Sumbawa Besar (EKBIS NTB) – Badan Urusan Logistik (Bulog) Kabupaten Sumbawa telah menyerap gabah petani mencapai 49.700 ton sampai bulan September 2026. Serapan gabah ini baru mencapai 86 persen dari target ditetapkan pemerintah pusat mencapai 57.700 ton.
“Kami masih punya waktu sekitar dua bulan untuk mengejar target tersebut. Kalau kita hitung ada sekitar 8.000 ton yang menjadi pekerjaan kita di sisa waktu yang ada untuk mengejar target itu,” kata Pimpinan Cabang Perum Bulog Sumbawa, Muhammad Nur Ristanto,Kamis (1/10).
Nur melanjutkan, sisa target serapan tersebut tetap diupayakan bisa terealisasi. Pasalnya, petani di beberapa wilayah masih panen sehingga akan dimaksimalkan penyerapan gabah milik petani.
Ia mengakui bahwa penyerapan gabah tidak ada kendala. Akan tetapi, harga gabah yang berlaku di pasaran masih cukup tinggi,sehingga petani lebih memilih menjual gabah mereka ke swasta dibandingkan ke Bulog.
“Bulog sifatnya hanya mengamankan dan menstabilkan harga saja ketika harganya anjlok, maka Bulog siap melakukan penyerapan, termasuk untuk memenuhi target tahunan yang diberikan pemerintah,” ujarnya.
Pada prinsipnya Bulog kata dia,sudah sangat siap menyerap gabah setara beras dengan catatan sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan. Kondisi gudang saat ini sudah cukup luas untuk kembali menyerap gabah setelah dilakukan mobilisasi beras secara nasional.
“Kita sudah beberapa kali melakukan pengiriman beras ke NTT,sehingga space di beberapa gudang Bulog dan mitra masih sangat aman untuk kembali melakukan penyerapan,” tambahnya.
Sementara untuk mekanisme penyerapan lanjutnya, tetap sama seperti pembelian gabah di tahun sebelumnya dengan ketentuan kadar air tentu. Pihaknya menyerap gabah petani dengan menggandeng sejumlah mitra Bulog yang telah melakukan tanda tangan kontrak.
“Meskipun target kita sudah terpenuhi nanti, penyerapan gabah tetap akan kita lakukan dan tidak ada penutupan. Karena fungsi utama Bulog yakni menstabilkan harga yang berlaku di pasar,” pungkasnya.






