Mataram (Ekbis NTB)— Pengendara sepeda motor diingatkan untuk lebih waspada saat berhenti di persimpangan jalan atau lampu merah. Salah satu kebiasaan berisiko yang harus dihindari adalah berhenti tepat di samping kendaraan berdimensi besar, seperti truk atau bus.
Posisi tersebut menempatkan pengendara motor pada area titik buta (blind spot) pengemudi kendaraan besar. Risiko kecelakaan meningkat saat lampu lalu lintas berubah hijau dan kendaraan besar mulai melaju atau berbelok.
“Saat berhenti di lampu merah, jangan hanya fokus melihat lampu. Perhatikan juga kendaraan di sekitar kita. Kendaraan besar memiliki keterbatasan jarak pandang, sehingga pemotor harus mengambil posisi yang aman dan mudah terlihat,” ujar Satria Wiman Jaya, Instruktur Safety Riding Astra Motor NTB.
Satria menegaskan bahwa keselamatan berkendara bukan tentang seberapa cepat keluar dari persimpangan, melainkan kemampuan membaca potensi bahaya. Pengendara diimbau untuk tidak memaksakan diri menyelip atau mencari celah sempit di antara kendaraan besar.
Ia memberikan tiga langkah antisipasi utama bagi pengendara motor saat berada di dekat kendaraan besar:
- Menjaga Jarak: Pilih posisi berhenti di belakang atau depan kendaraan besar yang masih terpantau spion pengemudi, bukan sejajar di sisi samping.
- Hindari Celah Sempit: Jangan terburu-buru menyalip saat kendaraan besar mulai bergerak, terutama di area persimpangan.
- Pastikan Terlihat: Pastikan pengemudi truk atau bus menyadari keberadaan motor sebelum Anda mengambil keputusan melintas.
Antisipasi sejak dini menjadi kunci keselamatan di jalan raya. Menunggu beberapa detik hingga situasi aman jauh lebih berharga daripada memaksakan diri menerobos ruang berisiko tinggi. (r/fan)






