Saturday, April 4, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 448

PPN Batal Naik Bisa Untungkan Pelaku UMKM

0
H. Muhammad Ramadhani. (ekbisntb.com/cem)

Lombok (ekbisntb.com) – Kementerian Keuangan Republik Indonesia secara resmi mengumumkan pajak pertambahan nilai batal dinaikan pada 31 Desember 2024. Kebijakan ini dinilai menjadi angin segar bagi pelaku usaha mikro,kecil, dan menengah di Kota Mataram.

Kepala Dinas Perindustrian, Koperasi, dan UKM Kota Mataram, H. Muhammad Ramadhani ditemui pada, Kamis 2 Januari 2025 mengapresiasi kebijakan dari pemerintah pusat yang membatalkan kenaikan pajak pertambahan nilai (PPN) menjadi 12 persen di tahun 2025. Hal ini tentu memberikan ketenangan sekaligus angin segar bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di Kota Mataram.

Pasalnya, sekecil apapun kenaikan produksi akibat kenaikan pajak akan berpengaruh terhadap margin keuntungan pelaku UMKM. “Pembatalan kenaikan PPN ini menjadi angin segar bagi pelaku UMKM,” terangnya.

Dijelaskan, pelaku UMKM yang hidup dari penghasilan hari perhari tergantung dari bahan mentah yang mereka olah menjadi barang jadi kemudian dijual. Ia berpikir pembatalan kenaikan PPN menjadi jalan tengah dari pemerintah pusat, karena telah mendengar aspirasi masyarakat dengan harapan ekonomi mikro tidak terlalu terdampak dengan kenaikan di awal tahun seperti tahun. “Berarti pemerintah pusat mendengar aspirasi masyarakat,” ujarnya.

Kebijakan pemerintah kenaikan PPN 12 persen hanya dikenakan bagi barang mewah sifatnya pribadi seperti pembelian jet pribadi, kapal pesiar, mobil mewah, dan termasuk perhiasan seperti emas dan berlian.

Sementara, perhiasan seperti mutiara memiliki segmentasi orang-orang tertentu serta kualitas mutiara berbeda-beda. Hal ini tidak terlalu bergejolak bagi perajin mutiara di Kota Mataram.

Mantan Sekretaris Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Kota Mataram berharap dengan pembatalan kenaikan PPN ini, paling tidak pelaku usaha tidak terganggu dengan pemahaman yang tidak utuh diterima dari media sosial dan lain sebagainya, sehingga pelaku UMKM di Kota Mataram diminta memacu diri untuk meningkatkan kualitas produk agar diminati oleh masyarakat secara luas. (cem)

Pajak Kendaraan Ditargetkan Capai Rp57 Miliar Lebih

0
Seorang warga membayar pajak kendaraan bermotor di mobil pelayanan pajak keliling di Taman Sangkareang pada, Kamis 2 Januari 2025 kemarin. Pemkot Mataram menargetkan pendapatan dari PKB dan BBNKB mencapai Rp57 miliar lebih. (ekbisntb.com/cem)

Lombok (ekbisntb.com) – Badan Keuangan Daerah Kota Mataram, menargetkan opsen pajak kendaraan bermotor pada anggaran pendapatan dan belanja tahun 2025 mencapai Rp57 miliar lebih. Penyelesaian administrasi akan dipercepat untuk memperlanjar pajak kendaraan bermotor milik masyarakat.

Kepala Bidang Pelayanan, Penyuluhan, dan Penagihan pada Badan Keuangan Daerah Kota Mataram, Ahmad Amrin dikonfirmasi pada, Kamis 2 Desember 2024 menegaskan, pajak kendaraan bermotor dan bea balik nama kendaraan bermotor bukan peralihan pajak dari provinsi ke kabupaten/kota, melainkan hal baru yang muncul dalam Undang-Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang hubungan antara keuangan pusat dengan pemerintah daerah. Bentuknya berupa opsen pajak. “Kalau dulu istilahnya bagi hasil, tetapi sekarang langsung ditransfer ke kabupaten/kota. Jadi bukan peralihanya pajak kendaraan,” tegasnya.

Amrin merincinkan target opsen pajak untuk pajak kendaraan bermotor Rp35 miliar lebih. Sementara pajak bea balik nama kendaraan bermotor mencapai Rp22 miliar lebih, sehingga secara akumulasi target keseluruhan Rp57,09 miliar lebih.

Ia mengklarifikasi di media sosial ramai beredar adanya kenaikan pajak kendaraan dan dipastikan informasi itu tidak benar alias hoaks. Pemerintah tidak menaikan pajak kendaraan bermotor, melainkan menurunkan tarif pajak kendaraan. “Jadi hoaks ada kenaikan pajak bermotor itu,” jelasnya.

Mekanisme pajak kendaraan diperoleh kabupaten/kota akan langsung ditransfer ke kas daerah. Artinya, 60 persen menjadi opsen pajak yang menjadi hak pemerintah daerah.

Menurutnya, opsen pajak mulai berlaku tanggal 5 Januari 2025. Pihaknya akan membantu dalam proses operasional serta memperlancar pengurusan pajak kendaraan bermotor masyarakat agar pajak yang disetor masyarakat cepat masuk ke kas daerah. “Nanti kita sesuaikan lagi perhitungannya dengan perhitungan dari provinsi. Jadi prosesnya sama saja di provinsi dan kita hanya membantu dalam proses operasionalnya saja,” demikian kata dia. (cem)

Serangkaian Kegiatan Akan Semarakkan Bulan K3 di NTB

0
Rapat persiapan di Aula Kantor Disnakertrans NTB(ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – Disnakertrans NTB mengajak semua pemangku kepentingan memanfaatkan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional 2025, yang berlangsung 12 Januari–12 Februari, untuk memperkuat sinergi dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya keselamatan kerja.

Ajakan ini disampaikan oleh Kepala Disnakertrans NTB, I Gede Putu Aryadi, dalam rapat persiapan di Aula Kantor Disnakertrans NTB, Kamis, 2 Januari 2025.

Aryadi menekankan bahwa Bulan K3 harus menjadi momen evaluasi dan perbaikan kinerja, bukan sekadar seremonial tahunan. Tema nasional tahun ini adalah “Penguatan Kapasitas Sumber Daya Manusia dalam Mendukung Penerapan Sistem Manajemen K3 (SMK3) untuk Meningkatkan Produktivitas”. Tema ini akan diadaptasi NTB menjadi “Melalui Penerapan Norma K3, Kita Wujudkan NTB Makmur Mendunia”.

Beberapa kegiatan utama yang direncanakan meliputi, Pencanangan Bulan K3 pada 16 Januari, dirangkaikan dengan Fun Run sejauh 6,5 km. Sosialisasi dan edukasi norma K3 ke perusahaan-perusahaan. Puncak peringatan dan gala dinner, menyesuaikan dengan transisi pemerintahan daerah pada Februari.

Disnakertrans NTB mendorong perusahaan untuk melibatkan UMKM dan masyarakat dalam kegiatan Bulan K3, seperti lomba, penyuluhan, atau kegiatan sosial.

“Keterlibatan UMKM dapat memberikan dampak positif langsung kepada masyarakat,” ujar Aryadi.

Dengan komunikasi yang semakin baik antara Disnakertrans NTB dan perusahaan, Aryadi optimis peringatan Bulan K3 tahun ini akan mendorong penerapan SMK3 dan meningkatkan kesejahteraan pekerja serta keberlanjutan usaha.

“Kami harap kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam mendukung keselamatan dan kesehatan kerja di NTB,” tutupnya.(bul)

Puluhan Armada Lombok Taksi Dibarukan

0
Bluebird luncurkan armada baru Toyota Avanza Transformer(ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Lombok Taksi (Blue Bird Group) terus berkomitmen meningkatkan kualitas layanan melalui program peremajaan kendaraan. Hal ini dilakukan untuk memenuhi standar kualitas layanan yang tinggi, baik dari segi kenyamanan pelanggan maupun efisiensi biaya operasional.

Fakhrizal Syam, Manager Pool Lombok Taksi di Mataram, Kamis, 2 Januari 2025 mengatakan, idealnya peremajaan kendaraan dilakukan setiap lima tahun. Namun, akibat dampak pandemi COVID-19 selama dua tahun terakhir, peremajaan armada ini sempat tertunda.

“Prinsipnya, ke depan kami tetap akan melakukan peremajaan kendaraan setiap lima tahun sekali. Bahkan, ada wacana dari pusat untuk mempercepat siklus peremajaan menjadi empat tahun sekali,” ungkapnya.

Pada tahun 2024, Lombok Taksi merencanakan peremajaan 25 unit kendaraan dari total 225 unit yang dimiliki. Kendaraan yang akan diremajakan merupakan armada yang telah melayani pelanggan selama lebih dari lima tahun. Fakhrizal menjelaskan bahwa kendaraan baru yang akan menggantikan armada lama adalah New Transmover.

“Model ini dirancang untuk memberikan kenyamanan maksimal kepada pelanggan sekaligus lebih hemat bahan bakar,” tambah Fakhrizal.

Transmover yang akan diluncurkan di akhir Januari 2024 memiliki berbagai keunggulan. Selain desain yang lebih modern, kendaraan ini dirancang untuk efisiensi bahan bakar, menjadikannya pilihan yang ramah lingkungan dan ekonomis.

“Kami ingin memastikan bahwa pelanggan mendapatkan pengalaman berkendara yang nyaman dan memuaskan,” kata Fakhrizal.

Peremajaan kendaraan tidak hanya memberikan manfaat bagi pelanggan, tetapi juga bagi operasional perusahaan. Dengan armada baru, biaya perawatan dapat ditekan secara signifikan, memungkinkan efisiensi yang lebih baik dalam jangka panjang. Selain itu, kendaraan baru yang lebih hemat bahan bakar juga mendukung upaya perusahaan untuk mengurangi dampak lingkungan.

Dengan program peremajaan kendaraan ini, Lombok Taksi menegaskan komitmennya untuk memberikan layanan berkualitas tinggi kepada pelanggan. Langkah ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kenyamanan dan keamanan berkendara, tetapi juga memperkuat posisi Lombok Taksi sebagai penyedia layanan transportasi terpercaya di Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Melalui inovasi dan peningkatan kualitas armada, Lombok Taksi terus berupaya memenuhi harapan pelanggan sekaligus beradaptasi dengan kebutuhan zaman. Dengan armada baru yang modern dan efisien, Lombok Taksi siap melayani masyarakat dengan standar terbaik.

Pada bagian lain, program peremajaan ini juga mencakup pelelangan armada Transmover yang sudah digunakan, dengan kondisi yang layak pakai.

“Harga lelangnya nanti diperkirakan sekitar Rp125 juta, kondisinya masih bagus, dengan cat baru seperti kendaraan pribadi, dan dokumen lengkap,” jelas Fakhrizal.

Armada Transmover yang akan dilelang ini akan hadir dalam tiga pilihan warna hitam, silver, dan putih.

“Jika ada permintaan warna khusus dari pelanggan, kami akan berusaha memenuhinya selama bahan tersedia,” ujarnya.(bul)

Ekspor NTB Tumbuh Minus 13 Persen Tahun 2024

0
jagung, salah satu komoditas ekspor yang belakangan banyak terserap di pasar dalam negeri(ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – Ekspor NTB pada tahun 2024 tumbuh negative (minus) 13 persen. Hal ini terjadi karena terjadinya penurunan pengiriman ke luar negeri atas sejumlah komoditi.

Kepala Dinas Perdagangan, Baiq Nelly Yuniarti, menjelaskan bahwa penurunan ekspor NTB dipengaruhi oleh berbagai faktor yang berdampak pada beberapa komoditas unggulan daerah.

Jagung misalnya, terjadi penurunan ekspor karena tingginya permintaan dalam negeri. Hal ini mencerminkan prioritas pemerintah untuk menjaga stabilitas pasokan dalam negeri, terutama dalam sektor pangan.

“Kemungkinan besar, jagung lebih banyak digunakan untuk memenuhi kebutuhan nasional sehingga tidak dapat diekspor,” ungkap Baiq Nelly.

Demikian juga dengan kopi NTB yang dikenal dengan kualitasnya, juga tidak banyak diekspor. Menurut Baiq Nelly, tingginya harga kopi di pasar domestik menjadi faktor utama.Dengan harga yang kompetitif dan permintaan konsumen yang meningkat, kopi NTB lebih banyak terserap di dalam negeri dibandingkan pasar internasional.

“Permintaan kopi di dalam negeri sangat tinggi, sehingga produk kopi NTB masih beredar di pasar lokal,” jelasnya.

Termasuk rumput laut, menghadapi tantangan yang berbeda. Harga rumput laut mengalami penurunan di pasar internasional, sehingga memerlukan perlakuan khusus untuk mempertahankan daya saing. Namun, kendala utama bukan pada produksi, melainkan pada mekanisme pengiriman. Hal ini menimbulkan kesan bahwa NTB tidak berkontribusi dalam ekspor, meskipun produk tersebut berasal dari daerah ini.

Menurutnya, pembeli rumput laut dari China turun langsung ke petani. Biasanya pengusaha-pengusaha rumput laut luar negeri ini menerima dari pengepul-pengepul lokal.

“Rumput laut kita tetap keluar, tetapi pengirimannya dilakukan oleh rekanan di Jawa Timur, seperti Surabaya. Akibatnya, SK ekspor tercatat sebagai milik Jawa Timur, bukan NTB,” jelas Baiq Nelly.

Ditambah lagi ekspor hasil tambang dari PT. Amman Mineral Nusa Tenggara yang beroperasi di Batu Hijau, Kabupaten Sumbawa Barat juga mengalami penurunan ekspor konsentrat selama tahun 2024. Menurut Nelly, penurunan ekspor salah satunya karena fokusnya perusahaan untuk operasional smelter (pabrik pemurnian hasil tambang).

“Selama ini hasil ekspor tambang paling mendominasi. Ketika terjadi penurunan ekspornya, neraca perdagangan kita sangat berpengaruh. Tetapi kalau sudah smelter beroperasi penuh, akan besar dampaknya ke daerah. dari pajaknya, dari usaha ikutan lainnya,” jelas Nelly.

Ada juga ekspor mutiara, yang selama ini diekspor langsung, belakangan dikirim ke Surabaya, sebelum diekspor langsung.

Penurunan ekspor ini, lanjut Nelly, memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap pendapatan daerah dan posisi NTB dalam peta perdagangan internasional. Namun, Baiq Nelly menegaskan bahwa langkah-langkah strategis sedang dipersiapkan untuk mengatasi masalah ini.

Meski demikian, kendati ekspor NTB menghadapi berbagai tantangan, ia tetap optimis terhadap masa depan ekspor NTB. Karena didukung sumber daya alam yang melimpah dan bernilai tinggi.

“Kami percaya bahwa dengan kerja sama yang baik antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat, ekspor NTB akan kembali meningkat dan memberikan kontribusi yang lebih besar bagi perekonomian daerah,” tutupnya.(bul)

Capaian Sementara Pendapatan NTB Tahun 2024 Rp 6,5 Triliun

0
Hj. Eva Dewiyani(ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (Bappenda) Provinsi NTB sudah mencatat capaian penerimaan pendapatan NTB sementara sebesar Rp6,5 triliun lebih pada tahun 2024. Realisasi ini masih berpotensi bertambah.

Data sementara per tanggal 2 Januari 2025, Pukul 08.20 WITA dirinci, penerimaan PAD NTB selama tahun 2024 dari Pajak Daerah yang terdiri dari Pajak Kendaraan Bermotor ( PKB) , Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB), Pajak Bagan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB), Pajak Air Permukaan (PAP), Pajak Rokok, Pajak Alat Berat terealisasi sebesar Rp2,044 triliun.

Retribusi Daerah yang terdiri dari retribusi jasa umum yang didalamnya mencakup retribusi pelayanan kesehatan, retribusi pelayanan persampahan/kebersihan, retribusi penggantian biaya cetak peta tercapai sebesar Rp691,6 miliar.

Restribusi Jasa Usaha yang terdiri dari, retribusi pemakaian kekayaan daerah, retribusi pasar grosir dan/atau pertokoan, retribusi terminal, retribusi tempat penginapan/pesanggrahan/villa, retribusi pelayanan kepelabuhanan, retribusi tempat rekreasi dan olahraga, retribusi penjualan produksi usaha daerah, retribusi penyediaan tempat kegiatan usaha berupa pasar, retribusi pelayanan jasa kepelabuhanan, retribusi pelayanan tempat rekreasi, pariwisata, dan olahraga, retribusi penjualan hasil produksi usaha pemerintah daerah, retribusi pemanfaatan aset daerah, tercapai Rp13,9 miliar.

Sementara untuk Retribusi Perizinan Tertentu seperti Retribusi izin trayek menyediakan pelayanan angkutan, retribusi izin usaha perikanan, retribusi pengendalian lalu lintas, retribusi izin mempekerjakan tenaga asing, tercapai Rp245,3 juta.

Begitu juga dengan Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah Yang Dipisahkan yang dihasilkan dari PT. Bank NTB Syariah, PD. BPR NTB, PT. Bangun Askrida, PT. Jamkrida NTB, dan PT. Gerbang NTB Emas tercapai Rp79,9 miliar.

Lain – lain PAD yang sah, terdiri dari hasil penjualan BUMD yang tidak dipisahkan, hasil kerjasama pemanfaatan BMD, hasil kerjasama daerah, jasa giro, pendapatan bunga deposito, tuntutan ganti rugi, penerimaan komosi potongan atau bentuk lain, denda atas keterlambatan pekerjaan, denda pajak, denda retribusi, pendapatan dari pengembalian, pendapatan BLUD, pendapatan denda atas pelanggaran peraturan daerah, seluruhnya tercapai Rp444,8 miliar.

Sementara itu, pendapatan dari transfee pemerintah pusat pada tahun 2024 sebesar Rp3,2 triliun lebih. Terdiri dari dana perimbangan, Dana Bagi Hasil, dana alokasi umum, DAK fisik, DAK non fisik, dan insentif fiscal.

Untuk Pendapatan Transfer Antar Daerah yang terdiri dari bantuan keuangan, dan bantuan keuangan khusus dari pemerintah daerah terealisasi senilai Rp4,6 miliar.

“Belum tuntas, kita msh rekon, biasanya butuh 1 – 2 minggu ke depan. Datanya masih terus bergerak. Data capaian sekarang masih bersifat sementara,” kata Kepala Bappenda Provinsi NTB, Hj. Eva Dewiyani, Kamis, 2 Januari 2025.

Menurutnya, secara keseluruhan pencapaian realisasi tahun 2024 sudah sangat baik, jika dibandingan tahun 2023 yang mencapai 93,33%. Karena, dari target Rp6,21 triliun hanya terealisasi Rp5,79 triliun. Smntara untuk tahun 2024, pendapatan ditargetkan sebesar Rp6,72 triliun, sementara ini sudah terealisasi sebesar Rp6,51 triliun. Atau 96,90 persen.

“Dimana angka yang sudah ad aini masih bersifat sementara. Karena ada bbrapa pendapatan dari BLUD dan retribusi yang belum masuk dan belum dilakukan rekon dengan OPD terkait,” demikian Hj. Eva.(bul)

Wujudkan Green Tourism Destination, ITDC Masifkan Penanaman Pohon di Kawasan The Mandalika

0
Direktur Komersial ITDC Troy Warokka memimpin kegiatan penghijauan di kawasan Kuta Beach Park (KBP) kawasan The Mandalika, Selasa 31 Desember 2024 kemarin. (ekbisntb.com/kir)

Lombok (ekbisntb.com) – Upaya Injourney Tourism Development Corportion (ITDC) untuk menjadikan kawasan The Mandalika yang dikelolanya menjadi Green Tourism Destination saat ini terus dilakukan. Salah satunya dengan terus memasifkan gerakan penanaman pohon di dalam kawasan The Mandalika. ITDC sendiri menargetkan menanam hingga 10 ribu pohon di kawasan The Mandalika hingga beberapa tahun ke depan.

“Gerakkan menanam pohon di dalam kawasan The Mandalika ini selain untuk menghijaukan kawasan The Mandalika. Sekaligus bentuk komitmen ITDC untuk peduli terhadap lingkungan didalam setiap aktifitas pengembangan kawasan pariwisata yang dikelola,” tegas Direktur Komersial ITDC Troy Reza Warokka, saat memimpin penanaman pohon di kawasan Kuta Beach Park (KBP), Selasa 31 Desember 2024 kemarin.

Khusus kawasan The Mandalika, sebut Troy, ITDC menargetkan bisa menanam hingga 10 ribu pohon. Upaya tersebut pun sudah dilakukan sejak beberapa waktu lalu. Dan, saat ini manajemen ITDC sudah mengeluarkan kebijakan untuk melakukan kegiatan penananam disetiap event yang digelar di dalam kawasan The Mandalika.

“Jadi jika ada event yang digelar di dalam kawasan The Mandalika, salah satu rangkaian kegiatanya yang harus dilaksanakan ialah penanaman pohon, berapa pun jumlahnya. Seperti yang kita lakukan saat ini. Berhubungan ada event Mandiri Festival Mandalika Seru 2024, kita awali dengan kegiatan menanam pohon,” terangnya.

Langkah tersebut ujar Troy selain sebagai cara bagi jajaran ITDC untuk membiasakan diri untuk peduli terhadap lingkungan dengan cara menanam pohon. Juga sebagai bentuk kampanye ITDC kepada masyarakat luas. Agar juga peduli dan mau bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan dan alam sekitar.

Terlebih sebagai kawasan pariwisata unggulan, kawasan The Mandalika tentunya tidak akan bisa lepas dari isu-isu soal lingkungan. “Inilah salah satu cara kita untuk menjawab soal isu lingkungan. Bahwa dalam mengembangkan suatu kawasan pariwisata, ITDC sangat konsep terhadap pelestarian alam,” tandas Troy.

Dalam hal ini peran serta seluruh elemen masyarakat di daerah ini tentunya sangat diharapkan. Karena menjaga kelestarian alam merupakan tanggung jawab bersama. Kalau kawasan The Mandalika semakin hijau, wisatawan pun akan semakin nyaman berkunjung di kawasan ini. Dan, pada akhirya bisa menarik semakin banyak pengunjung. Kalau kawasan The Mandalika semakin ramai, masyarakat juga yang merasakan dampak positifnya. (kir)

Realisasi PAD Kota Mataram Capai Rp497,28 Miliar

0
HM Ramayoga (ekbisntb.com/ant)

Lombok (ekbisntb.com) – Realisasi pendapatan asli daerah (PAD) Kota Mataram sampai awal Desember 2024 mencapai 96 persen atau Rp497,28 miliar dari target Rp518 miliar. “Insya Allah setelah data masuk, realisasi PAD bisa mendekati 100 persen,” kata Plt Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Mataram, HM Ramayoga di Mataram, Selasa 31 Desember 2024.

Ia mengatakan pendapatan daerah yang belum masuk hanya bersumber dari retribusi daerah seperti dari retribusi parkir, sampah dan dari Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

Untuk retribusi parkir, katanya, realisasi sudah masuk sebesar Rp8,8 miliar atau 57 persen dari target Rp15 miliar. Untuk retribusi parkir maksimal ditargetkan bisa capai 70 persen.

Sementara itu, untuk retribusi sampah realisasi terakhir Rp5,2 miliar dari target Rp12 miliar, dan ditargetkan bisa mencapai target bisa mencapai target sebab retribusi dari kerja sama penarikan retribusi di PTAM Giri Menang. “Belum lagi dari retribusi BLUD,” katanya.

Menurutnya, dua jenis retribusi, yakni parkir dan sampah yang dikelola oleh Dinas Perhubungan dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram masih menjadi catatan bersama.

Dari beberapa kali evaluasi capaian retribusi, dua sumber retribusi tersebut menjadi atensi bagaimana inovasi dan kiat-kiat untuk mengoptimalkan potensi retribusi tersebut.

“Harapan kami, ke depan realisasi dua retribusi itu dapat dikelola lebih optimal untuk mencapai target yang ditetapkan,” katanya.

Sementara itu, kata Yoga, untuk PAD yang bersumber dari pajak daerah, realisasinya sudah mencapai 102 persen, yakni sebesar Rp200 miliar dari target Rp195 miliar.

“Dengan realisasi 102 persen untuk pajak daerah, tahun depan target pajak akan dinaikkan. Untuk angka pasti belum bisa kami sebutkan, karena masih ada revisi hasil evaluasi APBD 2025 dari Provinsi NTB,” katanya. (ant)

Optimasi Lahan dan Cetak Sawah Bisa Selesaikan Impor Beras

0
Andi Amran Sulaiman(ekbisntb.com/ist)

Jakarta (ekbisntb.com) – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman meyakini bahwa program optimasi lahan (Oplah) dan cetak sawah dapat menyelesaikan persoalan impor beras dengan meningkatkan produksi dalam negeri demi mewujudkan swasembada pangan.

Mentan mengatakan bahwa Oplah dan cetak sawah yang bisa dilakukan salah satunya di wilayah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), dengan potensi lahan yang dapat digarap mencapai 500 ribu hektare.

“Dengan pengembangan potensi optimalisasi lahan seluas 500 ribu hektare dan cetak sawah salah satunya di wilayah Provinsi Kalimantan Selatan, maka kebutuhan beras Indonesia dapat tercukupi tanpa impor lagi,” kata Mentan dalam keterangan di Jakarta, Rabu.

Mentan Amran mengaku telah melakukan peninjauan langsung lokasi potensial dalam Oplah dan cetak sawah di Desa Bati-Bati, Kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut, Kalsel.

Menurutnya, dengan potensi 500 ribu hektare jika digarap maksimal, maka dapat menghasilkan 5 juta ton gabah, dengan demikian Indonesia dapat menutup impor.

“Kalau 500 ribu ini tanam saja dua kali dengan produktivitas 5 ton, ini artinya bisa menghasilkan 5 juta ton gabah. Ini bisa menyelesaikan impor kita yang hanya 3 juta ton. Jadi Kalimantan Selatan bisa menyelesaikan impor kita,” katanya pula.

Untuk itu, Mentan mendorong sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI/Polri, perusahaan swasta, dan petani untuk mengoptimalkan sumber daya yang dimiliki.

“Kita kolaborasi melihat ini air melimpah, tanahnya subur, nggak ada alasan kita nggak berproduksi dengan baik,” ujar Mentan.

Ia juga menuturkan bahwa sektor pertanian saat ini mendapatkan dukungan besar dari Presiden Prabowo Subianto melalui kebijakan yang berpihak kepada petani.

Mulai dari regulasi pupuk bersubsidi yang memudahkan petani, anggaran sektor pertanian yang diperkuat, harga pokok penjualan (HPP) beras dan jagung yang dinaikkan, maupun pemberian bantuan sarana-prasarana produksi.

“Ini luar biasa perhatian Bapak Presiden terhadap petani Indonesia. Kami ajak seluruh petani Indonesia ayo kita berproduksi ayo kita swasembada secepat-cepatnya sesuai arahan Bapak Presiden,” kata Mentan. “Beliau sudah memberikan yang terbaik pada petani Indonesia,” ujar Mentan lagi. (ant)

Ekonom: PPN 12 Persen Buat Barang Mewah Lebih Positif ke Ekonomi

0
Warga memilih produk saat belanja di salah satu industri ritel di Cinunuk, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Rabu 1 Januari 2025(ekbisntb.com/ist)

Jakarta (ekbisntb.com) – Ekonom sekaligus Direktur Center of Economics and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira memandang, kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 12 persen pada 2025 yang diperuntukkan hanya untuk barang mewah berdampak lebih positif terhadap ekonomi.

“Kenaikan PPN 12 persen hanya untuk barang mewah lebih positif ke ekonomi, meski saat ini harga barang terlanjur naik karena aturan teknis peraturan Menteri Keuangan (PMK) terlambat terbit,” kata Bhima dalam jawaban tertulisnya saat dihubungi di Jakarta, Rabu 1 Januari 2025.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa pemerintah pada akhirnya turut menimbang efek daya beli masyarakat menengah ke bawah dan UMKM. Namun, menurut Bhima, seharusnya pemerintah mulai menyiapkan penurunan tarif PPN ke 8 persen, setelah pembatalan PPN 12 persen terhadap barang dan jasa umum.

Ia menambahkan, banyak opsi yang tersedia bagi pemerintah untuk menggantikan penerimaan PPN yang tidak jadi naik. Salah satunya, pemerintah bisa mulai merancang pajak kekayaan total harta orang super kaya dapat dipungut pajak sebesar 2 persen.

“Jadi bukan pajak penghasilan, ya. Tapi pajak harta yang selama ini Indonesia belum punya. Estimasinya akan diperoleh Rp81,6 triliun sekali penerapan pajak kekayaan. OECD dan G20 kan mendorong pemberlakuan pajak kekayaan juga,” kata Bhima.

Kedua, yaitu pajak karbon yang diamanatkan Undang-Undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP), juga bisa dijalankan pada tahun ini. Mengenai pajak karbon, ujar Bhima, pemerintah tinggal mengeluarkan PMK-nya saja.

“Begitu diberlakukan ke PLTU batu bara, hasil pajak karbon akan digunakan untuk dorongan belanja energi terbarukan yang serap tenaga kerja. Bagus juga pajak karbon bagi lingkungan hidup,” kata dia lagi.

Kemudian yang ketiga, opsi penerimaan PPN juga dapat melalui pajak produksi batu bara di luar royalti yang lebih tinggi. Keempat, tutup kebocoran pajak pada sektor sawit dan tambang.

“Kelima, evaluasi seluruh insentif pajak yang tidak tepat sasaran. Misalnya, perusahaan smelter nikel yang labanya besar sekali tidak perlu dikasih tax holiday,” kata Bhima.

Diberitakan sebelumnya, pemerintah resmi menetapkan kenaikan PPN dari 11 persen menjadi 12 persen pada 2025 hanya berlaku untuk barang dan jasa mewah.

Adapun barang dan jasa yang dikenakan tarif PPN 12 persen merupakan barang jasa yang sudah tercantum dalam PMK Nomor 15 Tahun 2023 tentang Pengenaan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM).

Barang-barang tersebut contohnya seperti rumah/apartemen/kondominiun mewah dengan harga di atas Rp30 miliar, pesawat pribadi, kapal pesiar, yacht, kendaraan bermotor mewah, dan seterusnya.

Di luar kategori barang dan jasa mewah tersebut, Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebutkan bahwa tarif PPN masih tetap di angka 11 persen. Sementara itu, khusus untuk bahan-bahan pokok, pemerintah membebaskan tarif PPN. Adapun rincian aturan mengenai perpajakan tersebut ditetapkan dalam PMK.

Sementara itu, seluruh paket stimulus ekonomi untuk masyarakat dan insentif perpajakan yang diumumkan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto pada 16 Desember 2024 tetap berlaku. (ant)