Giri Menang (EKBIS NTB)– Sebanyak 212 pemuda Lombok Barat (Lobar) siap bersaing mengikuti seleksi Program Magang ke Jepang yang digelar Pemerintah Kabupaten Lobar bekerja sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia (RI) dan IM Japan.
Kegiatan seleksi tersebut resmi dibuka Wakil Bupati Lobar, Hj. Nurul Adha di Aula Narmada, Kantor Bupati Lobar, Senin (14/9/2026). Seleksi peserta berlangsung selama lima hari, 14—18 September 2026 dengan lokasi kegiatan di Aula dan Lapangan Kantor Bupati Lombok Barat.
Sebanyak 212 peserta harus melewati sejumlah tahapan seleksi secara bertahap. Mulai dari seleksi administrasi, tes matematika, tes ketahanan fisik dan kesamaptaan, wawancara, pemeriksaan kesehatan (check-up) hingga tes bahasa Jepang.
Wabup menyampaikan program tersebut merupakan bentuk nyata kerja sama antara Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Ketenagakerjaan RI dengan Pemerintah Jepang.
“Memilih tenaga terampil kita atau anak-anak muda kita untuk magang ke Jepang. Alhamdulillah kami berterima kasih sekali dan bersyukur kegiatan ini dilakukan di Lombok Barat dan ini pertama kali di Lombok Barat,” katanya.
Wabup juga memotivasi seluruh peserta agar mengikuti setiap tahapan seleksi dengan sungguh-sungguh. Ia menyebut, peluang untuk diterima terbuka bagi peserta yang mampu memenuhi seluruh persyaratan dan lolos tahapan seleksi.
“Saya tanya dari Kementerian, kira-kira berapa yang akan diterima? Kata dari Kementerian, seberapa yang lulus pasti akan diterima. Artinya tergantung kalian dan ikuti seleksi ini dengan sungguh-sungguh,” ujarnya.
Lebih dari sekadar bekerja dan belajar di luar negeri, Wabup menilai program magang tersebut merupakan kesempatan berharga bagi generasi muda untuk memperoleh pengalaman baru, khususnya dalam hal ilmu pengetahuan, teknologi dan budaya.
“Saya berpesan untuk anak-anakku semua, kalau lulus dan akan dikirim magang ke Jepang, berarti kesempatan untuk belajar ke Jepang. Jangan lupa ibadah tepat waktu dan berbakti kepada kedua orang tua,” pesannya.
Ia juga mengajak seluruh peserta untuk tidak mudah menyerah dalam menghadapi setiap tahapan seleksi. “Kobarkan semangat perjuangan, bangun optimisme dan insyaallah kesuksesan ada di tangan kalian,” pungkasnya.
Rangkaian proses seleksi peserta Program Magang ke Jepang yang difasilitasi oleh Pemkab memasuki tahap penilaian kemampuan fisik dan kesehatan Rabu (16/9/2026). Langkah ini merupakan bagian penting untuk menjamin kesiapan para calon peserta dalam menjalani tugas serta kehidupan di negeri Sakura nantinya.
Kegiatan seleksi berlangsung secara tertib dan terjadwal dengan baik, melibatkan para calon peserta yang telah lolos pada tahap-tahap sebelumnya. Fokus utama pelaksanaan tes hari ini mencakup dua aspek pokok, yaitu pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh dan pengujian ketahanan fisik. Untuk bagian uji ketahanan fisik, standar yang ditetapkan cukup jelas dan terukur, yakni peserta wajib menyelesaikan lari sejauh 2,4 kilometer dengan batas waktu yang ditentukan maksimal dalam waktu 12 menit.
Ketentuan ini bertujuan untuk mengukur tingkat kebugaran jasmani serta ketahanan stamina setiap peserta, mengingat tuntutan lingkungan kerja dan aktivitas yang akan dijalani di Jepang membutuhkan kondisi fisik yang prima, kuat, dan sehat.
Pemkab melalui instansi terkait menegaskan bahwa persyaratan kesehatan dan kebugaran jasmani menjadi syarat mutlak dalam pemilihan peserta. Hal ini bertujuan agar para peserta dapat mengikuti seluruh program pelatihan dan pekerjaan dengan maksimal, aman, serta bebas dari kendala kesehatan di kemudian hari.
Selain tes fisik, pemeriksaan kesehatan juga dilakukan secara mendalam untuk mengetahui kondisi kesehatan umum masing-masing peserta. (her)






