Tuesday, April 7, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 545

Bakal Ditetapkan Jadi LSD, 12.397 Hektar Lahan Pertanian di Lobar Tak Boleh Dibangun

0
Kadis PU Lobar HL Winengan dan Pj Sekda H Fauzan Husniadi (ekbisntb.com/her)

Lombok (ekbisntb.com) – Pemerintah Kabupaten Lombok Barat menetap luas lahan yang masuk dalam kawasan Lahan Sawah Dilindungi (LSD) sebanyak 12.397 hektare. Tahapan luas LSD sudah masuk tahap akhir tinggal ditandatangani SK oleh PJ. Bupati Lombok Barat.

Pj Sekda Lobar H. Fauzan Husniadi menyebut bahwa penyusunan LSD di Lombok Barat sudah masuk tahap akhir di mana luas lahan yang ditetapkan sebanyak 12.396 hektare.”Luas lahan LSD sudah ditetapkan luasnya 12,397 hektare,”katanya. Saat ini tinggal tahapan penyelarasan akhir, dimana kemarin sudah disepakati luasnya menjadi LSD, dilahan yang sudah masuk LSD ini tidak boleh ada bangunan dan ini sudah dikomunikasikan dengan Pemprov NTB.

“Tinggal saat ini penandatanganan SK oleh Pj Bupati selanjutnya, kita serahkan ke Provinsi,”ujarnya. Lantas bagaimana engan izin pembangunan sudah ada namun lahanyang masuk dalam LSD? Sekda menyatakan lahan tersebut harus dikembalikan, pemda sudah mengecek itu mana permohonan izin yang lahan masuk LSD agar dikembalikan,” Kalau ada yang masuk LSD ya sudah dikembalikan lahannya, termasuk lahan yang sudah ada HGB itu harus dikeluarkan, jika masuk  LSD, “tegasnya.

Terpisah, Kepala Dinas PUTR Lobar H. L. Winengan menyatakan, tahapan penyusunan LSD hampir selesai, Rabu kemarin sudah dilakukan rapat penyelaras terkait LSD Lombok Barat, kata Winengan keberadaan LSD ini harus segera ditetapkan agar ada yang menjadi landasan daerah dalam membangun. ” Lahan LP2B ini harus segera ditetapkan, agar kita tidak dapat pitnah terus,  sehingga jika sudah ada maka ada payung hukum kita menyusun RTRW,”katanya.

Setelah ada LSD ini, itu yang akan menjadi dasar penyusunan dari perubahan Perda RTRW, jika sudah ditetapkan perda RTRW Lombok Barat, maka ketika ada pelanggaran, dari LP2B setelah  ditandatangani Pj Bupati akan ditindak tegas.” Pokoknya kalau ada pelanggaran setelah LP2B ditandatangani Bupati, saya sikat,”tegasnya Winengan

Ditargetkan SK LSD atau LP2B ini bisa ditandatangani oleh Bupati pada pekan ini, ditargetkan hari jum’at, setelah ditandatangani, nantinya akan dilaksanakan uji publik, untuk penetapan review RTRW Lombok Barat.”Saya targetnya SK LP2B ditandatangani oleh Bupati hari jum’at,” ujarnya. (her)

Gerakan Pangan Murah Kembali Digelar di Sumbawa

0
Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar Pemkab Sumbawa di taman Mangga, Kecamatan Sumbawa.(ekbisntb.com/ist)

Sumbawa Besar (ekbisntb.com) – Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Sumbawa, kembali menggelar gerakan pangan murah (GPM)  di kecamatan Sumbawa tepatnya di Taman Mangga, untuk menekan inflasi yang kiranya akan terjadi.

“Saat ini memang untuk GPM sangat dibutuhkan masyarakat, apalagi saat ini sedang dalam musim kemarau sehingga pasokan pangan sangat dibutuhkan, ” kata Kadis DKP Sumbawa, Irin Wahyu Indarni dalam laporannya, Rabu 16 Oktober 2024.

GPM serentak ini, lanjut Irin, dilaksanakan dalam rangka Hari Pangan Sedunia ke XXXXIV yang dipusatkan di Taman Mangga. Kegaiatan GPM bertemakan “Right Foods For Abetter Life and Abetter Future” arti hak atas pangan untuk kehidupan dan masa depan yang lebih baik.

“Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran kita akan kewajiban memenuhi hak atas makanannya yang beragam, bergizi seimbang sekaligus, menekan laju inflasi daerah dan menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, ” ucapnya.

Irin melanjutkan, kegiatan ini sebagai bentuk ikhtiar Pemerintah untuk memenuhi kebutuhan pokok masyarakat seperti beras, telur, minyak goreng, daging ayam, dan sembako lainnya. Tentu barang tersebut dibeli dengan harga yang jauh lebih murah dibandingkan dengan kios masyarakat.

“Alhamdulillah untuk kondisi pangan kita tidak menghawatirkan, tetapi membutuhkan sedikit sentuhan pemerintah untuk menekan harga bahan pokok yang terjadi di pasaran makanya kita gelar GPM ini, ” tambahnya.

Dia pun meyakinkan, GPM ini setiap tahun dilakukan agar Indeks Harga Konsumsi (IHK) bisa turun. Karena pada prinsipnya untuk menekan laju inflasi ditentukan oleh perilaku konsumen jika harga tinggi maka daya beli masyarakat akan rendah.

“Kami tetap berusaha agar IHK kita terkendali dan turun salah satunya adanya opsi pembelian pangan dengan harga yang lebih murah untuk membantu masyarakat,” timpalnya.

Sementara itu Pjs. Bupati Sumbawa, Dr. Najamuddin Amy menyampaikan Pemerintah terus berupaya menjaga stabilitas harga pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Salah satu dengan menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) Serentak Kabupaten Sumbawa.

“Kami berharap program ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat salah satunya untuk menekan inflasi daerah, ” ucapnya.

Selain itu, GPM ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memastikan ketersediaan pangan yang berkualitas dengan harga terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat. “Melalui program ini, kami berharap beban pengeluaran masyarakat dapat berkurang, terutama untuk kebutuhan pokok sehari-hari,”  tukasnya. (ils)

Pastikan Petani Mudah Akses Pupuk Subsidi

0
H. Haerul Warisin (ekbisntb.com/rus)

SEKTOR pertanian menjadi salah satu fokus perhatian dari salah satu Calon Bupati Lombok Timur (Lotim) H. Haerul Warisin. Hal yang mendasar dalam mengatasi masalah pertanian ini adalah persoalan pupuk yang kerap dikeluhkan para petani. Pupuk bersubsidi saat ini begitu susah diperoleh petani dan kerap dianggap langka dan mahal.

Meski demikian, H. Iron, sapaan akrab Calon Bupati Lotim 2024-2029 ini siap memberikan kemudahan dan kepastian petani mengakses pupuk subsidi. Menurutnya, ketika nantinya terpilih menjadi bupati, sektor pertanian ini menjadi salah satu fokus utama yang jadi perhatiannya. Apalagi  sektor pertanian merupakan penyumbang tertinggi dalam Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sebagai gambaran kondisi ekonomi di daerah. Karenanya, para petani yang menjadi tonggak utama kemajuan pertanian harus memperhatikan sarana produksinya, terutama masalah ketersediaan pupuk bersubsidi.

Diakui, saat ini ia merupakan distributor pupuk. Menjadi distributor tidak bisa menambah kuota pupuk bersubsidi. Akan tetapi, beda nantinya ketika sebagai pemegang kekuasaan di daerah diyakini akan bisa melobi pusat agar bisa menambah jatah pupuk untuk petani di Lotim.

Dalam pendistribusian pupuk subsidi sebagai pupuk dalam pengawasan, H. Iron mengatakan akan mulai dari perbaikan data petani yang tercantum dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK), karena menggunakan sistem secara elektronik atau e-RDKK.

Tidak sedikit warga Lotim tidak dapat kuota pupuk subsidi, karena alasan pemilik lahan yang tidak berdomisili di Lotim. Padahal sudah jelas ada penggarap dari lahan tersebut yang bisa diberikan pupuk.  “Ada yang pemiliknya di Mataram, lahannya digarap orang lain tapi tidak dapat pupuk,” ungkapnya.

Jumlah jatah yang diberikan masing-masing petani juga saat ini dianggap kurang tepat. Hal ini karena persoalan eRDKK tersebut yang belum beres.

Selanjutnya, berdasarkan aturan saat ini hanya 9 komoditi yang boleh diberikan pupuk bersubsidi.  Yakni, padi, jagung, kedelai, cabai, bawang merah, bawang putih, tebu rakyat, kopi dan kakao. Tebu rakyat, kopi dan kakau ini diketahui bukan merupakan komoditas lokal Lotim. Lotim memiliki nanas dan tembakau.

Aturan ini katanya bisa diusulkan perubahannya ke kementerian pertanian dengan pertimbangan berikan komoditi lokal. Petani di Lotim ini memiliki komoditas unggulan yang bisa dikembangkan. Komoditi andalan inilah sejatinya yang bisa diberikan pupuk subsidi tersebut. (rus)

Anggaran Rp9 Miliar Dialihkan – Batal, Pembebasan Lahan Eks BI di Ampenan

0
Cahya Samudra (ekbisntb.com/cem)

Lombok (ekbisntb.com) – Rencana Pemerintah Kota Mataram membebaskan lahan eks Gedung Kantor Bank Indonesia (BI) di Pelabuhan Ampenan, batal. Alokasi anggaran senilai Rp9 miliar untuk pembelian lahan akan dialihkan.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram, Dr. Cahya Samudra menjelaskan, penyebab realisasi keuangan dan fisik rendah pada triwulan ketiga anggaran pendapatan dan belanja daerah tahun 2024 adalah pembebasan lahan bekas Gedung BI di Pelabuhan Ampenan, batal. Serapan keuangan ini berpengaruh karena alokasi anggaran yang tidak terealisasi mencapai Rp9 miliar. “Karena terkendala teknis sehingga belum bisa dieksekusi,” terang Cahya.

Permasalahan teknis dimaksud bukan semata-mata karena ketidak cocokan harga, melainkan kepemilikan lahan itu masih atas nama  warga negara asing. Sementara, penetapan harga sudah dihitung oleh tim appraisal.

Kejaksaan sebutnya, merekomendasikan agar pembebasan bekas gedung BI di Pelabuhan Ampenan, Kelurahan Bintaro, Kecamatan Ampenan, ditunda agar tidak menimbulkan permasalahan hukum dikemudian hari. “Tentu sangat beresiko kalau dipaksakan untuk dibebaskan,” ujarnya.

Kaitannya dengan penggunaan anggaran Rp9 miliar diserahkan sepenuhnya ke tim anggaran pemerintah daerah (TAPD) Kota Mataram. Kewenangan sepenuhnya ke TAPD untuk mengalihkan atau ditetapkan pada daftar penggunaan anggaran (DPA) Dinas Pariwisata. “Kalau permasalahan itu langsung ditanyakan ke TAPD saja,” jawabnya.

Dikonfirmasi terpisah, Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah, juga Sekretaris Daerah Kota Mataram, Lalu Alwan Basri menambahkan, rendahnya realisasi fisik dan keuangan di Dinas Pariwisata Kota Mataram, disebabkan rencana pembeli lahan bekas Kantor Bank Indonesia di Pantai Ampenan batal.

Anggaran yang telah dialokasikan tidak dapat dieksekusi sesuai perencanaan sebelumnya. “Ada rencana pembebasan lahan BI itu tidak terealisasi,” tambahnya.

Rencananya anggaran Rp9 miliar kata Alwan, akan dialihkan untuk keperluan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Mataram, sehingga tidak menjadi sisa lebih penggunaan anggaran (Silpa) di tahun 2024. “Kita alihkan ke rumah sakit,” demikian kata dia. (cem)

Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat

0
Sri Sulistiawati. (ekbisntb.com/cem)

PENGEMBANGAN ekonomi masyarakat di Kelurahan Dasan Cermen, Kecamatan Sandubaya, patut ditiru. Pasalnya, pengurus masjid secara sukarela menyerahkan pengelolaan lahan kepada warga dengan konsep bagi hasil atau sewa.

Lurah Dasan Cermen, Dr. Sri Sulistiowati menjelaskan, pemberdayaan ekonomi masyarakat sejak lama dikembangkan di wilayahnya. Pengurus masjid menyerahkan pengelolaan lahan ke warga setempat dengan sistem bagi hasil atau sewa lahan. Konsep ini berjalan dengan baik dan sangat membantu perekonomian warga setempat. “Jadi masjid yang punya lahan kemudian disewakan ke warga untuk dikelola,” terang Sulis.

Lahan itu dimanfaatkan untuk budidaya bebek, lele, ikan nila, ternak dan lahan pertanian lainnya. Peluang ini juga lirik oleh kelompok sadar wisata (Pokdarwis) Kelurahan Dasan Cermen untuk menjadikan sebagai ekowisata. Anak usia dini akan diajarkan menanam padi hingga memberi makan ternak. “Kita masih menunggu suplai air dulu,” pungkasnya.

Saat musim kemarau seperti ini kata dia, debit air menjadi kendala. Permasalahan ini akan dikomunikasikan dengan pekasih (petugas pengatur air,red) agar mengatur air masuk ke Dasan Cermen. Sulis mengatakan, kelurahan sangat mendukung program pemberdayaan yang dijalankan oleh masyarakat,karena memiliki dampak terhadap perekonomian.

Mantan Lurah Mataram Barat menambahkan, potensi di Dasan Cermen sangat beraneka ragam, karena lokasinya berada dipinggir kota sehingga warga tidak mengetahui potensi disana. “Padahal kulinernya sangat enak kalah ayam taliwang,” klaimnya.

Oleh karena itu, ia selalu menyajikan paket begibung dengan beraneka ragam makanan khas warga Dasan Cermen setiap kunjungan kerja dari dalam maupun luar daerah.

Hal ini dilakukan sebagai upaya sosialisasi dan promosi kepada pengunjung serta produk olahan atau kuliner warga Dasan Cermen dapat dikenal secara luas. (cem)

Harga Cabai dan Tomat Mulai Naik

0
Seorang pedagang di Pasar Mandalika sedang melayani pembeli pada, Selasa 15 Oktober 2024 kemarin. Harga komoditi seperti bawang merah, cabai dan tomat mengalami kenaikan. Lonjakan harga ini dipicu akibat faktor cuaca. (ekbisntb.com/cem)

Lombok (ekbisntb.com) – Sejumlah komoditi barang pokok seperti cabai rawit dan tomat mulai naik. Faktor cuaca dinilai menjadi pemicu sehingga produksi hasil pertanian menurun.

Kepala Bidang Barang Pokok dan Penting Dinas Perdagangan Kota Mataram, Sri Wahyunida mengakui, harga kebutuhan pokok terutama cabai rawit dan tomat mulai naik. Cabai rawit sebelumnya Rp20 ribu perkilogram menjadi Rp30 ribu perkilogram. Sedangkan, tomat dari harga Rp3 ribu perkilogram menjadi Rp10 ribu perkilogram. Demikian pula, bawah merah dari harga Rp20 ribu perkilogram menjadi Rp25ribu-Rp28 ribu perkilogram. “Sekarang harga cabai sama tomat mulai naik. Kalau tomat sebelumnya Rp3 ribu menjadi Rp10 ribu perkilogram,” jelasnya.

Kenaikan harga komoditi ini dinilai masih normal. Nida memperkirakan pemicu kenaikan harga disebabkan oleh faktor cuaca, tetapi pihaknya akan melihat pergerakan pasokan komoditi yang masuk ke Kota Mataram, apakah mencukupi atau sebaliknya.

Menurutnya, harga tomat dan cabai rawit relatif masih terjangkau dibandingkan beberapa bulan sebelumnya mencapai Rp80 ribu perkilogram. “Kalau terlalu turun harga barang pokok juga tidak bagus dengan kondisi perekonomian,” pungkasnya.

Pihaknya terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan harga di sejumlah pasar tradisonal,apakah kondisinya sama seperti Pasar Mandalika atau justru terjadi perbedaan harga. Akan tetapi, pihaknya tetap mengantisipasi jika sewaktu-waktu harga komoditi mengalami lonjakan drastis. Salah satunya berkoordinasi dengan Bank Indonesia serta organisasi perangkat daerah (OPD) teknis lainnya, untuk menggelar pasar rakyat.

Hikmah, pengunjung di Pasar Mandalika mengeluhkan kenaikan harga tomat yang signifikan. Sebelumnya, ia membeli tomat Rp3ribu-Rp5ribu perkilogram, tetapi mulai naik menjadi Rp10rib-Rp12ribu perkilogram. Meskipun tidak mengalami lonjakan signifikan dari bulan sebelumnya, tetapi tetap mempengaruhi daya beli. “Belum beberapa hari sudah naik harga,” keluhnya.

Justru, ia mengkhawatirkan kenaikan harga cabai dan tomat akan berpengaruh terhadap komoditi lainnya. Saat ini sebutnya, beras mengalami kenaikan signifikan sehingga perlu Langkah konkrit dari pemerintah untuk mengendalikan harga. “Beras saja sudah Rp16ribu sekilo. Paling harus ada solusi untuk menekan kenaikan harga ini,” pungkasnya. (cem)

Sumbawa-KSB Connection, Babak Baru Roadmap Manfaat Tambang bagi ‘’Tau Tanan Samawa’’

0
Pjs Bupati Sumbawa, Najamuddin Amy (ke dua dari kanan), Pjs Bupati Sumbawa Barat, Julmansyah (ke dua dari kiri) foto bersama dengan Wakil Ketua 1 DPRD Sumbawa, M. Berlian Rayes (paling kiri) dan anggota DPRD KSB Badaruddin Duri (paling kanan). (ekbisntb.com/ist)

Sumbawa Besar (ekbisntb.com) – Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Sumbawa, Dr. Najamuddin Amy, S.Sos., M.M., membuka Dialog Pengelolaan Pertambangan Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) – Kabupaten Sumbawa Tahun 2024. Rapat ini berlangsung di ruang rapat lantai 1 Kantor Bupati Sumbawa pada Rabu, 16 Oktober 2024.

Hadir juga Pjs Bupati Sumbawa Barat, Julmansyah, S.Hut.M.AP, para Asisten Pemkab Sumbawa dan Sumbawa Barat serta OPD Pemkab terkait. Hadir juga Wakil Ketua 1 DPRD Sumbawa, M. Berlian Rayes dan anggota DPRD KSB Badaruddin Duri.

Pertemuan tersebut merupakan salah satu langkah strategis dalam rangka mensikapi persoalan aktifitas pertambangan yang saat ini berlangsung di Kabupaten Sumbawa barat yang di kelola oleh PT AMNT.

Dalam sambutannya Pjs Bupati Sumbawa Barat, Julmansyah, S. Hut., M.A.P., menyampaikan ini babak baru kolaborasi dua kabupaten, mengingat akan berakhirnya aktifitas pertambangan di Batu Hijau yang dikelola oleh PT. AMNT pada tahun 2030. Sehingga penting bagi KSB untuk menyiapkan basis ekonomi pasca tambang. Sementara Sumbawa harus menyiapkan diri menyambut pembukaan blok Rinti.

PT. AMNT kata Julmansyah, akan memulai aktifitas pertambangan yang ada di Elang Dodo Rinti, Sumbawa. Di satu sisi, draf teknokratik RPJMD KSB 2024 – 2029, harus menyiapkan tahapan dan basis ekonomi 6 tahun sebelum  penutupan Batu Hijau. ‘’Dan membangun hubungan fungsional antara keberadaan Operasional Smelter di Kabupaten Sumbawa Barat dengan Operasional Blok Dodo Rinti di Kabupaten Sumbawa,’’ cetusnya.

“Oleh karena itu, kita akan mencoba membangun kebersamaan Sumbawa – KSB. Kita sudah mencoba berpikir tentang keberlanjutan pertambangan yang diharapkan menjadi pengungkit ekonomi wilayah. Siapa pun Bupati yang terpilih nantinya, tentunya upaya ini dapat di sinkronkan dengan Visi Misi Bupati Terpilih,’’ ujarnya.

Pjs Bupati Sumbawa, Dr. Najamuddin Amy, S.Sos., M.M., menyampaikan kegiatan ini merupakan upaya Pemerintah Kabupaten Sumbawa dan Sumbawa barat, terkait dengan penyusunan langkah-langkah konkrit dalam persiapan Kabupaten Sumbawa Barat pasca tambang dan kesiapan Kabupaten Sumbawa yang akan memulai tambang. Pertambangan merupakan sektor penting dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Kabupaten Sumbawa dan Sumbawa Barat.

Salah satu langkah-langkah konkrit tersebut sambung Pjs Bupati Sumbawa, untuk mempersiapkan sektor tambang ini, diangaranya perlunya di bangun balai latihan kerja yang representatif dalam mempersiapkan SDM yang mempuni pada sektor pertambangan.

Sehingga, tenaga kerja di sektor tambang perlu diprioritaskan. Sektor pertambangan selain dapat meningkatkan ekonomi daerah, juga dapat menyebabkan permasalahan lingkungan.’’ Oleh sebab itu, perlu rencana tindak lanjut untuk menyikapi permasalahan  tambang di masa depan,’’ jelasnya.

Diskusi kemudian berlanjut dengan pemaparan dari para Asisten, Kepala Bappeda, dan Kabag Pemerintahan masing – masing Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Sumbawa Barat. Dalam diskusi tersebut, mencoba menyusun langkah-langkah kongkrit sebagai tindaklanjut dari pertemuan teresebut berupa berupa FGD untuk merumuskan pointer yang selanjutnya dapat menjadi dasar MoU.

Terkait hal tersebut baik Pjs Bupati Sumbawa maupun Pjs Bupati Sumbawa Barat berharap agar dapat melahirkan sebuah dokumen MoU sebagai hasil kongkrit dari pertemuan tersebut yang nantinya ditandatangani pada saat Harlah KSB tanggal 20 November mendatang.

‘’Kita awali saja dulu, kita semua saat ini berada pada pijakan harus meretas jalan pikiran dan aksi awal kebijakan pentingya memanfaatkan sumber daya alam yang dititipkan kepada Sumbawa dan KSB. Kita yakini nanti Bupati terpilih memiliki visi mensejahterahkan rakyatnya. Dan MoU ini akan sangat membantu tinggal dilanjutkan secara lebih teknis dalam tahapan berikutnya,’’ pungkas Najamuddin. (r)

Pinjaman Online Masyarakat NTB Setengah Triliun Lebih, Persentase Kemacetan Tertinggi se Indonesia

0
Rudi Sulistyo (Ekbis NTB/dok)

Lombok (ekbisntb.com) – Nilai pinjaman online masyarakat NTB cukup tinggi, angkanya mencapai lebih dari setengah teriliun. Disisi lain, tingkat kredit macetnya disebut paling tinggi di Indonesia.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pada posisi Juli 2024, total outstanding pinjaman online masyarakat NTB sebesar Rp634 miliar. Dengan TWP90 atau kredit macet dengan jangka waktu pengembalian 90 hari mencapai 4,92 persen.

Sementara di Pulau Jawa dengan populasi penduduk yang jauh lebih besar dari Provinsi NTB, TWP90 sebesar 3,15 persen secara rata-rata pada bulan Januari hingga Juli 2024.

Kepala Kantor OJK Provinsi NTB, Rudi Sulistyo di Mataram, Rabu, 16 Oktober 2024 menyampaikan, trend peningkatan pinjaman masyarakat NTB di pinjaman online menunjukkan bahwa, awareness dan pengetahuan masyarakat terhadap layanan pinjaman online yang legal (resmi) juga meningkat.

“Masyarakat sudah mulai memahami mana pinjol legal dan illegal. Sehingga masyarakat kita cenderung memilih layanan pinjol yang legal,” ujarnya.

Meski demikian, kata Rudi, masyarakat harus melakukan pengelolaan keuangan yang baik dan memastikan diri punya kemampuan untuk membayar pinjaman online.

“Meskipun minjam secara online, harus bayar. Karena ini pinjaman, bukan hibah,” jelas Rudi.

Ditambahkannya, pinjaman online sebaiknya digunakan untuk memenuhi kebutuhan yang mendesak dan tidak konsumtif.

Masyarakat menurutnya perlu memahami, bahwa ada konsekuensi jika pinjaman onlinenya tidak dibarengi dengan pemenuhan kewajiban sebagaimana syarat dan ketentuan yang disepakati saat melakukan pinjaman.
“Jangan dikira, karena akad dan transaksinya lewat online, kemudian tidak bayar cicilan. Risikonya, masyarakat yang bersangkutan akan diblack list dalam fintech data center. Tidak bisa minjam lagi di pinjol legal lainnya,” tambahnya.

Rudi menegaskan kembali, soal tingginya kredit macet masyatakat NTB di pinjaman online tertinggi secara nasional. Namun trend penyaluran kredit pinjol yang bermasalah di NTB terus menurun setiap bulannya.

OJK Provinsi NTB menggandeng seluruh stakeholder melakukan edukasi kepada masyarakat. OJK bahkan memperioritaskan edukasi masyarakat yang ada di desa-desa dan daerah tertinggal, terluar, dan terpencil. Dalam rangka meningkatkan literasi dan inklusi keuangannya.

“Pinjol resmi atau fintech lending merupakan opsi bagi masyarakat yang terkendala jarak, tidak memiliki jaminan, dan termasuk kategori non bankable, untuk mengakses pembiayaan. Dibanding pinjam ke rentenir atau pinjol ilegal, yang lebih berisiko. Tentu selain itu opsi utamanya adalah lembaga pembiayaan perbankan dan non bank lainnya. Yang jelas, kalaupun minjam di online, harus dipahami bahwa angsuran bunga yang ditawarkan pinjol relative lebih tinggi dari pada bunga perbankan,” tandasnya.(bul)

BPH Migas Optimis Program BBM Satu Harga Berjalan Sesuai Rencana

0
Anggota Komite BPH Migas Basuki Trikora Putra(ekbisntb.com/ant)

Jakarta (ekbisntb.com) – Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) optimis program Bahan Bakar Minyak (BBM) Satu Harga pada 2024 dapat berjalan sesuai rencana dan target yang telah ditetapkan.

Anggota Komite BPH Migas Basuki Trikora Putra dalam keterangannya di Jakarta, Rabu, mengatakan sejak 2017 hingga Oktober 2024, telah terbangun 556 penyalur BBM Satu Harga, sehingga dari target 583 penyalur, tersisa 27 penyalur yang masih terus dibangun dan akan selesai pada tahun ini.

“Pertemuan hari ini bermaksud untuk memastikan target realisasi program BBM Satu Harga di tahun 2024 sebanyak 71 lokasi dapat kita selesaikan dan berjalan dengan sebaik-baiknya,” ujarnya dalam Rapat Evaluasi Progres Pembangunan Penyalur BBM Satu Harga, di Bali, Selasa 15 Oktober 2024.

Pria yang kerap disapa Tiko ini menambahkan mendekati akhir 2024, BPH Migas bersama dengan semua pihak terkait terus berupaya dan berkoordinasi demi kemudahan masyarakat di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) dalam mengakses BBM dengan harga yang sama.

“Tentu ini menjadi concern bagi BPH Migas dan badan usaha penugasan untuk terus mengawal program ini. Insya Allah upaya dan target kita di 2024 ini dapat terlaksana,” jelasnya.

Kinerja badan usaha penugasan juga diapresiasinya karena telah menjalin sinergi dengan pemerintah pusat dan daerah untuk mewujudkan keadilan energi bagi masyarakat.

VP Government Assignment PT Pertamina (Persero) Ryrien Marisa berharap target yang telah ditetapkan dapat tercapai dengan baik dengan dukungan berbagai pihak.

“Kami membutuhkan arahan dari pemerintah agar akses distribusi BBM Satu Harga ini dapat meningkatkan keekonomian bagi masyarakat 3T,” harapnya.

Program BBM Satu Harga merupakan salah satu program prioritas yang telah dilaksanakan sejak 2017.

Program bertujuan untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia dalam mendapatkan BBM dengan harga yang sama di seluruh Indonesia, khususnya wilayah 3T.

Dalam rapat tersebut, hadir pula Tenaga Ahli Menteri ESDM Bidang Tata Kelola Hilir Migas Mulyono, perwakilan Direktorat Jenderal Migas Kementerian ESDM, dan PT Pertamina Patra Niaga. (ant)

Pupuk Kaltim Pastikan Ketersediaan 286.771 Ton Pupuk Subsidi

0
PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim)(ekbisntb.com/ant)

Jakarta (ekbisntb.com) – PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) memastikan kembali ketersediaan 286.771 ton pupuk subsidi menjelang musim tanam Oktober 2024 hingga Maret 2025.

Bertepatan dengan Hari Pangan Sedunia, Direktur Utama Pupuk Kaltim Budi Wahju Soesilo memastikan bahwa stok pupuk subsidi cukup tersedia, terutama di semua daerah yang menjadi tanggung jawab perusahaan.

“Salah satu kunci penting dalam upaya meningkatkan produktivitas pertanian adalah memastikan pasokan stok pupuk selalu terjaga, terutama setiap memasuki musim tanam baru yang sangat krusial bagi para petani. Per 14 Oktober, kami telah menyiapkan 286.771 ton pupuk subsidi, jumlah yang sudah sesuai dengan kuota pemenuhan pupuk subsidi sesuai arahan pemerintah,” kata Soesilo di Jakarta, Rabu.

Stok pupuk subsidi yang tersedia terdiri dari 216.055 ton pupuk urea, 55.932 ton pupuk NPK Phonska, dan 14.784 ton NPK Formula Khusus.

Selain itu, Pupuk Kaltim juga menyediakan 305.470 ton pupuk urea nonsubsidi dan 15.521 ton NPK nonsubsidi. Seluruh stok ini didistribusikan ke seluruh wilayah tanggung jawab Pupuk Kaltim, yakni seluruh Kalimantan dan Sulawesi.

Khusus untuk NPK Bersubsidi Formula Khusus, distribusinya terpusat di wilayah tanggung jawab Pupuk Kaltim di Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah dan Sulawesi Tenggara.

Per 14 Oktober 2024, Pupuk Kaltim telah menyalurkan 817.097 ton pupuk subsidi, yang terdiri dari 616.158 ton urea bersubsidi, 170.465 ton NPK Phonska, serta 30.474 NPK Formula Khusus.

Dengan demikian, realisasi penyaluran pupuk bersubsidi telah mencapai 56,59 persen untuk urea bersubsidi, 77,93 persen untuk NPK Phonska, dan 22,26 persen untuk NPK Formula Khusus dari target keseluruhan yang diamanatkan ke Pupuk Kaltim.

“Kami percaya bahwa akses terhadap pupuk yang berkualitas adalah kunci dalam mencapai hasil panen yang optimal. Selain jaminan kuantitas, kami juga berupaya memastikan bahwa petani mendapatkan kualitas pupuk terbaik dari Pupuk Kaltim, sesuai dengan prinsip ‘6 Tepat’ yang kami jalankan, yakni Tepat Jenis, Jumlah, Harga, Tempat, Waktu dan Mutu,” ujar Soesilo.

Soesilo menjelaskan, dalam skema pendistribusian, Pupuk Kaltim memastikan semua proses berjalan lancar, terutama di empat lini utama distribusi.

Proses dimulai dari Lini Pertama, penyimpanan pupuk milik Pupuk Kaltim, yang kemudian dikirimkan ke Lini Kedua, gudang penyimpanan pupuk di tingkat provinsi. Setelah itu, pupuk dikirimkan ke Lini Ketiga di gudang penyimpanan tingkat kabupaten/kota sampai ke lini terakhir, Lini Keempat, yakni tempat penyimpanan pupuk di kios resmi.

Optimalisasi proses distribusi ini didukung teknologi Distribution Planning & Control System (DPCS) yang memungkinkan pengawasan keseluruhan proses distribusi secara real time.

Keseluruhan proses itu, lanjutnya, diinisiasi Pupuk Kaltim untuk memastikan produktivitas pertanian bisa terus meningkat, yang berkontribusi pada kualitas pangan yang baik yang menjadi hak dari seluruh masyarakat.

“Sejalan dengan tema Hari Pangan Sedunia tahun ini yaitu ‘Hak atas pangan untuk kehidupan dan masa depan yang lebih baik,’ Pupuk Kaltim berkomitmen menjalankan perannya dalam memastikan ketersediaan pupuk terbaik yang menjadi hak para petani. InsyaAllah, kami akan terus berupaya maksimal untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan mendukung ketahanan pangan untuk masa depan yang lebih baik untuk seluruh masyarakat Indonesia,” ucap Soesilo. (ant)