HomeBERANDAAgribisnis Sapi KSB Capai Progres Fisik 62,32 Persen

Agribisnis Sapi KSB Capai Progres Fisik 62,32 Persen


Taliwang (EKBIS NTB) –Penyiapan Program Agribisnis Peternakan Sapi milik Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) terus dikebut. Pelaksanaan tahun anggaran 2026 ini, realisasi fisik kegiatan Program KSB Maju Luar Biasa klaster perternakan ini telah mencapai 62,32 persen.


“Fisiknya sudah di atas 60 persen persiapannya. Sedangkan realisasi keuangannya sekitar 18,89 persen,” klaim Kepala Dinas Pertanian KSB, Jamilatun pada, Senin (17/8).


Untuk realisasi fisik, Jamilatun mengatakan progres tersebut mencakup pembangunan kandang, penyediaan sumber air, pengembangan lahan pakan hijauan serta fasilitas pengolahan limbah.

- Advertisement -


Pembangunan kandang di sejumlah kelompok ternak telah memasuki tahap pemasangan rangka dan atap. Diantaranya, di kelompok Hutan Kemasyarakatan (HKM) Batu Dulang, Kelompok Tani Ternak (KTT) Budisari, KTT Mako Aji dan KTT Burely Farm. Sementara,KTT Liang Nadolle masih dalam proses pemasangan kerangka atap.


Menurut Jamilatun, penyediaan sumber air juga menjadi bagian penting dalam pengembangan kawasan peternakan. Sejumlah sumur bor telah selesai dibangun, sementara beberapa lokasi masih dalam penyelesaian rumah mesin dan instalasi pendukung.


Di sisi pakan lanjutnya, pertumbuhan rumput di sejumlah lokasi menunjukkan hasil positif. Jamilatun menyebut, persentase hidup rumput tercatat 95 persen di KTT Mako Aji, 95,56 persen di KTT Liang Nadolle, dan 84,86 persen di KTT Budisari. Dinas Pertanian juga menyalurkan pupuk urea untuk mendukung pertumbuhan hijauan pakan.


“Kita tidak hanya berbicara tentang kandang dan ternaknya, tetapi juga bagaimana memastikan ketersediaan pakan yang cukup dan berkelanjutan,” ujar Jamilatun.


Pengembangan fasilitas pengolahan limbah juga mulai berjalan di sejumlah lokasi, dengan pekerjaan meliputi pembangunan pondasi, pengecoran tiang hingga pemasangan kerangka atap.


Pihaknya akan terus memonitor seluruh lokasi untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai target. Program tersebut diarahkan membangun sistem peternakan yang terintegrasi mulai dari kandang, air, pakan hingga pengelolaan limbah.


“Dengan begitu, agribisnis peternakan sapi ini bisa berkembang secara berkelanjutan dan pada akhirnya memberikan dampak terhadap perekonomian masyarakat,” imbuhnya. (bug)

Artikel Yang Relevan

IKLAN





Terkait Berdasarkan Kategori

Jelajahi Lebih Lanjut