Bima (EKBIS NTB) –Empat desa di Kabupaten Bima disurvei sebagai calon kawasan pembibitan sapi potong unggulan di Pulau Sumbawa. Survei ini dilakukan untuk menilai potensi lokasi, termasuk ketersediaan lahan, sumber air, aksesibilitas, serta sarana dan prasarana pendukung peternakan.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Kabupaten Bima, H. Zainal Arifin, S.T., M.T., mengatakan survei tersebut mencakup empat desa di tiga kecamatan, yakni Desa Belo di Kecamatan Palibelo, Desa Rabakodo di Kecamatan Woha, serta Desa Mpuri dan Desa Bolo di Kecamatan Madapangga.
“Kegiatan survei ini mencakup beberapa lokasi, yaitu Desa Belo di Kecamatan Palibelo, Desa Rabakodo, Kecamatan Woha, serta Desa Mpuri dan Desa Bolo, Kecamatan Madapangga,” sebutnya, Rabu (21/10).
Survei lapangan dilakukan untuk mengidentifikasi kondisi dan kelayakan awal lokasi yang direncanakan menjadi kawasan pembibitan sapi potong. Peninjauan ini juga mencakup berbagai aspek pendukung yang dibutuhkan untuk pengembangan kawasan tersebut.
Pengembangan kawasan pembibitan ini diharapkan dapat mendukung peningkatan produktivitas dan populasi sapi potong unggulan di Pulau Sumbawa, khususnya Kabupaten Bima. Meski demikian, rencana tersebut masih dalam tahap survei lokasi.
Zainal belum memaparkan secara rinci luas lahan yang dinilai, kapasitas pembibitan yang direncanakan, maupun jadwal pelaksanaan program. Hasil survei akan menjadi bagian penting dalam menentukan kelayakan lokasi untuk pengembangan kawasan pembibitan sapi potong.
“Melalui kegiatan ini diharapkan terjalin sinergi dan koordinasi antara Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Pemerintah Kabupaten Bima dalam mendorong pengembangan sektor peternakan, khususnya pembibitan sapi potong, guna meningkatkan produktivitas ternak, memperkuat populasi sapi potong, serta mendukung kesejahteraan masyarakat peternak,” tandasnya. (hir)






