Taliwang (EKBIS NTB) -Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), mulai memasuki tahap pelaksanaan. Proyek yang berlokasi di Desa Poto Tano dan Desa Labuhan Lalar itu ditargetkan rampung dalam waktu empat bulan.
Kepala Dinas Perikanan KSB, Agus Purnawan mengatakan Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) untuk proyek pembangunan KNMP telah diterbitkan sejak awal Agustus 2026. Dengan terbitnya SPMK, pekerjaan pembangunan KNMP Desa Poto Tano di Kecamatan Poto Tano dan Desa Labuhan Lalar, Kecamatan Taliwang mulai berjalan.
“SPMK-nya sudah terbit sejak awal Agustus. Masa pengerjaannya empat bulan ke depan,” kata Agus, Jumat (21/8).
Menurut dia, pelaksana proyek KNMP di KSB merupakan rekanan yang juga menangani pembangunan program serupa di Kabupaten Bima dan Dompu.
Saat ini, pelaksana telah mulai melakukan sosialisasi kepada masyarakat di sekitar lokasi pembangunan. “Di Poto Tano terutama, kegiatan sosialisasinya oleh pelaksana sedang berjalan,” klaimnya.
Agus menyatakan, sosialisasi menjadi bagian penting sebelum pekerjaan fisik berjalan lebih jauh agar masyarakat mengetahui tahapan pembangunan serta mendukung kelancaran pelaksanaan proyek. “Ini proyek strategis nasional jadi memang masyarakat harus diberi pemahaman secara tuntas,” ujarnya.
Agus kembali memastikan berbagai persyaratan yang dibutuhkan untuk pembangunan KNMP telah diselesaikan. Salah satu aspek penting yang sebelumnya menjadi perhatian adalah kesiapan lahan. “Untuk persyaratan semuanya sudah tuntas, terutama lahannya,” tegasnya.
Ditunjuknya Desa Poto Tano sebagai salah satu titik KNMP di Pulau Sumbawa oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sangat disyukuri Pemda KSB.
Terlebih dengan statusnya yang ditingkatkan dari rencana awal hanya dijadikan sebagai KNMP Penyangga dengan Desa Bungin di Kabupaten Sumbawa sebagai lokasi KNMP Utama. Namun, rencana itu berubah dan kini Desa Poto Tano turut ditetapkan sebagai KNMP Utama.
Menurut Agus dengan status KNMP utama prohgram-program perikanan yang ada desa Poto Tano nantinya akan disinergikan dengan program perikanan daerah. Terutama program KSB Maju Luar Biasa klaster perikanan.
“Kolaborasi kedua program itu tentu akan mempercepat akseslerasi pengembangan sektor perikanan kita ke depannya,” imbuh Agus.(bug)






