HomeBERANDAPemprov NTB Dorong Operator Lakukan Peremajaan Kapal Tua di Rute Kayangan-Pototano

Pemprov NTB Dorong Operator Lakukan Peremajaan Kapal Tua di Rute Kayangan-Pototano


Mataram (Suara NTB) – Pemerintah Provinsi NTB mendorong operator-operator kapal yang melayani penyeberangan Pelabuhan Kayangan Lombok dengan Pelabuhan Pototano Sumbawa untuk meremajakan kapal-kapal yang sudah berusia tua.


Kepala Dinas Perhubungan Provinsi NTB, Ervan Anwar, mengatakan saat ini terdapat sekitar 28 kapal yang beroperasi di lintasan tersebut. Dari jumlah itu, sekitar 10 kapal melayani angkutan penumpang setiap hari.


Menurutnya, secara kasat mata kondisi kapal yang beroperasi relatif masih baik. Namun, kondisi kapal sangat bergantung pada perawatan yang dilakukan masing-masing operator.
“Relatif bagus, tergantung perawatan dari perusahaan,” kata Ervan.

- Advertisement -


Terkait aspek keamanan dan keselamatan pelayaran, Ervan menegaskan pemeriksaan teknis kapal bukan menjadi kewenangan Dishub NTB semata. Pemeriksaan kelayakan dan keselamatan kapal dilakukan oleh instansi berwenang melalui inspeksi terhadap aspek teknis pelayaran.
Dishub NTB lebih banyak melakukan pengawasan terhadap aspek pelayanan, seperti standar pelayanan minimum (SPM), kebersihan dan fasilitas penumpang.


Meski demikian, Pemprov NTB tetap mendorong seluruh operator untuk melakukan peremajaan armada, terutama kapal-kapal yang sudah berusia tua.
“Kita sangat berharap, wajiblah kita berharap,” ujarnya.


Dorongan peremajaan kapal dinilai penting seiring meningkatnya aktivitas penyeberangan di Selat Sape. Selain mengangkut penumpang, arus logistik di lintasan tersebut juga terus meningkat, salah satunya dipengaruhi pertumbuhan perdagangan daring.


Peningkatan aktivitas logistik tersebut turut membutuhkan dukungan infrastruktur penyeberangan yang memadai. Karena itu, selain mendorong pembaruan armada, Pemprov NTB juga menyiapkan penguatan fasilitas pelabuhan, termasuk penambahan dermaga.


Ervan mengatakan penambahan dermaga diperlukan untuk mengurangi antrean kendaraan dan mempercepat pelayanan penyeberangan. Pemprov NTB bahkan membuka kemungkinan membangun fasilitas tersebut apabila pengelola belum mampu memenuhinya.
“Kalau mereka tidak sanggup, pemda mau bangun,” katanya.


Penguatan fasilitas dimaksud diharapkan dapat berjalan beriringan dengan pembenahan pelayanan dan keselamatan pelayaran. Dengan begitu, meningkatnya arus penumpang dan logistik di Selat Sape tidak menimbulkan persoalan baru, khususnya terkait keselamatan dan lamanya waktu tunggu kendaraan.(bul)

Artikel Yang Relevan

IKLAN





Terkait Berdasarkan Kategori

Jelajahi Lebih Lanjut