Mataram (ekbisntb.com) – Pembangunan jalan akses pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ulumbu Unit 5 di Poco Leok, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, mulai memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar. Salah satunya dirasakan Margareta Fera, masyarakat adat Dusun Tantong, yang memperoleh penghasilan tambahan dengan membuka warung di area pembangunan.
Margareta menyampaikan bahwa dirinya memperoleh informasi mengenai rencana pembangunan melalui kegiatan sosialisasi. Aktivitas pekerja di sekitar lokasi kemudian membuka peluang baginya untuk berjualan dan menambah pendapatan.
“Saya senang bisa mendapatkan penghasilan tambahan dari membuka warung di area proyek. Informasi mengenai pembangunan ini sebelumnya saya dapatkan saat kegiatan sosialisasi,” ujar Margareta.
Ia berharap kegiatan pembangunan terus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar. Selain kesempatan membuka usaha, Margareta berharap para pemuda lokal dapat ikut bekerja dalam proyek tersebut.“Harapannya, ke depan para pemuda lokal juga bisa mendapatkan kesempatan bekerja dalam proyek ini,” tuturnya.
Senada dengan Margareta, Kepala Desa Wewo, Laurensius Langgut, menyampaikan bahwa kehadiran PLTP Ulumbu telah membawa berbagai manfaat bagi masyarakat desanya. Ia juga menegaskan bahwa, berdasarkan kondisi yang diketahuinya, tidak ada persoalan pencemaran air akibat kegiatan pengembangan PLTP.
“Selama ini tidak ada masalah pencemaran air akibat pengembangan PLTP. Justru dengan adanya pembangunan ini, PLN membantu memperbaiki sarana air bersih warga. Dusun yang sebelumnya belum menikmati akses air bersih sekarang sudah mendapatkan akses air,” kata Laurensius.
Dukungan sarana air bersih dan MCK melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) PLN tersebut menjadi salah satu manfaat yang dirasakan masyarakat, selain peluang ekonomi dari aktivitas pembangunan.
General Manager PLN UIP Nusa Tenggara, RDW Manurung, menyampaikan bahwa tumbuhnya usaha warga di sekitar proyek merupakan bagian dari manfaat pembangunan yang diharapkan terus berkembang. PLN juga mendorong pelibatan masyarakat melalui kesempatan kerja sesuai kebutuhan pelaksanaan proyek.
“Warung yang dibuka Ibu Margareta menjadi contoh bagaimana aktivitas pembangunan dapat menghadirkan peluang penghasilan bagi warga. Saat ini, sebanyak 74 persen tenaga kerja yang terlibat dalam pembangunan pengembangan PLTP Ulumbu berasal dari masyarakat lokal. Kami terus mendorong pelibatan tersebut sesuai kebutuhan pekerjaan, kompetensi, dan ketentuan keselamatan kerja,” ujar RDW Manurung.
Ia menambahkan bahwa PLN terus membuka ruang komunikasi dengan masyarakat agar pelaksanaan pembangunan dan program pemberdayaan dapat merespons kebutuhan warga.
“Kami ingin manfaat pembangunan dapat dirasakan masyarakat sejak prosesnya berlangsung, baik melalui kesempatan kerja, peluang usaha, maupun dukungan kebutuhan dasar seperti sarana air bersih. Pelaksanaannya harus disertai pengelolaan lingkungan dan komunikasi yang berkelanjutan dengan masyarakat,” tambahnya.
Pengembangan PLTP Ulumbu Unit 5 direncanakan menambah kapasitas pembangkit sebesar 20 megawatt (MW). Pemanfaatan sumber energi panas bumi setempat diharapkan memperkuat pasokan listrik dan kemandirian energi Flores, sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar.(bul)






