Mataram (EKBIS NTB) – Pemerintah Provinsi NTB mengalokasikan Rp3,5 miliar untuk kesiapan medis pada ajang MotoGP Mandalika yang akan dilaksanakan pada 9-11 Oktober 2026 mendatang. Nominal tersebut untuk seluruh kebutuhan medis selama tiga hari MotoGP, mulai dari tenaga kesehatan, alat, obat-obatan, hingga fasilitas lainnya.
Asisten II Setda NTB, Lalu Moh. Faozal, mengatakan bantuan medis dari Pemprov NTB ini mulai dilakukan sejak tahun lalu. Pada pelaksanaan MotoGP di tahun-tahun sebelumnya, biaya medis ditanggung oleh penyelenggara, yaitu ITDC.
“Dari tahun 2025 lalu ada komitmen ini. Bantuan dari Pemprov,” ujarnya, Senin, 14 September 2026.
Di lain sisi, Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi NTB, Asrul Sani, mengatakan Rp3,5 miliar itu khusus kesiapan medis untuk kawasan Mandalika atau ring satu. Dana itu untuk membiayai sekitar 343 tenaga medis yang akan turun ke lapangan pada saat MotoGP berlangsung. Dengan rincian 170 tenaga medis berada di sekitar sirkuit. 145 nakes di luar area lintasan, dan 28 nakes disiapkan untuk jaga-jaga di rumah sakit.
Pemprov juga menyiapkan dua unit helikopter, 14 unit ambulans yang ditempatkan di sekitar sirkuit, dan 28 unit ambulans ditempatkan di luar sirkuit. Disiapkan juga 14 tenda kesehatan yang berada di luar lintasan, 6 ruangan darurat di beberapa fasilitas kesehatan seperti Rumah Sakit Mandalika dan RSUD NTB, serta 22 posko pelayanan kesehatan di sekitar sirkuit.
“Kita menyiapkan 343 tenaga medis untuk di ring satu dan ring dua, yaitu Mandalika, Mataram, Senggigi. Sementara untuk ring 3 dan ring 4 itu berkoordinasi nanti dengan Dinas Kesehatan,” katanya.
343 tenaga medis itu tidak hanya dari RSUD NTB, namun diambil dari sejumlah Fasilitas Kesehatan, termasuk SDM di Rumah Sakit Mandalika. “Koordinatornya Rumah Sakit Provinsi. Nah nanti SDM-nya ini dari rumah sakit lain. Kemudian juga direkrut dari luar juga,” tambahnya.
Siapkan Pengamanan Terpadu
Dari sisi keamanan, Wakapolda NTB Brigjen Pol. Hari Nugroho menyampaikan bahwa seluruh unsur terkait telah mempersiapkan pengamanan secara terpadu, mencakup kawasan sirkuit, akses, transportasi, akomodasi, pelayanan dan protokol. Persiapan juga mengantisipasi kemungkinan kehadiran Presiden Republik Indonesia.
“Seluruh unsur harus bersinergi memastikan kesiapan pengamanan, transportasi, akomodasi, pelayanan, dan protokol,” ujarnya.
Bagi NTB, kemungkinan kehadiran Presiden Prabowo Subianto dalam ajang internasional tersebut menjadi kebanggaan sekaligus kehormatan bagi daerah. Karena itu, kesiapan MotoGP tidak hanya menyangkut kelancaran balapan, tetapi juga bagaimana NTB menunjukkan kapasitasnya sebagai tuan rumah event olahraga dunia.
Dengan seluruh persiapan yang terus disempurnakan tersebut, MotoGP Mandalika 2026 diharapkan menjadi lebih dari sekadar agenda balap tahunan. NTB ingin menunjukkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya telah menjadi modal untuk menghadirkan penyelenggaraan yang lebih baik, lebih tertata dan lebih inklusif, sekaligus menjadikan panggung dunia di Mandalika sebagai penggerak pariwisata, pasar bagi UMKM, dan sumber pertumbuhan ekonomi yang manfaatnya semakin luas dirasakan masyarakat. (era)






