HomeBERANDARevitalisasi Bangunan Bersejarah di Sumbawa Masuk Tahap Lelang

Revitalisasi Bangunan Bersejarah di Sumbawa Masuk Tahap Lelang


Sumbawa Besar (EKBIS NTB)
– Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Sumbawa, memastikan rencana revitalisasi tiga bangunan bersejarah sudah memasuki tahap lelang konsultan perencana. Tim dari Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) sudah turun ke Sumbawa melakukan pengecekan.


“Tim dari BPK sedang melakukan pengambilan dokumentasi pra pemugaran untuk memastikan hasil dari revitalisasi yang dilakukan tidak berbeda dengan kondisi awal bangunan,” kata Kabid Kebudayaan Dinas Dikbud Kabupaten Sumbawa, Sutan Syahril kepada Suara NTB, Senin (31/8).


Sebelumnya tim dari Balai Pelestarian Kebudayaan juga turun kajian ke Istana Bala Kuning. Bahkan atap dari Bala Kuning (genteng), tim kajian sudah turun ke perajin genteng yang berada di Desa Nijang, Kecamatan Unter Iwes untuk membuat genteng sama seperti kondisi awal.

- Advertisement -


“Kita sudah turun ke perajin bersama tim Balai Pelestarian Kebudayaan, kita juga sudah membawa contoh genteng Bala Kuning untuk dibuat persis seperti kondisi awal genteng. Karena akan diganti seluruhnya,” ucapnya.


Berdasarkan kondisi terkini, struktur penopang atap di Bala Kuning sudah sangat rapuh sehingga akan dilakukan penggantian secara keseluruhan. Tim kedua nantinya juga akan turun untuk memastikan kebutuhan biaya pemugaran terhadap istana bersejarah tersebut termasuk saluran airnya.


“Untuk sementara kita sudah dapatkan anggaran sekitar 24 miliar, kami juga masih menunggu rincian atas penggunaan anggaran itu. Termasuk pola penanganan yang dilakukan,” jelasnya.


Sutan menyebutkan, revitalisasi bangunan bersejarah tidak hanya bertujuan melestarikan warisan budaya, tetapi membuka peluang pengembangan sektor pariwisata berbasis sejarah,sehingga hasil kunjungan wisatawan nantinya bisa berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat.


“Banyaknya wisatawan yang datang berkunjung ke tiga istana tersebut akan memberikan multiplayer efek terhadap pengembangan ekonomi masyarakat. Sehingga kami menyambut baik rencana revitalisasi itu,” ujarnya.


Ia mengatakan Istana Bala Putih, Istana Dalam Loka, dan Istana Bala Kuning merupakan simbol perjalanan panjang Kesultanan Sumbawa. Tiga bangunan ini memiliki arti penting dalam sejarah dan kebudayaan daerah,sehingga perlu mendapatkan penanganan secara berkelanjutan.


“Revitalisasi ini berbasis peelestarian cagar budaya ini menjadi hal yang paling penting terhadap tiga bangunan monumental tersebut. Kami berharap revitalisasi bisa berjalan sesuai prinsip konservasi,” ucapnya.
Ia berharap warisan budaya Tana Samawa harus tetap terjaga keasliannya,sehingga bisa menjadi sumber pengetahuan bagi generasi mendatang, serta semakin memperkuat identitas budaya di Sumbawa di tingkat nasional. (ils)


Artikel Yang Relevan

IKLAN




Terkait Berdasarkan Kategori

Jelajahi Lebih Lanjut