Sumbawa Besar (EKBIS NTB)-Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sumbawa, tengah menyiapkan aplikasi khusus bagi calon tenaga kerja. Aplikasi ini disiapkan untuk menekan munculnya “penumpang gelap” bermodus numpang Kartu Keluarga (KK) jelang rekrutmen PT Amman.
“Sekarang kan beberapa kecamatan sudah masuk data pemuda pencari kerja,makanya kita siapkan aplikasi khusus. Aplikasi ini nanti akan menjaring masyarakat di lingkar tambang dan diluar sebagai bentuk persiapan pemerintah,” kata Kepala Dinas Nakertrans Kabupaten Sumbawa, H. Khaeruddin pekan kemarin.
Persiapan basis data tenaga kerja tersebut, dilakukan pemerintah untuk memberikan perlindungan bagi masyarakat lokal Kabupaten Sumbawa. Hal ini juga menjadi atensi untuk menekan munculnya warga dari luar daerah yang menumpang di KK masyarakat lokal Sumbawa untuk mendapatkan pekerjaan.
“Persiapan ini kami lakukan,karena kita belajar dari rekrutmen tenaga kerja di Sumbawa Barat saat proyek smelter dan PT Mac Mahon. Hasil informasi yang kita terima banyak masyarakat luar yang numpang KK,” ujarnya.
Tentu untuk proses pemadanan data nantinya, pihaknya tetap akan berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil). Hal itu dilakukan untuk memastikan data pencari kerja yang diterima merupakan masyarakat Sumbawa termasuk menelusuri identitas keluarganya.
“Sebenarnya proses pendataan pencari kerja ini sudah telat, karena proyek tambang Elang Dodo rencananya tahun 2030. Kami segera melakukan kordinasi lebih lanjut bersama leading sektor terkait,” ucapnya.
Ia berharap kepada masyarakat yang memiliki KTP Sumbawa untuk masuk ke aplikasi yang akan disiapkan pemerintah. Termasuk mengunggah CV (curriculum vitae) dan data pribadi. Sistem tersebut akan melacak kebenaran atas data yang disampaikan.
Pemerintah juga akan melakukan pemetaan lebih lanjut terkait wilayah yang masuk lingkar tambang. Hal ini perlu dilakukan agar masyarakat yang memasukkan data ke aplikasi hanya mengaku masyarakat lingkar tambang. Sementara, hasil pemadanan data dari Dukcapil ternyata mereka bukan wilayah lingkar tambang.
“Kita akan pastikan dulu mana wilayah yang masuk lingkar tambang, sehingga kita mudah melakukan pemilahan data nantinya. Makanya kita gandeng Disdukcapil untuk memastikan kebenaran data,” terangnya.
Disinggung terkait kebutuhan tenaga jelang proyek PT Amman di Elang Dodo Rinti, ia menyebutkan estimasinya sekitar 15.000 tenaga kerja. Data ini juga masih akan dilakukan verifikasi lebih lanjut ke perusahaan. Menurutnya,menjadi titik tekan pemerintah bahwa masyarakat lokal harus mendapatkan tempat di proyek tersebut.
“Kalau untuk kebutuhan tebaga kerja di perusahaan itu sifatnya dinamis. Tetapi kami akan mulai memetakan tenaga kerja lokal kita lebih dulu untuk memastikan mereka mendapat tempat di perusahaan,” ujarnya. (ils)






