HomeBERANDAMaulid Nabi Jadi Momentum Pelestarian Nilai Budaya

Maulid Nabi Jadi Momentum Pelestarian Nilai Budaya

Selong (EKBIS NTB) -Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tidak hanya dimaknai sebagai momentum untuk mengenang kelahiran Rasulullah, tetapi juga menjadi bagian dari upaya melestarikan nilai budaya dan religius yang hidup di tengah masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Bupati Lombok Timur (Lotim), H. Haerul Warisin saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Nurul Yakin, Desa Rempung, dan Desa Belanting, Kecamatan Sambelia, Rabu (2/9/2026).

Bupati menilai tradisi keagamaan yang masih hidup dan dilaksanakan secara bersama-sama merupakan kekuatan sosial yang perlu dipertahankan. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur terus memberikan dukungan terhadap kegiatan keagamaan masyarakat sebagai bagian dari implementasi visi daerah, yakni Sejahtera, Maju, Adil, Religius, dan Transparan (SMART).

- Advertisement -

Dukungan pemerintah daerah tersebut tidak hanya diwujudkan melalui kehadiran kepala daerah, tetapi juga melalui dukungan finansial untuk kegiatan keagamaan maupun pembangunan sarana ibadah.

Di Masjid Nurul Yakin, Bupati meresmikan tempat wudu sementara. Sedangkan di Desa Belanting, kehadirannya dirangkaikan dengan peletakan batu pertama pembangunan Masjid Nurul Hidayah.

Pada kesempatan itu, Bupati juga menyerahkan bantuan untuk pembangunan dan pengembangan masjid serta santunan bagi anak yatim.

Yang menarik perhatian Bupati adalah masih dipertahankannya tradisi penyajian panganan dan makanan menggunakan dulang dan tembolak beak oleh masyarakat di kedua lokasi tersebut.

Menurutnya, tradisi tersebut merupakan salah satu identitas budaya masyarakat Sasak yang harus terus dijaga agar tidak hilang di tengah perkembangan zaman.

“Ini menjadi bagian dari budaya kita yang harus terus dipertahankan dan dilestarikan,” pesan Bupati.

Ia menegaskan, peringatan hari besar keagamaan juga menjadi sarana memperkuat rasa syukur dan kebersamaan. Nilai tersebut dinilai penting dalam membangun kehidupan masyarakat yang tidak hanya maju secara pembangunan, tetapi juga tetap berpegang pada nilai agama dan budaya.

Bupati kemudian mengaitkan semangat syukur tersebut dengan peringatan Hari Jadi Lombok Timur tahun 2026. Kendati diperingati secara sederhana, momentum tersebut diharapkan menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk mengingat perjalanan panjang daerah sekaligus mensyukuri berbagai hasil pembangunan yang telah dicapai.

Selain berbicara mengenai nilai keagamaan dan budaya, Bupati Haerul Warisin juga menyampaikan sejumlah agenda pembangunan daerah. (rus)

Artikel Yang Relevan

IKLAN





Terkait Berdasarkan Kategori

Jelajahi Lebih Lanjut