Lombok Barat (Ekbis NTB) — Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-56 Astra Motor menjadi momentum penting bagi penguatan komitmen sosial perusahaan terhadap pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan. Lewat langkah strategis yang menyentuh sektor pendidikan dan keselamatan berkendara, Desa Bengkaung yang terletak di Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat, secara resmi diresmikan sebagai Desa Sejahtera Astra (DSA) binaan Astra Motor pertama di Indonesia pada Jumat, 25 September 2026.
Peresmian yang berlangsung khidmat ini dihadiri langsung oleh Chief Executive Astra Motor, Robien Tony, bersama Kepala Wilayah Astra Motor NTB, Suryanto Wirawan, jajaran manajemen, serta Kepala Desa Bengkaung, H. Faizul Bayani, M.Pd. Di balik megahnya program pemberdayaan ekonomi dan lingkungan di desa berpenduduk lebih dari 4.103 jiwa ini, sektor pendidikan usia dini turut mendapat perhatian khusus melalui pembangunan infrastruktur sekolah serta penyediaan fasilitas edukasi Safety Riding for Kids di TK dan PAUD Rinjani.

Komitmen Astra Motor dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas tidak hanya menyasar pengendara dewasa melalui kampanye nasional Astra Honda Safety Riding Indonesia, tetapi juga merambah anak-anak usia dini.
Marketing Manager Astra Motor NTB, Yehezkiel Felix, menjelaskan bahwa fasilitas corner activity dan area edukasi safety riding yang dibangun di lingkungan sekolah merupakan bentuk kepedulian jangka panjang perusahaan. Fasilitas ini dilengkapi dengan tenda atau kanopi, peraga rambu-rambu lalu lintas, hingga marka jalan khusus anak.
“Konsep safety riding ini memang harus diajarkan dari sejak dini. Karena kalau kita baru belajar saat dewasa, cenderung belajarnya lebih sulit. Makanya, dari kecil sudah diajarkan untuk memahami rambu serta cara berkendara yang benar sebagai bekal di kemudian hari,” ungkap Yehezkiel Felix.
Sebagai bagian dari target tahunan Astra Motor NTB yang membidik sekitar 10.000 orang teredukasi keselamatan berkendara, kehadiran program di tingkat PAUD dan TK ini menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter masyarakat yang patuh hukum dan berkesadaran tinggi (safety awareness).
Mengedukasi anak-anak usia dini tentu memiliki tantangan tersendiri dibandingkan memberikan materi kepada orang dewasa. Rentang fokus (attention span) anak-anak TK dan PAUD yang relatif singkat menuntut para instruktur untuk memutar otak menyajikan materi secara interaktif.
Instruktur Safety Riding Astra Motor NTB, Faizatun Nabila, memaparkan bahwa metode pembelajaran dirancang sekreatif dan semenyenangkan mungkin. Para instruktur memanfaatkan alat peraga berupa sepeda khusus anak, media bergambar penuh warna, hingga diselingi dengan lagu-lagu ceria.
“Anak-anak usia dini memiliki jangka waktu fokus yang tidak selama orang dewasa. Oleh karena itu, edukasi kami kemas dengan ceria, penuh warna, dan elemen gambar yang menarik agar mereka betah dan mudah mencerna materi,” jelas Nabila.
Dalam praktiknya, tim instruktur juga menggandeng para guru kelas yang lebih memahami karakteristik personal setiap anak guna mengarahkan jalannya pembelajaran secara optimal apabila ada siswa yang mulai kehilangan fokus.
Langkah masif Astra Motor dalam menggalakkan edukasi keselamatan berkendara ini berjalan secara paralel dengan tren positif industri otomotif. Peningkatan volume penjualan sepeda motor diiringi pula dengan potensi risiko di jalan raya. Melalui edukasi yang masif dari berbagai lapisan usia—mulai dari korporasi, komunitas, hingga anak-anak—pihak manajemen berharap budaya berkendara yang aman dapat bermuara pada terciptanya zero accident di masa depan.
Melalui kolaborasi berkesinambungan di Desa Bengkaung, kehadiran fasilitas edukasi Safety Riding for Kids ini diharapkan mampu melahirkan generasi masa depan Lombok Barat yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas sejak usia dini. (fan)






