesisir dalam pengelolaan dan menjaga sumber daya kelautan sekaligus menjadi mata pencahariannya.

Adapun pengembangan MPA, lanjut dia, dilakukan sejak 2010 dan pemberdayaan kepada masyarakat baru dilakukan dalam kurun waktu tiga tahun terakhir.

Di Kawasan Konservasi Perairan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Bali, misalnya pihaknya mendukung pengembangan wisata mangrove dan pemanfaatan rumput laut diolah kerupuk hingga menjadi sabun.

Produksi sabun itu, kata dia, bahkan sudah diserap oleh akomodasi pariwisata di tingkat perhotelan termasuk di kawasan Nusa Penida.

“Di Nusa Penida kami dukung pengelolaannya dengan pengawasan terumbu karang dan ikan berkala tiap tahun. Lalu, patroli bersama masyarakat tiap bulan untuk menjaga agar kawasan itu jangan sampai ada pelanggaran atau kerusakan,” katanya.

Di luar sembilan titik MPA itu, pihaknya juga memberikan pelatihan konservasi dan restorasi untuk meningkatkan kapasitas masyarakat salah satunya di Pulau Seraya yang berada di luar kawasan Taman Nasional Komodo, Nusa Tenggara Timur.

Marthen menambahkan wilayah perairan Indonesia dan lima negara lainnya yakni Timor Leste, Filipina, Malaysia, Papua Nugini dan Kepulauan Solomon memiliki kekayaan terumbu karang dan biota laut sebagai salah satu sumber pangan dan sumber ekonomi masyarakat.

Enam negara itu memiliki terumbu karang dan biota laut terbesar di dunia sehingga dibentuk inisiatif segitiga karang untuk melindungi sumber daya laut tersebut.

Aktivis kelautan itu menambahkan saat ini komunitas internasional berupaya memperluas kawasan konservasi termasuk terumbu karang karena manfaat besar terhadap keberlanjutan bumi dan ekonomi biru.

Ia mengharapkan kerja sama antarnegara yang lebih besar dapat dilaksanakan melalui forum skala internasional untuk menjaga keberlanjutan ekosistem laut termasuk salah satunya melalui Forum Indonesia-Afrika (IAF) ke-2 di Nusa Dua, Bali pada 1-3 September 2024.

Rencananya forum tersebut juga menghadirkan sesi terkait akselerasi pertumbuhan ekonomi biru dan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs).

“Keberlanjutan ekosistem terumbu karang itu di SDGs masuk sasaran ke-14 yakni ekosistem laut atau kehidupan bawah laut,” imbuhnya. (ant)