HomeBERANDARevitalisasi BBI Brang Rea Habiskan Anggaran Rp1,8 Miliar

Revitalisasi BBI Brang Rea Habiskan Anggaran Rp1,8 Miliar

Taliwang (EKBIS NTB) -Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) melalui Dinas Perikanan mulai merevitalisasi Balai Benih Induk (BBI) Brang Rea yang merupakan hibah dari Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Revitalisasi tahap awal ditaksir membutuhkan anggaran mencapai Rp1,8 miliar.

Kepala Bidang Perikanan Budidaya Dinas Perikanan KSB, Ahlul Afwan, mengatakan revitalisasi difokuskan pada sejumlah bagian utama BBI yakni kolam, gudang pakan, dan instalasi kolam.

- Advertisement -

Menurut dia, penataan kolam menjadi salah satu pekerjaan utama dalam tahap awal revitalisasi. Sebanyak 14 kolam yang sebelumnya berukuran besar akan dipartisi menjadi 23 kolam. Pekerjaan tersebut sekaligus mencakup penambalan bagian kolam yang mengalami kerusakan atau kebocoran.

“Kolam yang terlalu besar kita partisi. Sekalian juga dilakukan penambalan kolam yang memang banyak bocor,” kata Afwan, Kamis (3/9).

Partisi kolam, kata Afwan, dilakukan bukan hanya untuk menambah jumlah kolam, tetapi juga mempertimbangkan biaya operasional BBI ke depan. Kolam berukuran besar membutuhkan biaya pemeliharaan yang lebih tinggi,sehingga dinilai kurang efisien jika tetap dipertahankan.

Dengan ukuran kolam yang lebih kecil dan jumlah yang lebih banyak, pengelolaan BBI diharapkan menjadi lebih efisien dan tidak membebani anggaran daerah dalam pemeliharaannya. Ia menambahkan, setelah seluruh pekerjaan revitalisasi tahap awal selesai, BBI Brang Rea sudah dapat mulai dioperasikan. Dinas Perikanan selanjutnya akan mengusulkan pengadaan induk ikan baru melalui APBD 2027,untuk ditempatkan di balai tersebut.

Menurutnya, pengoperasian kembali BBI Brang Rea menjadi bagian dari strategi Dinas Perikanan dalam mendukung pelaksanaan program KSB Maju Luar Biasa, khususnya pada klaster perikanan. “Harapannya, minimal kebutuhan bibit ikan di dalam daerah bisa kita penuhi sendiri,” kata Afwan.

Dalam jangka panjang, BBI Brang Rea ditargetkan tidak hanya memenuhi kebutuhan benih untuk pembudidaya di KSB. Balai tersebut diharapkan berkembang menjadi sentra produksi benih berbagai jenis ikan air tawar yang mampu memasok kebutuhan daerah lain di Pulau Sumbawa. “Target kita, kalau BBI Brang Rea optimal beroperasi, kita jadi produsen bibit ikan air tawar di Pulau Sumbawa,” imbuhnya.(bug)

Artikel Yang Relevan

IKLAN





Terkait Berdasarkan Kategori

Jelajahi Lebih Lanjut