Selong (EKBIS NTB) -Gelaran MotoGP di Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah diharapkan memberikan dampak positif terhadap sektor pariwisata di Kabupaten Lombok Timur (Lotim). Sejumlah destinasi wisata di Lotim dinilai berpotensi menjadi pilihan wisatawan yang mencari suasana lebih tenang di luar kawasan Mandalika.
Wakil Bupati Lombok Timur, H. Moh Edwin Hadiwijaya mengatakan, hingga saat ini pemerintah daerah belum memiliki data statistik khusus mengenai jumlah wisatawan MotoGP yang mengalir ke Lombok Timur. Namun, informasi dari para pelaku usaha homestay menunjukkan adanya kunjungan wisatawan mancanegara ke sejumlah destinasi di Lombok Timur saat momentum MotoGP.
“Secara data statistik kita belum memiliki itu, tapi dari informasi yang kita dapatkan dari pegiat homestay dan sebagainya, ketika MotoGP ada juga turis-turis mancanegara yang mengalir ke Lombok Timur,” ujar Edwin, menjawab Suara NTB, Selasa (29/9).
Sejumlah kawasan yang disebut menjadi tujuan wisatawan antara lain Tetebatu, Tetebatu Selatan, Kembang Kuning, dan Jeruk Manis. Selain itu, kawasan selatan seperti Ekas dan Sembalun juga dinilai memiliki peluang untuk menangkap limpahan wisatawan dari Mandalika.
Menurut Edwin, karakter sebagian wisatawan yang datang ke Lombok Timur cenderung mencari ketenangan setelah menikmati suasana di kawasan Mandalika yang ramai selama penyelenggaraan MotoGP.
“Kalau ingin tenang, pilihan di Lombok Timur banyak. Di Ekas ada, Tetebatu ada, Sembalun juga ada,” katanya.
Karena itu, Pemkab Lombok Timur mendorong agar kunjungan wisatawan tidak berhenti pada persinggahan semata. Wisatawan diharapkan diarahkan untuk mengunjungi berbagai destinasi sekaligus melakukan aktivitas wisata dan membelanjakan uangnya di daerah.
Edwin menekankan pentingnya koordinasi antara pemerintah daerah, khususnya Dinas Pariwisata, dengan travel agent dan pelaku industri pariwisata. Paket wisata MotoGP diharapkan tidak hanya menawarkan satu destinasi, tetapi dirangkai dengan sejumlah objek wisata di Lotim.
Sementara itu, Staf Khusus Pariwisata Lombok Timur, Ahmad Rozi menilai dampak MotoGP terhadap pariwisata Lotim cukup signifikan. Hal tersebut, menurut dia, terlihat dari antusiasme wisatawan terhadap sejumlah destinasi, terutama Sembalun, Tetebatu, Kembang Kuning, Ekas, dan kawasan wisata lainnya.
Menurut Rozi, momentum MotoGP dapat dimanfaatkan tidak hanya pada hari pelaksanaan balapan, tetapi juga sebelum dan sesudah event. Ia menyebut kegiatan pendahulu seperti touring dan agenda komunitas otomotif dapat menjadi bagian dari strategi menarik wisatawan ke Lotim.
Ia mencontohkan keterlibatan Ikatan Motor Indonesia (IMI) dalam kegiatan touring yang dapat diarahkan menuju destinasi wisata di Lombok Timur. Selain itu, sejumlah event lokal seperti Tanak Maiq di Rarang juga dinilai berpotensi memperkuat daya tarik kunjungan wisata.
Rozi mengatakan pengalaman tahun sebelumnya menjadi salah satu tolok ukur optimisme tersebut. Pengakuan dari pelaku travel agent, menurut dia, menunjukkan adanya permintaan terhadap destinasi Lombok Timur, khususnya Sembalun.
Salah satu contohnya terlihat dalam kegiatan Rinjani Travel Mart yang digelar menjelang MotoGP di Prime Park Hotel. Kegiatan tersebut mempertemukan pelaku industri pariwisata dengan buyer, termasuk travel agent dari Malaysia.
“Buyer sudah menjual Sembalun. Tidak mungkin paket ke Sembalun tidak dihadirkan. Semua travel agent menikmati Sembalun,” ujar Rozi.
Selain Sembalun, perkembangan desa wisata di Lombok Timur juga dinilai menjadi modal penting. Desa Loyok, misalnya, kini semakin ramai dikunjungi dan mulai didukung berbagai fasilitas usaha pariwisata dan tempat nongkrong, termasuk bungalow dan kafe.
Rozi menilai Lombok Timur juga memiliki keunggulan dari sisi kuliner. Beragam pilihan tempat makan dan aktivitas wisata kuliner dinilai dapat menjadi pelengkap paket wisata bagi wisatawan MotoGP.
Momentum musim durian juga disebut dapat menjadi daya tarik tambahan. Panen durian di wilayah Pringgasela, misalnya, dapat dikemas sebagai bagian dari pengalaman wisata yang ditawarkan kepada wisatawan.
Dengan beragam destinasi, aktivitas wisata, kuliner, dan agenda lokal tersebut, pemerintah daerah berharap wisatawan MotoGP tidak sekadar menjadikan Lombok Timur sebagai tempat persinggahan, tetapi benar-benar tinggal lebih lama, berwisata, dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat setempat. (rus)






