Mataram (Ekbis NTB) — Suara klakson sering menjadi “bahasa” singkat di jalan raya untuk menandai keberadaan, meminta perhatian, atau memberi peringatan. Meski begitu, para pengendara sepeda motor diimbau untuk tidak menjadikan klakson sebagai jaminan keselamatan mutlak.
Membunyikan klakson tidak otomatis membuat pengguna jalan lain langsung melihat, mendengar, maupun merespons keberadaan kendaraan di sekitarnya. Terlebih di tengah kemacetan, hiruk-pikuk suara mesin, hingga situasi pengendara lain yang sedang terdistraksi.
“Klakson itu hanya memberi tahu, bukan meminta pengguna jalan lain untuk langsung memberi kita ruang. Setelah membunyikan klakson, kita tetap harus memastikan situasinya aman sebelum bergerak,” ujar Safety Riding Instructor Astra Motor NTB, Satria Wiman Jaya, dalam keterangannya.
Menurut Satria, kekeliruan yang paling sering terjadi adalah pengendara membunyikan klakson lalu seketika melakukan manuver—seperti menyalip, melintasi kendaraan yang hendak berpindah jalur, atau melewati persimpangan gang.
Ia menekankan bahwa keselamatan berkendara memerlukan kombinasi antara komunikasi, pengamatan visual, pengaturan kecepatan, hingga menjaga jarak aman. Pengendara tidak boleh menganggap klakson sebagai “izin” untuk mengambil celah jalan.
“Jangan pernah berpikir, ‘Saya sudah klakson, berarti dia tahu saya ada.’ Justru setelah memberikan tanda, kita harus tetap bersiap jika kendaraan lain tidak merespons. Jika belum yakin aman, jangan dipaksakan,” tegas Satria.
Untuk menekan risiko kecelakaan, terdapat empat langkah berurutan yang perlu diterapkan pengendara:
- Klakson (Berikan tanda keberadaan)
- Amati (Pantau respons lingkungan sekitar)
- Pastikan (Cek ketersediaan ruang gerak)
- Manuver (Bergerak saat situasi kondusif)
Gunakan klakson seperlunya untuk berkomunikasi, bukan untuk melampiaskan emosi atau memaksa kendaraan lain mengalah. Sebelum bermanuver, tanyakan pada diri sendiri: “Jika mereka tidak mendengar klakson saya, apakah saya masih memiliki ruang untuk menghindar?”
Sebab, keselamatan berkendara bukan sekadar memberi tanda, melainkan selalu siap menghadapi kemungkinan yang tak terduga di jalan raya. (r/fan)






