Wednesday, April 15, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 599

PLN: Transisi Energi Komponen Penting Kelangsungan Hidup Manusia

0
Emisi karbon(ekbisntb.com/ant)

Jakarta (ekbisntb.com) – Direktur Manajemen Resiko PT PLN (Persero) Suroso Isnandar menyatakan transisi energi merupakan komponen penting bagi kelangsungan hidup manusia.

Selama dekade terakhir, banyak tantangan yang dihadapi Indonesia terkait peningkatan efek emisi karbon. Karena itu, krisis iklim yang terjadi secara global ini perlu ditangani dengan gotong royong skala dunia dan upaya bertransformasi menuju transisi energi, terutama berkaitan dengan cara mendistribusikan dan mengonsumsi energi listrik.

“Transisi energi bukan sekadar kebutuhan, tetapi merupakan komponen penting bagi kelangsungan hidup umat manusia dan juga bagi keberlanjutan planet kita tercinta,” ujarnya dalam Indonesia Sustainable Energy Week (ISEW) 2024 yang dipantau secara virtual di Jakarta, Rabu.

Dalam acara ISEW 2024 hari kedua, dilakukan penandatanganan pembaruan Memorandum of Understanding (MoU) antara PT PLN (Persero) dan GIZ Energy Programme Indonesia/ASEAN yang menandai kelanjutan komitmen lima tahun ke depan mendukung pengembangan energi terbarukan di sektor ketenagalistrikan Indonesia.

MoU ini memfasilitasi penggunaan teknologi energi bersih, mendukung pembangunan kapasitas, pengembangan kebijakan energi, serta investasi dalam infrastruktur energi yang ramah lingkungan.

Kolaborasi antar kedua belah pihak tersebut diharapkan dapat memastikan pasokan listrik yang andal dan berkelanjutan, serta mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.

“Keberhasilan transisi ini bergantung pada kesadaran, keterlibatan, komitmen, kolaborasi setiap pemangku kepentingan di Indonesia,” ucap Suroso.

Keberadaan KfW Development Bank dan GIZ di Indonesia dinilai sebagai keberuntungan mengingat sedang terjadi perubahan iklim yang menjadi ancaman nyata.

Selama periode 2007-2024, dirinya disebut terlibat secara mendalam dalam seluruh kegiatan KfW dan GIZ. Mulai dari survei jaringan transmisi 500 kV (Kilovolt) bersama KfW (di Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jakarta), hingga perencanaan dan pengoperasian sistem tenaga listrik dengan GIZ.

“Saat pembangkit listrik tenaga bayu pertama di Indonesia mulai beroperasi, saya sama sekali tidak tahu bagaimana cara mengintegrasikan energi terbarukan yang bervariasi ke dalam sistem. Puji Tuhan, KfW dan GIZ adalah salah satu dewa penolong, (sehingga) kami dapat mengelolanya dengan sangat baik,” kata dia.

Dia merasa bangga karena PLN sudah memiliki pengalaman sangat baik dalam menangani energi terbarukan yang bervariasi berkat kerja sama dengan KfW dan GIZ.

Pihaknya mengharapkan manfaat kerja sama ini akan terus berlanjut, terutama untuk mengatasi perubahan iklim dan transisi ke energi bersih melalui pengembangan energi bersih dan upaya dekarbonisasi, yang semuanya bertujuan mencapai pembangunan berkelanjutan.

Pada kesempatan tersebut, dia juga melaporkan bahwa PLN sangat berkomitmen mendorong transisi energi Indonesia.

Saat ini, pihaknya sedang merumuskan program Accelerated Renewable Energy Development (ARED) dengan pendekatan Coal Face Down (menghentikan kinerja operasional Pembangkit Listrik Tenaga Uap/PLTU, namun tidak membongkar bangunan instalasinya).

Berdasarkan inisiatif ARED pada tahun 2040, pangsa sumber energi terbarukan direncanakan meningkat secara signifikan hingga 75 persen dengan bauran energi terbarukan dari tenaga air 20 gigawatt (GW), energi panas bumi 7 GW, tenaga angin 12 GW, tenaga surya fotovoltaik 17 GW, hingga limbah, biomassa, dan energi terbarukan lainnya 4 GW.

“Tentu saja, ini juga menyoroti peran penting kolaborasi dan kemitraan internasional, gotong royong, seperti KfW dan GIZ, yang menyediakan dukungan finansial dan teknologi yang diperlukan untuk mencapai tujuan ambisius ini. Oleh karena itu, kami benar-benar berterima kasih dan juga sangat gembira untuk melanjutkan kolaborasi dan komitmen, tindakan nyata, dan inisiatif yang berdampak. Kami yakin, saya yakin, bahwa bersama-sama, kita dapat mencapai hasil luar biasa yang akan berkontribusi pada masa depan Indonesia yang lebih tinggi dan lebih berkelanjutan,” ungkap dia. (ant)

BPH Migas Pastikan Kesiapan Pasokan BBM Selama Ajang MotoGP di Lombok

0
Pemantauan kesiapan beberapa stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Lombok(ekbisntb.com/ant)

Jakarta (ekbisntb.com) – Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) memastikan kesiapan pasokan dan distribusi bahan bakar minyak (BBM) selama penyelenggaraan ajang internasional MotoGP yang akan digelar akhir September 2024 di Lombok, Nusa Tenggara Barat.

“Kami melakukan pemantauan kesiapan beberapa stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Lombok, khususnya yang lokasinya dekat dengan lokasi pelaksanaan event internasional MotoGP Indonesia 2024 akhir September 2024. Pasokan BBM subsidi maupun nonsubsidi dalam keadaan aman,” kata Anggota Komite BPH Migas Saleh Abdurrahman di sela peninjauan ke sejumlah SPBU di Lombok, NTB, Selasa 10 September 2024.

Menurut dia, dalam keterangannya di Jakarta, Rabu, persiapan yang dilakukan SPBU di Lombok dalam menghadapi ajang internasional tersebut cukup baik dengan sarana dan fasilitas untuk kegiatan transaksi tersedia lengkap.

“Keamanan pasokan BBM dan kelancaran transaksi di SPBU merupakan salah satu dukungan Indonesia, khususnya Lombok sebagai lokasi ajang kegiatan internasional ini. Kesuksesan acara ini tentunya akan mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia, sekaligus menjadi ajang promosi wisata,” ujarnya.

Dalam pemantauan tersebut, Saleh juga menyaksikan kegiatan sosialisasi pendaftaran quick response code (QR code) untuk jenis BBM khusus penugasan (JBKP) Pertalite.

“Kegiatan sosialisasi pendaftaran QR code terus dilaksanakan di SPBU-SPBU. Ini merupakan salah satu upaya kita agar BBM kompensasi tepat sasaran,” tambahnya.

Sementara itu, Sales Branch Manager (SBM) Pertamina Patra Niaga Wilayah Lombok Tommy Wisnu Ramdan menyampaikan bahwa pihaknya telah mempersiapkan stok BBM subsidi dan nonsubsidi untuk mendukung ajang internasional di Lombok.

“Kami memastikan ketersediaan stok di semua SPBU yang berada di sekitar lokasi kegiatan aman. Para penonton MotoGP dan masyarakat umumnya tidak perlu khawatir kehabisan BBM,” sebutnya. (ant)

Garuda Indonesia Luncurkan Pesawat Khusus MotoGP

0
Pesawat Boing 737-800NG(ekbisntb.com/ant)

Tangerang (ekbisntb.com) – Maskapai penerbangan nasional PT Garuda Indonesia (Persero) secara resmi meluncurkan pesawat Boing 737-800NG dengan livery IndonesiaGP, Mandalika di Tangerang pada Rabu.

Pesawat livery yang memiliki desain warna, grafik, dan identitas khas ajang MotoGP ini merupakan hasil kerja sama antara Garuda Indonesia dengan PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (ITDC).

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra di Tangerang, menyampaikan bahwa peluncuran desain baru pesawat Garuda yang ditampilkan itu merupakan salah satu upaya untuk menarik wisatawan dan melayani para penumpang MotoGP Mandalika.

“Di sekitar pagelaran MotoGP, kita akan memastikan para penonton maupun wisatawan bisa terlayani dengan baik dari maskapai penerbangan kita,” ucapnya.

Irfan mengungkapkan, Garuda Indonesia mendesain pesawat yang menampilkan corak ajang balap motor dunia ini, merupakan salah satu strategi pihaknya dalam menarik para calon penumpang penerbangan di pesawat Garuda menuju Mandalika.

Kendati, dengan adanya konsep baru ini diyakini akan menjadi daya tarik bagi masyarakat lokal maupun manca negara untuk mendatangi pariwisata ajang MotoGP tersebut.

“Kita berharap dengan ini bisa mendorong bagi mereka untuk datang ke Mandalika pada MotoGP,” katanya.

Ia menyebutkan, dalam peluncuran konsep baru pada pesawatnya tersebut dibuka khusus untuk tiga destinasi yakni Jakarta, Surabaya dan Bali.

Selain itu, pesawat dengan desain IndonesiaGP ini secara khusus akan mengangkut seluruh kru atau panitia, official hingga para pembalap MotoGP.

“Dan tentu fasilitas ini kita siapkan untuk teman-teman dari ITDC yang akan berangkat ke Mandalika dengan harga khusus,” paparnya.

Dalam hal ini, Irfan juga menambahkan, jika selama ajang MotoGP, pihaknya akan menambah penerbangan khusus rute Lombok, Mandalika sekitar 8.000 kursi penumpang.

“Kita sampai sekarang masih menunggu, kalaupun diperlukan kita akan melakukan penambahan lagi. Seperti pada waktu pertama kali MotoGP diselenggarakan, kita sampai menyediakan 23 penerbangan ke Lombok dari biasanya hanya dua penerbangan,” kata dia.

Sementara itu, Direktur Utama PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (ITDC) Ari Respati mengatakan bahwa dengan adanya konsep baru pada maskapai Garuda diharapkan bisa menggaet dan meningkatkan pariwisata di ajang MotoGP Indonesia.

Selain itu, adanya penambahan layanan yang disediakan Garuda Indonesia bisa membantu dan mempermudah para peserta MotoGP dalam melakukan aktifitas menuju ke Sirkuit Mandalika.

“Tentunya bukan hanya isu konektivitas saja tetapi disana ada pariwisata seperti hotel, isu waktu karena ada orang yang tidak bisa sefeksibel yang lain. Berikutnya juga kami ITDC berkomitmen untuk bisa meningkatkan dan mengaktivasi sebuah kawasan pariwisata,” kata dia. (ant)

Lestarikan Kearifan Lokal, Lagu Sasambo Diputar di Kapal DLU Kayangan

0
Listyo Dwitutuko dan kapal milik DLU saat sandar di Pelabuhan Kayangan(ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – Ada nuansa berbeda ketika menaiki kapal – kapal milik Dharma Lautan Utama (DLU) Cabang Kayangan. Saat sandar di Pelabuhan Kayangan Lombok Timur, maupun Pelabuhan Pototano Kabupaten Sumbawa Barat setelah menyeberangi Selat Alas, pengguna jasa akan disuguhkan musik khas daerah dua Pulau di Nusa Tenggara Barat ini.

Lagu Sasak, Samawa, dan Mbojo (Sasambo) yang akan diperdengarkan selama sandar di pelabuhan untuk bongkar, maupun muat. Sasambo adalah tiga suku besar yang mendiami Provinsi NTB dengan dua pulau, yaitu Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa ini.

Saat sandar di Pelabuhan Kayangan, Lombok Timur. Musik gamelan dan seruling Sasak yang akan terdengar dari kapal. Saat di Pelabuhan Pototano, pengguna jasa juga akan dihibur dengan musik lokal Sumbawa.

“Kita akan lengkapi dengan musik Mbojo juga,” kata Listyono Dwitutuko, Manager Cabang DLU Kayangan, Rabu, 11 September 2024.

Ada dua kapal DLU yang melayani penyeberangan dari Lombok ke Sumbawa di Selat Sape. Yaitu, KMP Wicitra Dharma. Dan KMP Satya Dharma. Kapal-kapal milik DLU ini juga sudah memenuhi standar CHSE atau Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability (CHSE), yang berarti kebersihan, kesehatan, keamanan, dan kelestarian lingkungan.

Listyono mengemukakan, untuk melestarikan dan menghargai kearifan lokal NTB, dipandang sangat penting nuansa-nuansa lokal ditonjolkan di dalam kapal. Terutama soal musik penghibur.

Musik tradisional yang diputarkan di atas kapal, kata Mantan Ketua Gapasdap Cabang Lembar ini, adalah cerminan dari suatu kebudayaan yang kaya akan sejarah dan nilai-nilai luhur.

Ada beberapa alasan mengapa pelestariannya sangat penting, diantaranya.

Sebagai Identitas Budaya, Musik tradisional adalah bagian tak terpisahkan dari identitas suatu komunitas. Melalui lagu-lagu dan iringannya, pengguna jasa dapat mengenal lebih dalam tentang sejarah, adat istiadat, dan pandangan hidup masyarakat yang menciptakannya.

Dengan terus memperkenalkan musik tradisional , dapat menanamkan rasa cinta terhadap budaya sendiri. Musik ini menjadi media yang efektif untuk mendidik mereka tentang nilai-nilai luhur seperti gotong royong, toleransi, dan penghormatan terhadap alam.

Listyo juga mengemukakan, dari sisi Pariwisata Budaya, Musik tradisional dapat menjadi daya tarik wisata yang unik. Pemutaran lagu tradisional lokal di atas kapal dapat menarik minat wisatawan untuk mengunjungi daerah tersebut. Hal ini tidak hanya memberikan pengalaman budaya yang berkesan, tetapi juga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.

“Apalagi sekarang sudah banyak wisatawan asing yang menggunakan kapal laut,” tambahnya.

Selain itu, Pelestarian Lingkungan, banyak lagu tradisional yang bertemakan alam dan lingkungan. Melalui lagu-lagu daerah, kata Listyo, dapat mengingatkan siapa saja akan pentingnya menjaga kelestarian alam.

Terakhir, untuk Pencegahan Kepunahan Budaya. Tanpa upaya pelestarian, musik tradisional berisiko punah tergerus oleh arus globalisasi.

“Dengan terus melestarikan dan mengembangkannya, kita dapat memastikan bahwa warisan budaya ini tetap hidup dari generasi ke generasi,” demikian Listyo.(bul)

NTB Ikhtiarkan Pelabuhan Sehat untuk Meningkatkan Pariwisata

0
Pertemuan seluruh masyarakat transportasi untuk mewuujudkan Pelabuhan Sehat di NTB (ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – Dinas Perhubungan Provinsi NTB melakukan pertemuuan terbuka dengan seluruh stakeholders perhubungan, untuk mewujudkan pelabuhan sehat guna meningkatkan sektor pariwisata daerah.

Pertemuan yang dikemas dalam kegiatan coffee morning ini dilakukan, Rabu, 11 September 2024. Dihadiri seluruh unsur perhubungan di Provinsi NTB. Dalam diskusi ini, seluruh persoalan di pelabuhan dibedah. Termasuk kondisi pelayanan di kapal penyeberangan dari dan ke Lembar, dan penyeberangan di Selat Sape yang menghubungkan Pelabuhan Kayangan (Lombok Timur) dengan Pelabuhan Pototano (Kabupaten Sumbawa Barat).

Mewakili Pj. Gubernur NTB, Dr. Hassanudin, Asisten II Setda NTB, Dr. H. Fathul Gani juga hadir dalam kesempatan ini. bersama sejumlah kepala OPD Lingkup Pemprov NTB. Beberapa persoalan yang dipandang perlu mendapat perhatian bersama adalah soal masih banyaknya anjing liar yang berkeliaran di pelabuhan, terutama di Pelabuhan Lembar.

Penertiban pedagang dan pengamen pada tempat khusus di pelabuhan, tersedianya toilet yang memadai dan bersih untuk meningkatkan kenyamanan pengguna jasa, apalagi wisatawan luar negeri. Tersedinya mesian ATM di pelabuhan-pelabuhan. Dalam hal ini diminta kepada Bank NTB Syariah untuk memenuhi permintaan tersebut. Seluruh masyarakat perhubungan yang hadir dalam kesempatan ini mengharapkan hal yang sama, bersama mewujudkan keamanan dan kenyamanan di pelabuhan.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi NTB, H. Lalu. Muh. Faozal menegaskan, Pemprov NTB tengah mendorong semua pelabuhan di wilayah ini masuk dalam kategori pelabuhan sehat.

“Kita kumpul, kita bahas, dan harapannya supaya masyarakat pengguna jasa merasa lebih nyaman ketika di Pelabuhan. Apalagi wisatawan. kita hadirkan pelabuhan sehat. Baik yang melayani penumpang orang, maupun barang,” katanya.

Indikator pelabuhan sehat, sebagaimana disampaikan mantan Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB ini adalah, toilet di pelabuhan yang bersih dan memadai, pedagang tertata, ada zonasi pemanfaatan ruang di pelabuhan, tersedia area komersil, area penumpang, dan fasilitas pendukung lainnya.

“Itu yang harus kita terus benahi. Kalau soal anjing liar, khususnya di Pelabuhan Lembar, karena ada status lahan terdapat tanah wakaf masyarakat, ada aksesnya Pemkab Lobar. Dan ini semua sudah kita koordinasikan,” tambahnya.

Sementara itu, kapal – kapal yang melayani penumpang, khususnya di Selat Sape sudah memenuhi standar Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability (CHSE), yang berarti kebersihan, kesehatan, keamanan, dan kelestarian lingkungan.

“Dari kegiatan ini, kita akan buat forum Pelabuhan Sehat untuk menyelesaikan hal-hal yang harus terus dibenahi di pelabuhan. Dengan menjadi Pelabuhan Sehat, kita harapkan masyarakat dan wisatawan juga akan makin terkesan ketika masuk NTB melalui jalur laut. Apalagi kita akan tetap menjadi tuan rumah MotoGP,” demikian Lalu Faozal.(bul)

Sidak, Deputi Gubernur Bank Indonesia Mengapresiasi Pengelolaan Kas Titipan di Bank NTB Syariah Cabang Sumbawa

0
Deputi Gubernur Bank Indonesia, Doni P. Joewono dalam kunjungan kerjanya di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat pada tanggal 6-7 September 2024 mengunjungi kas titipan Bank Indonesia yang dikelola oleh Bank NTB Syariah KC Sumbawa(ekbisntb.com/bul)

Sumbawa (ekbisntb.com) – Deputi Gubernur Bank Indonesia, Doni P. Joewono dalam kunjungan kerjanya di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat pada tanggal 6-7 September 2024 mengunjungi kas titipan Bank Indonesia yang dikelola oleh Bank NTB Syariah KC Sumbawa.

Dalam kunjungan tersebut Doni P. Joewono memberikan apresiasi kepada Bank NTB Syariah atas ketertiban, kerapihan, sarana simpan dan pengelolaan fisik uang Rupiah yang telah mengikuti tata kelola sebagaimana diatur oleh Bank Indonesia.

Ia pun berpesan kepada Direktur Bank NTB Syariah, pimpinan perbankan di Sumbawa yang hadir agar keberadaan kas titipan ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk memenuhi kebutuhan uang Rupiah khususnya dalam menarik Uang Tidak Layak Edar (UTLE) dari masyarakat.

Pendirian kas titipan Bank Indonesia di sejumlah wilayah di Indonesia merupakan bentuk upaya Bank Indonesia dalam menjalankan mandat Undang-Undang No.7 Tahun 2011 tentang Mata Uang yang menyatakan bahwa Bank Indonesia merupakan satu-satunya lembaga yang berwenang dalam melakukan pengedaran Rupiah. Melalui kas titipan diharapkan Rupiah dapat tersedia dalam jumlah yang cukup, denominasi yang sesuai dan kondisi layak edar di seluruh wilayah Indonesia.

Di Provinsi NTB terdapat dua titik lokasi kas titipan, yaitu Kota Bima dan Kabupaten Sumbawa yang dikelola oleh Bank NTB Syariah dengan bank peserta meliputi BRI, BNI, Bank Mandiri, BTN, Bank Mega, Bank Danamon, BSI, BCA dan Bank Sinarmas.

Keberadaan kas titipan di Kota Bima dan Kabupaten Sumbawa memegang peranan penting dalam menjaga pemenuhan uang Rupiah layak edar bagi masyarakat di Pulau Sumbawa. Hal tersebut tampak dari data permintaan uang Rupiah yang cenderung mengalami nett outflow sepanjang tahun.

Mengacu data triwulan II tahun 2024, kas titipan Bank Indonesia di Kota Bima melayani kebutuhan uang Rupiah untuk Kota Bima, Kabupaten Bima dan Kabupaten Dompu yang berkontribusi dalam pemenuhan kebutuhan masyarakat sebesar 15% dari akumulasi permintaan uang (outflow) Provinsi NTB.

Sedangkan kas titipan Bank Indonesia di Kabupaten Sumbawa melayani kebutuhan uang Rupiah untuk Kabupaten Sumbawa dan Sumbawa Barat dalam pemenuhan kebutuhan masyarakat sebesar 14% dari outflow Provinsi NTB.

Lebih lanjut, keberadaan kedua kas titipan tersebut juga berkontribusi sebesar 11% terhadap upaya perbankan dalam menjaga efektifitas dan efisiensi kecukupan likuiditasnya dengan pangsa inflow pada kas titipan Bank Indonesia di Bima tercatat 4% dan di Sumbawa sebesar 7%.

Sedangkan dalam upaya mewujudkan kebijakan clean money policy, keberadaan kas titipan di Bima pada triwulan II tahun 2024 berkontribusi menyerap Uang Tidak Layak Edar (UTLE) sebesar Rp44,92 miliar, sedangkan Kas titipan di Sumbawa telah menyerap UTLE sebesar Rp20,02 miliar.

Dalam kunjungan tersebut, Doni P.Joewono juga hadir dalam kegiatan edukasi Cinta Bangga Paham (CBP) Rupiah yang diselenggarakan di SMPN 1 Sumbawa. Kegiatan kolaborasi antara Bank Indonesia dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumbawa Besar tersebut diikuti oleh ratusan siswa dan guru dari sejumlah SMP di Kota Sumbawa. Kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk tindak lanjut upaya integrasi CBP Rupiah ke dalam bahan ajar di lingkungan sekolah di Kabupaten Sumbawa Besar, sehingga terjadi percepatan peningkatan literasi siswa akan Rupiah.

Ke depan, Bank Indonesia senantiasa berkolaborasi dengan berbagai pihak guna memastikan ketersediaan Rupiah dan mendorong peningkatan literasi masyarakat akan Rupiah.(bul)

Peluang Berinvestasi, Pemerintah Terbitkan Surat Berharga SR021

0
Gusti Bagus Ngurah Putra Sandiana (ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan Republik Indonesia menerbitkan surat berharga negara, sukuk ritel seri SR021 yang dapat dibeli oleh masyarakat. surat berharga negara ini bisa dijadikan salah satu instrument berinvestasi yang dijamin oleh negara.

Penerbitan sukuk ritel SR021 ini masa penawarannya 23 Asgustus hingga 18 September 2024. Sebagaimana disampaikan Gusti Bagus Ngurah Putra Sandiana, Kepala Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan NTB, sukuk ritel seri SR021 memberikan imbalan keuntungan sebesar 6,35 persen untuk pengembalian 3 tahun, dan 6,45 persen untuk masa pengembalian 5 tahun.

Minimum pemesanan sukuk ritel seri SR021 Rp1 juta, dan maksimal Rp5 miliar untuk pengembalian 3 tahun. dan minimum Rp1 juta, maksimum Rp10 miliar untuk masa pengembalian 5 tahun.

“Keuntungannya lebih tinggi dibandingkan deposito. Ini kesempatan berinvestasi, membeli surat berharga yang diterbitkan oleh negara. Siapa saja boleh membeli sukuk ini, dari minimal Rp1 juta hingga Rp10 miliar,” katanya di ruang kerjanya, Rabu, 11 September 2024.

Ngurah menambahkan, untuk pembelian sukuk ritel seri SR021, bisa dilakukan melalui mitra distribusi melalui lembaga keuangan yang ditunjuk. Diantaranya, Danamon, Mandiri, Bank Mega, TanamDuit, StandarChartered, CIMB Niaga, Permata Bank, BSI, Panin Bank, HSBC, BCA, DBS, MayBank, Bank Muamalat, BNI, OCBC, BRI, BTN, UOB, Bank Victoria, Fundtastic, bareksa, trimegah, BRIdanareksa, Mandiri Securitas, Bahana Securitas, Bina Artha, Philip Securitas, Bibit.

“Masyarakat yang berminat bisa langsung ke bank atau mitra-mitra distribusi yang sudah ditunjuk. Atau bisa juga langsung datang ke kantor Bursa Efek Indonesia NTB, karena di sini sudah ada mitra distribusinya,” tambahnya.

Labih jauh dijelaskan, berinvestasi di sukuk , sangat aman. Karena negara yang mengeluarkan surat berharga yang dapat dibeli oleh siapa saja. Dana yang didapat dari pembelian sukuk ini biasanya digunakan oleh pemerintah untuk membangun infrastruktur.

“Dan kalau misalnya pemilik sukuk ini tidak mau sampai masa tenornya 3 tahun atau 5 tahun, sukuknya bisa dijual melalui Bursa Efek. Harganya akan mengikuti harga pasar,” demikian Ngurah.(bul)

Penonton MotoGP Diimbau Tak Menginap di Mandalika

0
Jamaludin Malady.(ekbisntb.com/era)

Lombok (ekbisntb.com) – Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB, Jamaludin Malady, S.Sos., MT., mengimbau seluruh penonton MotoGP agar tidak menginap di Mandalika.

Imbauan ini muncul karena hotel-hotel di KEK Mandalika sudah penuh dipesan oleh pemegang hak komersial MotoGP, Dorna Sports, dan juga para pembalap MotoGP.

Menurut Jamal, para pembalap ini tidak hanya datang sendiri ke Mandalika. Tetapi, mereka membawa tim serta kerabatnya yang mana satu orang pembalap bisa membawa 50 orang.

“Kamar di Mandalika habis karena kesediaan kamar hotel terutama hotel Bintang engga banyak, itu habis dikontrak oleh Dorna, belum pembalap, satu pembalap menurut MHA dua pembalap bisa full hotelnya, karena dia bookingnya sampai delapan hari di Mandalika, satu pembalap bisa sampai 50 sampai 60 orang,” ujarnya.

“Jangan nginap di Mandalika, biarkan saja pembalap, kru, keluarga pembalap bergabung sama pembalapnya di Mandalika,” sambungnya.

Jamal mengatakan jika penonton tetap kekeh ingin menginap di Mandalika, disarankan untuk mencari homestay atau hotel non Bintang di lokasi tersebut. “Resort banyak yang sudah dibooking oleh mereka (pembalap, red),” lanjutnya.

Jamal menyarankan para penonton MotoGP hendaknya membeli hotel di zona dua atau tiga, seperti di Kota Mataram, dikatakan masih banyak kamar hotel yang tersedia di lokasi ini. Untuk kenaikan harga kamar hotel di Kota Mataram sendiri sesuai dengan pergub, artinya tidak ada lonjakan harga seperti di Mandalika.

Selain itu, di kawasan Lombok Barat dan KLU juga masih belum terjadi lonjakan harga kamar hotel. Sehingga, lokasi ini juga menjadi alternatif penonton untuk menginap.

 “Saya imbau sekali lagi, bagi para penonton yang tidak dapat kamar di Mandalika, silahkan cari hotel di Mataram yang masih agak kurang. Kalau maksa ke Mandalika yaa ada, di desa-desa wisata. Kita ada tujuh desa wisata, disana tersedia homestay,” imbaunya. (era)

Fermentasi Pakan, Mahasiswa Latih Peternak Atasi Krisis Pakan di Musim Kemarau

0
Kegiatan fermentasi pakan ternak di Sukadana di kelompok Tani Ternak Berlian. (ekbisntb.com/ist)  

Lombok (ekbisntb.com) – Peternak di Desa Sukadana dilatih akademisi Universitas Gunung Rinjani (UGR) menemukan solusi inovatif untuk mengatasi krisis pakan ternak selama musim kemarau melalui penggunaan Pakan Ternak Fermentasi. Cara fermentasi pakan ini diyakini bisa memperbaiki pasokan pakan yang terbatas.

Kegiatan pelatihan digelar di Kelompok Tani Ternak (KTT) Berlian dengan menggunakan bahan baku lokal seperti jerami dan jagung.

Dedi Harmawan, Wakil Ketua KTT Berlian, menjelaskan pakan ternak fermentasi tidak hanya lebih mudah dibuat tetapi juga lebih praktis. “Nilai gizi pakan ternak meningkat dan membantu proses penggemukan lebih cepat,” ujarnya.

Kondisi saat ini, masyarakat Sukadana, yang mayoritas sebagai petani tembakau, mengandalkan jerami sebagai pakan utama namun pasokannya terbatas. Hal ini mendorong KTT Berlian untuk mengembangkan solusi alternatif dengan menggunakan jerami yang melimpah sebagai bahan baku utama pakan ternak fermentasi.

Rini Endang Prasetyowati, Dekan Fakultas Pertanian UGR, mengharapkan partisipasi aktif dari KTT Berlian dalam kegiatan pelatihan. “Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan anggota kelompok tani dapat meningkatkan produksi hasil ternak secara signifikan,” tambahnya.

Pakan ternak fermentasi dibuat melalui proses fermentasi mikroorganisme yang membantu memperbaiki pencernaan ternak, sehingga memberikan gizi yang lebih baik dibandingkan dengan pakan ternak biasa. Bahan tambahan seperti molase dari tetes tebu dan prebiotik juga dimasukkan untuk meningkatkan nutrisi dan kemudahan pencernaan.

Adanya penggunaan mesin Chopper multifungsi, proses pembuatan pakan ternak dapat dilakukan dengan lebih efisien, memungkinkan penyimpanan hingga enam bulan. Ini menjadi langkah penting dalam menghadapi tantangan musim kemarau yang sering kali mengganggu pasokan pakan ternak di daerah ini.

Dwi Haryanti Ningsih, Dosen Fakultas Pertanian, menekankan pakan ternak fermentasi bukan hanya meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya lokal tetapi juga memberikan solusi berkelanjutan dalam pemeliharaan ternak di Sukadana. “Dengan pakan ternak fermentasi, kita dapat memastikan kebutuhan gizi ternak terpenuhi secara optimal, meningkatkan kesehatan ternak dan hasil produksi,” jelasnya.

Selain itu adanya inovasi ini, diharapkan masyarakat peternak di Sukadana dapat lebih mandiri dalam memproduksi pakan ternak sendiri, mengurangi ketergantungan terhadap hijauan rumput hijau yang sulit diperoleh selama musim kemarau. (rus)

Program Makan Bergizi Gratis Harus Gunakan Pangan Produk Lokal

0
Johan Rosihan (ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com)- Program makan bergizi gratis yang menjadi salah satu program Presiden terpilih Prabowo Subianto menjadi potensi yang bagus untuk pergerakan ekonomi daerah jika dilakukan dengan baik. Untuk menyiapkan program besar ini di tahun depan, Presiden telah menerbitkan Perpres No 83 Tahun 2024 tentang Badan Gizi Nasional.

Anggota Komisi IV DPR RI Johan Rosihan mengatakan, program makan bergizi gratis ini haruslah menggunakan produk lokal untuk memberi dampak ekonomi yang baik bagi petani dan pelaku usaha dalam daerah. Misalnya berang yang digunakan adalah beras lokal, bukan beras impor. Begitu juga dengan bahan pangan yang lainnya agar dibeli di petani dan peternak dalam daerah.

“Kita punya program yang bagus jika dikelola dengan baik yaitu makan gratis ini. Bagus buat petani. Syaratnya beras mana yang kita makan. Kalau pakai beras Vietnam (impor-red) untuk apa? Karena itu harus pakai produk lokal, baik beras, ayam, telur dan lainnya. Tapi kalau pakai beras Vietnam, maka akan lagi impor ugal-ugalan yang menguntungkan korporasi,” kata Johan Rosihan kepada wartawan, Selasa 10 september 2024 kemarin.

Menurut legislator dari Dapil I NTB ini, program makan gratis akan menimbulkan efek domino yang panjang terhadap petani serta pelaku usaha lokal. Namun demikian harus dipastikan betul bahwa bahan pangan yang digunakan adalah pangan lokal. “Saya berharap pemerintahan Prabowo kedepan harus betul-betul konsen dalam peningkatan produksi dalam negeri,” ujarnya.

NTB sebagai provinsi lumbung pangan telah mampu memenuhi kebutuhan pangannya, bahkan sampai bisa memenuhi kebutuhan daerah lain. Sepanjang 2024, target produksi padi di NTB sebanyak 1,4 juta ton gabah kering giling. Pada 2023 lalu, jumlah produksi padi daerah ini menyentuh angka 1,54 juta ton gabah kering giling. Begitu juga dengan produksi perikanan dan pangan lainnya sudah cukup melimpah, sehingga bisa dioptimalkan untuk program makan gratis ini.

Seperti diketahui, Badan Gizi Nasional akan dibekali dengan anggaran Rp 71 triliun dan target sasaran sekitar 80 juta anak di program makan gizi gratis ini. Dalam pelaksanaan program makan bergizi gratis diprediksi akan penuh tantangan di tingkat lapangan.

Sebelumnya, Asisten Deputi Ketahanan Gizi dan Promosi Kesehatan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Jelsi Natalia Marampa menyampaikan, program makan bergizi/sarapan bergizi gratis di sekolah dapat memupuk kebiasaan pola makan sehat dan bergizi sehingga mencegah obesitas dan potensi penyakit di masa dewasa.

“Selain itu, pemberian makanan di sekolah merupakan salah satu safety net paling umum karena dapat memberikan dukungan dan stabilitas harian yang dibutuhkan anak-anak dengan ekonomi rentan. Pemberian makanan di sekolah dapat berkontribusi mencegah dan melindungi masyarakat dari kemiskinan, kerentanan, dan pengucilan sosial,” ungkapnnya dikutip dari kemenkopmk.go.id.

Lebih lanjut, Jelsi menyampaikan, program pemberian makanan di sekolah yang dirancang dengan baik dan adil berkontribusi pada perkembangan anak melalui peningkatan durasi belajar siswa. Peningkatan ini berasal dari peningkatan pendaftaran; kehadiran yang lebih baik; dan berkurangnya angka putus sekolah.

Terdapat tiga opsi skema program makan bergizi/sarapan bergizi gratis yakni universal untuk semua siswa, mean-tested dengan mempertimbangkan kondisi tertentu, dan mean-tested dilanjutkan ke universal. Skema yang direkomendasikan adalah skema mean-tested dilanjutkan ke universal. Pada tahap ini pola pemberian program Makan Bergizi/Sarapan Bergizi Gratis lebih terukur dan hemat sebelum diperluas.

“Sumber pembiayaan untuk pelaksanaan program ini dapat menggunakan konsep pentahelix dengan melibatkan peran lintas sektor terutama mitra pemerintah dan pihak swasta,” ungkap Jelsi.(ris)